
Naiknya grup Indonesia No Na ke panggung dunia sebenarnya lebih dari sekadar cerita musik. Banyak orang kagum karena mereka membawa identitas Indonesia—bahasa, budaya, warna lokal—ke level internasional tanpa kehilangan ciri khasnya.
Dan yang menarik perhatian saya adalah salah satu personelnya, Esther, yang tetap memakai namanya dengan bangga dan tetap tampil dengan caranya sendiri di tengah industri yang sering menekan orang untuk mengikuti arus tertentu.
Saya membayangkan itu bukan hal mudah. Di dunia hiburan, tekanan untuk menyesuaikan imej sangat besar. Menjadi berbeda sering kali mengundang komentar, termasuk dari orang Kristen sendiri. Ironisnya, kadang yang paling cepat menghakimi justru bukan dunia luar, tetapi sesama orang percaya.
Padahal Alkitab sudah mengingatkan: "Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (1 Samuel 16:7, TB2).
Bukan berarti penampilan tidak penting sama sekali. Tetapi, firman Tuhan mengingatkan, isi hati jauh lebih penting daripada penilaian dangkal manusia. Sebab kadang masalah terbesar bukan pakaian atau penampilan orang lain, tetapi cara pandang kita yang mudah sinis dan merasa paling rohani.
Selain itu, menjadi terang Kristus tidak selalu berarti berdiri di mimbar. Kadang itu terlihat lewat bagaimana seseorang membawa dirinya dengan integritas di tempat yang sulit. Tetap rendah hati ketika terkenal. Tetap menjaga nilai ketika dunia berkata ikut arus saja. Tetap menghormati Tuhan tanpa harus berteriak tentang iman setiap saat.
Dan mungkin inilah yang perlu kita renungkan hari ini: apakah ketika melihat keberhasilan orang lain, hati kita ikut bersyukur… atau justru sibuk mencari celah untuk merendahkan?
Filipi 2:15 (FAYH), "supaya tidak seorang pun dapat menyalahkan Saudara. Sebagai anak-anak Allah di dalam dunia gelap yang penuh dengan manusia yang jahat dan keras kepala, Saudara harus hidup suci. Bersinarlah di antara mereka seperti mercu suar."
Go out into the world uncorrupted, a breath of fresh air in this squalid and polluted society. Provide people with a glimpse of good living and of the living God. Carry the light-giving Message into the night. (MSG)
Dunia sudah cukup gelap tanpa tambahan komentar nyinyir dari kita. Mungkin sudah waktunya orang percaya belajar bersukacita ketika ada anak-anak Tuhan yang bisa menjadi terang di bidang apa pun: musik, pendidikan, bisnis, seni, atau pekerjaan sehari-hari.
Karena terang Kristus tidak selalu hadir lewat tempat ataupun tampang yang religius. Kadang justru bersinar paling jelas serta dibutuhkan di tempat yang paling tidak diduga serta gelap. Biarlah hidup kita menjadi terang-Nya di manapun Ia menempatkan kita saat ini.
Now God has us where he wants us, with all the time in this world and the next to shower grace and kindness upon us in Christ Jesus. (Efesus 2:7, MSG)
"Be so rooted in Christ that people see Him before they see you." (Christine Caine)
~ JP