
Amsal 15:29 (TSI), "TUHAN jauh dari orang yang jahat, tetapi Dia mendengarkan doa orang benar."
The Lord is far from the wicked, but He hears the prayer of the [consistently] righteous (the upright, in right standing with Him). (AMP)
GOD keeps his distance from the wicked; he closely attends to the prayers of God-loyal people. (MSG)
The LORD never even hears the prayers of the wicked, but he answers the prayers of all who obey him. (CEV)
Sering kali mungkin kita memperlakukan doa seperti sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) atau tombol darurat. Kita datang kepada-Nya, menekan "tombol" doa, dan berharap masalah kita langsung lenyap seketika. Namun, mari kita jujur, ada kalanya setelah kita berdoa, badai hidup tidak langsung mereda. Sakit-penyakit mungkin belum langsung sembuh, atau tantangan finansial belum kunjung selesai.
Apakah itu berarti Tuhan tidak mendengar? Bukan demikian. Firman Tuhan berjanji, doa orang benar didengar-Nya. Lantas, mengapa masalahnya tidak semua selalu segera selesai?
Doa mungkin tidak selalu mengubah situasi kita secara instan, tetapi doa pasti mengubah hati kita untuk menjadi lebih kuat. Jadi, jangan pernah berkecil hati jika hari ini doa belum mengubah keadaan kita, ingatlah bahwa doa sedang mengubah diri kita.
Saat kita berdoa, kita sedang menyelaraskan pikiran kita yang terbatas dengan pikiran Tuhan yang tak terbatas. Doa adalah momen di mana kita meletakkan ego dan kepanikan kita, lalu menerima hikmat dari Tuhan. Dengan berdoa, kita mendapatkan dasar pijakan yang kokoh. Tidak lagi melangkah dengan kepanikan ataupun amarah, melainkan ketenangan dan kejernihan berpikir. Dalam ketenangan, Tuhan sering kali memberikan ide, jalan keluar, dan hikmat untuk bertindak ataupun memecahkan masalah.
Mengapa kita bisa seyakin itu? Karena Dia mendengarkan doa orang bena. Menjadi orang benar bukan berarti serba sempurna tanpa cela, melainkan terus melekat kepada Tuhan Yesus, mau menjaga hati yang tulus, dan rindu melakukan kehendak-Nya. Ketika kita hidup dalam kebenaran-Nya, ada jalur komunikasi yang selalu terbuka lebar. Tuhan tidak pernah mengabaikan seruan anak-anak-Nya.
"God's response to prayer is determined by the righteousness of the one who prays. A prayer of repentance by the wicked is an exception, for by it they would become the righteous." (C. H. Toy)
~ Yuliana Sondakh