• Pdt. Lukas Kusuma
  • 01 Agustus 2012
  • Kebaktian Tengan Minggu - Pk. 19.00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 - 6230 3360 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Anger Management (Mengendalikan Kemarahan)

"Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya." (Ams 29:22)

Kemarahan adalah problem utama yang dihadapi oleh banyak orang percaya. Sebuah survey menyatakan bahwa 40% orang mengalami marah saat berada di kantor dan selebihnya di lingkungan, keluarga dan pergaulan. Satu diantara enam orang akan cenderung memukul ketika mengalami kemarahan. Apakah sebagai orang Kristen kita boleh marah? Bagaimana cara kita mengontrol emosi kita?

Empat cara marah yang salah :

  1. The Machine Gun (Jadi Senapan Mesin!)
  2. Type orang yang langsung Meledak Ketika Sedang Marah! Perkataan dan perbuatannya menjadi kasar.

    "tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia." (Kej 4:5,8)

  3. The Mute (Jadi Pendiam!)
  4. Tipe orang yang Memendam atau Menelan Kemarahannya, tetapi tiba-tiba bisa meledak, menjadi sakit atau depresi!

    "Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram. Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai." (Yer 15:17-18)

  5. The Martyr (Melukai Diri Sendiri!)
  6. Tipe orang yang melukai diri sendiri ketika sedang marah! Orang ini cenderung menyalahkan diri sendiri dan merugikan diri sendiri ketika sedang marah!

    "Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Luk 15:25-28)

  7. The Manipulator (Jadi Munafik!)
  8. Tipe orang yang kelihatannya tetap oke ketika sedang marah tetapi sebenarnya ia sedang berpura-pura! Mereka seolah-olah cool ketika sedang marah padahal akhirnya berencana jahat.

    "Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus." (Luk 6:11)

Sebagai anak-anak Tuhan kita boleh marah, tapi marah yang seperti apa yang Alkitab ajarkan kepada kita :

"Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu." (Luk 3:5)

"Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah." (Luk 10:13-14)

"Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya." (Mat 12-14)

Empat cara marah yang benar :

  1. Marah Dengan Penyebab Yang Benar
  2. Tuhan Yesus marah bukan karena tersinggung/terluka/selfish tetapi karena Ia melihat ketidak-benaran yang terjadi!

  3. Marah Dengan Tujuan Yang Benar
  4. Tuhan Yesus Marah untuk meluruskan apa yang salah – Bukan untuk melampiaskan kekesalan hatiNya! Marah untuk membangun bukan melukai, untuk memperbaiki bukan merusak!

  5. Marah Dengan Cara Professional
  6. Marah tapi tetap terarah dan terkendali, tetap fokus atau tidak melebar, marah tetapi cepat reda atau padam!

  7. Marah Tetapi Tetap Menjadi Berkat
  8. Tuhan Yesus ketika marah tujuannya untuk mengajar serta tetap menyembuhkan dan menolong mereka yang membutuhkan!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Featured Speakers

28 30 31 32 33 34
  • 27 Apr 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Ir. Wiryohadi
  • 04 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdm. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
  • 11 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Rubin Ong
  • 18 Mei 2014, IR1 - IR3
  • Ev. Lily Sulistyo
  • 18 Mei 2014, IR5
  • Ps. Indri Gautama
  • 25 Mei 2014, IR1 - IR5
  • Pdt. Anthony Chang, M. Th

Follow & Share

Aplikasi GBI - PRJ

close