
"Makanan-Ku," kata Yesus, "ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku," sesuai dalam Yohanes.
Sebelumnya murid-murid-Nya mengira Ia membicarakan makanan jasmani, padahal Tuhan sedang menyatakan soal makanan atau perkara-perkara rohani.
Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34)
Jesus said, "The food that keeps me going is that I do the will of the One who sent me, finishing the work he started." (MSG)
Jesus said to us, "Doing what my Father who sent me wants me to do and finishing the work he gave me to do is …what sustains me/like my food." (DEIBLER)
Apa maknanya?
Tuhan Yesus menjelaskan bahwa makanan-Nya ialah misi-Nya, melakukan kehendak Allah Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Hasilnya terlihat dari jiwa-jiwa yang datang pada-Nya dan bertobat maupun mengalami mukjizat demi mukjizat.
Tuhan Yesus mengutamakan kehendak Bapa di atas kebutuhan jasmani. Karena itu, Dia menolong banyak orang, bahkan menyelamatkan jiwa-jiwa—Saudara dan saya juga! Ketaatan pada kehendak Bapa yang menjadi kekuatan, bukan sekadar makanan jasmani. Demikian juga hendaknya kita, mengandalkan kekuatan yang dari Tuhan sebagai sumber kekuatan kita, dan jangan sampai hal-hal lainnya di hidup kita malah menggeser posisi Tuhan Yesus sebagai yang terutama dalam hidup kita.
Bagaimana dengan kita?
Masihkah kita menaati kehendak Allah bagi kita?
Sebab, setiap kita memiliki misi dalam hidup ini. Jadi, bukan sekadar hidup, bekerja, bersekolah ataupun yang lainnya, melainkan lebih pada mengerjakan serta menyelesaikan apa yang menjadi kehendak dan rancangan-Nya bagi kita masing-masing.
Izinkan saya juga membagikan menu ciri-ciri orang yang makan kehendak Tuhan:
Jadi, apa yang menjadi makanan utama kita hari ini?
Matius 26:39, "Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: 'Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.'"
Kemudian Yesus pergi lebih jauh sedikit, lalu Ia tersungkur ke tanah dan berdoa. "Bapa," kata-Nya, "kalau boleh, jauhkanlah daripada-Ku penderitaan yang Aku harus alami ini. Tetapi jangan menurut kemauan-Ku, melainkan menurut kemauan Bapa saja." (BIS)
Going a little ahead, he fell on his face, praying, "My Father, if there is any way, get me out of this. But please, not what I want. You, what do you want?" (MSG)
Filipi 3:10 (BSD), "Dan Allah sendiri yang menjadikan saya sahabat-Nya. Sekarang yang saya inginkan hanyalah mengenal Kristus secara pribadi dan mengalami kuasa Kristus yang sudah hidup kembali dari kematian. Saya ingin merasakan penderitaan-Nya dan menjadi seperti Dia yang rela menderita sampai mati."
Sekarang saya telah melepaskan semua hal lain. Saya sadar bahwa itulah satu-satunya cara untuk mengenal Kristus dengan sungguh-sungguh, untuk mengalami kuasa yang menghidupkan-Nya kembali, serta untuk mengerti apakah artinya menderita dan mati bersama dengan Dia. (FAYH)
[For my determined purpose is] that I may know Him [that I may progressively become more deeply and intimately acquainted with Him, perceiving and recognizing and understanding the wonders of His Person more strongly and more clearly], and that I may in that same way come to know the power outflowing from His resurrection [which it exerts over believers], and that I may so share His sufferings as to be continually transformed [in spirit into His likeness even] to His death, [in the hope]. (AMP)
~ Yuliana Sondakh