
Masih menyambung mengenai perempuan yang menerima mukjizat kesembuhan setelah mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun kemarin.
Kita tidak terlalu tahu latar belakang perempuan tersebut, umurnya, bahkan mungkin mulai sakit sejak umur berapa? Apakah dia sakit karena kesalahan dirinya sendiri, atau karena kutuk keturunan, atau mungkin memang ada masanya kuasa Tuhan untuk bekerja lewat wanita itu.
Tetapi, ada tiga hal yang mau Tuhan ingatkan dan tekankan bagi kita saat ini jika kita seandainya sedang mengalami pergumulan yang mendesak dan sangat menyesakkan hati, yaitu:
Sering kali Tuhan memberikan mujizat tidak melihat latar belakang kehidupan kita. Dia mau memberi karena Ia adalah kasih. Kita juga pernah membaca sebuah ayat tentang perwira yang prajuritnya sakit, dan hanya dengan meminta Yesus untuk memberi perintah saja, perwira tersebut percaya bahwa bawahannya itu bisa sembuh.
"Yesus ikut dengan mereka ke rumah perwira itu, tetapi sebelum mereka sampai, perwira itu mengutus beberapa orang kawannya untuk mengatakan kepada-Nya, 'Tuan, janganlah bersusah-susah datang ke rumah saya, karena saya tidak layak menerima penghormatan sebesar itu, bahkan datang menjumpai Tuan sekalipun saya tidak layak. Ucapkan saja sepatah kata dari tempat Tuan berada, maka hamba saya akan sembuh! Saya tahu, karena saya berada di bawah perintah atasan saya, dan saya pun mempunyai wewenang atas bawahan saya. Kalau saya mengatakan, 'Pergilah!', maka mereka pun pergi; atau 'Ke marilah!', maka mereka pun datang; dan kepada hamba saya; 'Kerjakan ini!' atau 'Kerjakan itu!', maka ia pun mengerjakannya. Jadi, katakan saja, 'Sembuhlah!', maka hamba saya itu pasti sembuh!'" (Lukas 7:7-8, FAYH)
Jangan lihat ke dalam diri kita, keadaan, ataupun posisi apakah kita layak menerima kasih dan kuasa Tuhan, beriman saja. Seperti perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun, seorang wanita Siro-Fenisia yang berharap Yesus sudi menyembuhkan anaknya yang sakit tapi Yesus menolak dengan mengatakan tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak dan melemparkannya kepada anjing, namun wanita asing itu mau merendahkan diri dan beriman sehingga menerima mukjiza juga.
Matius 15:28 (BIS), "Lalu Yesus berkata kepadanya, 'Ibu, sungguh besar imanmu! Biarlah terjadi apa yang kauinginkan!' Pada saat itu juga anak wanita itu sembuh."
Jesus gave in. "Oh, woman, your faith is something else. What you want is what you get!" Right then her daughter became well. (MSG)
Jangan hiraukan keadaan sekeliling kita, mungkin ada mendesak kita, ada yang menginjak kita, ada yang mendorong kita, bahkan jika ada yang mencoba menghalau kita untuk datang kepada Tuhan Yesus, Sang Pemberi mukjizat. Tuhan mau kita hanya fokus saja dengan iman yang kita miliki, terus berjalan ke depan menuju titik atau tempat Tuhan Yesus berada. Jadilah seperti teladan Zakheus.
Lukas 19:4 (TSI), "Karena itu dia berlari mendahului orang banyak lalu memanjat pohon ara, supaya bisa melihat Yesus yang akan melewati jalan di bawah pohon itu."
So he ran ahead and climbed up into a sycamore tree to get a view of Jesus as he was heading that way. (Phillips NT)
Bukannya Tuhan tidak tahu segala usaha maupun jerih lelah kita, Dia pasti tahu, hanya saja Dia mau supaya kita berjalan dengan mata yang tertuju kepada-Nya. Apa pun pergumulan kita, datanglah pada-Nya.
Ibrani 13:8 (FAYH), "Yesus Kristus tetap sama, kemarin, sekarang, dan selama-lamanya."
For Jesus doesn't change--yesterday, today, tomorrow, he's always totally himself. (MSG)
~ DC