
Pernahkah mengalami kejadian unik seperti yang saya alami baru-baru ini? Mungkin belum pernah. Jadi, saya menemukan diskon menarik untuk sepasang sepatu. Tertarik, saya pun berniat membelinya. Namun, saat melihat barangnya langsung dan keterangan tulisan yang ada pada lembar kertas diskonnya, ternyata sepatu itu ukurannya tidak sama, mungkin karena cacat produksi.
Sepatu kiri berukuran 41, sementara yang kanan berukuran 43. Perbedaannya sangat mencolok! Tentu saja, saya urung membelinya. Tidak mungkin saya memakai sepatu dengan ukuran berbeda. Pasti akan terasa sangat tidak nyaman, bahkan berisiko bisa membuat cedera saat berjalan.
Ilustrasi sederhana ini menjadi sebuah metafora tentang kehidupan rohani kita. Sepasang sepatu dirancang untuk berjalan bersama, namun jika tidak seimbang, ia tidak dapat difungsikan dengan baik. Demikian pula dalam hidup ini, ada ikatan-ikatan yang kita bentuk yang harus seimbang, terutama ikatan hati dan tujuan hidup.
2 Korintus 6:14, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"
"Janganlah terikat dengan orang-orang yang tidak percaya pada Yesus. Karena orang yang hidupnya benar tidak bisa bekerjasama dengan orang yang hidupnya tidak benar. Sama seperti kuasa gelap tidak bisa bersatu dengan kuasa terang." (TSI)
Sama seperti sepatu beda size atau ukuran yang tidak akan pernah bisa diajak berjalan dengan baik, Allah mengingatkan kita bahwa ada ikatan-ikatan tertentu dalam hidup yang membutuhkan kesamaan ukuran iman dan nilai-nilai kerajaan Allah.
Apa makna dari pasangan yang tidak seimbang pada ayat di atas? Apakah kita tidak boleh bersosialisasi atau bekerja dengan orang yang belum percaya? Tentu bukan berarti kita mengisolasi diri, sebab kita adalah garam dan terang dunia. Interaksi sosial adalah hal yang wajar dan perlu. Namun, jangan sampai memadamkan iman kita kepada Tuhan Yesus.
Selanjutnya, rasul Paulus menggunakan kata 'pasangan' (bahasa asli Yunani: heterozugeo) yang merujuk pada penyatuan dua makhluk yang berbeda jenis dalam satu kuk, seperti dalam hukum Taurat yang melarang membajak dengan lembu dan keledai secara bersamaan. Mengapa dilarang? Karena kekuatan, langkah, dan karakter mereka berbeda. Lembu dan keledai tidak bisa bekerja sama dengan efektif, justru akan saling menarik ke arah yang berbeda dan menyebabkan kerusakan.
Matthew Henry mengingatkan bahwa dalam hubungan yang tidak seimbang, kemungkinannya akan lebih berbahaya bahwa yang buruk akan merusakkan yang baik daripada mengharapkan yang baik akan menolong yang buruk.
Bagaimana dengan kita saat ini?
Sepatu yang tidak seimbang ukurannya tidak akan pernah bisa diajak berjalan dengan baik. Demikian pula, ikatan hidup yang tidak seimbang secara rohani tidak akan pernah bisa berjalan sesuai dengan rencana Allah. Mungkin terlihat menarik pada awalnya, seperti diskon besar, tetapi pada akhirnya hanya akan membawa ketidaknyamanan, luka, bahkan mungkin kehancuran.
~ FG