Sebagai orang Kristen, kita perlu memahami bahwa kehidupan yang sudah diselamatkan oleh Tuhan bukan hanya tentang anugerah, tetapi juga tentang tanggung jawab. Tidak semua orang dipanggil menjadi hamba Tuhan, tetapi setiap orang Kristen memiliki tanggung jawab yang Tuhan letakkan dalam hidup kita untuk dikerjakan.
Mengapa menjalani kehidupan sebagai orang Kristen tidak mudah? Karena banyak orang Kristen yang pergi ke gereja, beribadah, bahkan melayani, tetapi tidak bertumbuh. Mereka tidak memahami kehendak Tuhan, sehingga tetap menjadi “anak-anak rohani”. Ada juga yang terseret oleh percintaan dunia, atau menjadi munafik, mengaku mengasihi Tuhan namun hatinya menjauh. Mereka sulit diatur Tuhan, karena mereka ingin “mengatur Tuhan”.
Ketika kita memilih mengikut Yesus, kita harus menyadari “harga yang harus dibayar”. Kekristenan memang anugerah, dan keselamatan adalah gratis, tetapi mengikut Yesus berarti mengikuti jejak-Nya yang penuh pergumulan dan tantangan. Yesus menunjukkan teladan tanggung jawab yang dapat kita pelajari.
Kekristenan dimulai dari jemaat mula-mula 2.000 tahun lalu. Sebelum naik ke surga, Yesus memberikan Amanat Agung kepada sebelas murid-Nya (Matius 28:18–20): "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dari Amanat Agung inilah kekristenan berkembang menjadi agama terbesar di dunia, dengan lebih dari 2,4 miliar orang percaya (sekitar 30% populasi dunia). Bandingkan dengan bangsa Israel, bangsa pilihan Allah, yang hingga kini hanya berjumlah sekitar 15 juta jiwa dan masih mengeraskan hati menolak Yesus. Perkembangan ini terjadi karena ada orang-orang yang menjalankan tanggung jawab mereka—para rasul, jemaat mula-mula, hingga para martir yang mati demi mempertahankan iman dan hidup dalam kebenaran.
Bagaimana dengan kita, apakah masih bertanggung jawab dalam menjalankan iman kekristenan? Perkembangan Injil bukan hanya tugas gereja atau hamba Tuhan, tetapi setiap orang Kristen hendaknya memperkenalkan Yesus melalui kehidupan sehari-hari kepada orang-orang di sekitar kita.
• Bukan Sekadar Keselamatan, Tetapi Kesempurnaan
Kematian Yesus di kayu salib tidak menghapus tanggung jawab kita. Melalui anugerah keselamatan, kita ditunjuk untuk menjadi sempurna seperti Bapa di surga (Matius 5:48). Yesus hadir untuk mengajarkan kita bagaimana hidup sempurna, menyelaraskan hidup dengan kerajaan Allah, dan bertahan di tengah segala tantangan.
Sayangnya, hal ini sering hilang dalam kehidupan umat Tuhan. Perjanjian Lama sudah berulang kali menyatakan kebenaran ini, tetapi manusia tetap jatuh dan terhilang. Ketika Yesus datang, Dia hidup di tengah orang-orang Farisi yang kelihatan taat tetapi hatinya degil, dan para imam yang melayani untuk kepentingan diri sendiri. Namun, Yesus menunjukkan yang berbeda: kasih kepada yang terbuang, yang terhilang, dan yang menderita.
• Tiga Tanggung Jawab Menurut Rasul Paulus
Paulus adalah teladan juga dalam memikul tanggung jawab sebagai orang percaya. Setelah bertemu Yesus, hidupnya berubah total. Paulus mengajarkan tiga tanggung jawab utama dalam mengikut Yesus:
1. Rela Kehilangan (Filipi 3:7)
Paulus berkata, "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus." Ia rela melepaskan segala sesuatu yang menjadi kebanggaannya di masa lalu. Kita pun harus rela melepaskan kedagingan, ego, dan dosa yang sulit kita tinggalkan, agar dapat masuk dalam proses transformasi menuju pengenalan akan Yesus.
2. Tetap Berlari Mencapai Tujuan (Filipi 3:13–14)
Paulus mengaku bahwa ia belum sempurna, tetapi ia melupakan apa yang ada di belakangnya, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh panggilan surgawi. Kita tidak boleh berhenti di tengah jalan, apalagi mundur karena kepahitan masa lalu ataupun intimidasi. Jangan biarkan kesalahan orang lain menghambat pertumbuhan rohani kita. Kita harus terus berlari, belajar, dan mengerjakan kehendak Tuhan sampai akhir.
3. Selalu Mengacu pada Firman Tuhan (Filipi 3:16)
Paulus menekankan bahwa kita harus hidup sesuai dengan tingkat pengertian yang telah kita capai, dan terus melanjutkan perjalanan menurut jalan yang telah kita tempuh. Tingkat pengertian kita harus diarahkan pada pertumbuhan rohani, bukan pada kekayaan atau ketenaran. Sasaran kita adalah menjadi serupa dengan Kristus.
• Gereja sebagai Wadah untuk Bertumbuh
Gereja adalah wadah yang Tuhan sediakan untuk membawa jemaat bertumbuh. Gereja harus memberikan bukan hanya “susu”, tetapi juga “makanan keras”. Hamba Tuhan bertanggung jawab mengajar, memberi teladan, dan membimbing jemaat untuk berjalan dalam kebenaran. Namun, setiap jemaat punya tanggung jawab: menyempurnakan hidup sesuai kehendak Tuhan, tidak jatuh-bangun dalam dosa, dan bertransformasi dari manusia lama menjadi manusia baru.
• Fenomena yang Menggoncang Iman
Saat ini, banyak pengaruh media sosial dan pengajaran sesat yang masuk ke dalam kehidupan orang percaya. Fenomena yang terjadi seperti banyak orang Kristen meninggalkan gereja dengan alasan pindah gereja, merasa tidak cocok, atau bahkan menganggap gereja sebagai "toxic relationship". Ada yang berkata, "Saya tidak butuh gereja, saya butuh Yesus saja."
Fenomena ini menyedihkan, karena mereka sebenarnya mengenal Tuhan namun hanya merasa bertanggung jawab atas diri sendiri. Mereka kecewa karena gesekan, tidak mau menundukkan diri, atau merasa sudah benar sehingga tidak perlu bersekutu lagi. Padahal, mereka semua adalah anak-anak Tuhan yang seharusnya bertumbuh bersama dalam komunitas yang sehat.
• Kembali kepada Alkitab: Kapal di Tengah Badai
Jika keadaan di dalam gereja terasa rusak dan tidak nyaman, bagaimana keadaan di luar sana? Kita diingatkan melalui gambaran sebuah kapal yang sedang oleng diterjang badai. Di dalam kapal itu ada Yesus, tetapi mereka tetap merasa takut dan cemas. Mereka yang ada di dalam kapal belum tentu selamat karena goncangan, apalagi mereka yang berada di samudera luas, yaitu mereka yang terhilang dan tidak mengenal Yesus.
Surat 1 Petrus 4:17 mengatakan bahwa penghakiman dimulai dari rumah Allah sendiri. Jika penghakiman dimulai dari kita yang ada di dalam gereja, bagaimana kesudahan mereka yang tidak percaya pada Injil? Karena itu, jangan sibuk mencari kesalahan gereja atau hamba Tuhan. Bukan tugas kita untuk menghakimi ataupun membandingkan, melainkan menyadari tugas serta tanggung jawab kita masing-masing.
• Visi dan Misi Gereja
Gereja kita punya visi menjadi gereja yang berkarakter Kristus dan berdampak bagi sesama. Misinya, membangun karakter Kristus dengan memperlengkapi setiap tahap kehidupan. Di sini, jemaat digembalakan, diajar, dan dilatih untuk bertumbuh dan melakukan kebenaran. Bahkan melalui teknologi, gereja mempersiapkan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh untuk membawa jemaat lebih dalam lagi dalam penggembalaan.
• Meneruskan Estafet Pekerjaan Yesus
Dari visi dan misi di atas, arah kita menjadi jelas. Firman Tuhan harus terlebih dahulu masuk ke dalam diri kita, mengakar, bertumbuh, sehingga kita dapat berbuah. Dampak dari buah itu akan dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita, keluarga, lingkungan masyarakat, dan kehidupan sehari-hari kita. Mereka akan melihat Pribadi Kristus dalam hidup kita, dan dari situlah mereka dapat mengenal Yesus melalui pola hidup kita.
Kita sedang dipersiapkan menjadi penerus estafet pekerjaan Yesus yang telah dimulai 2.000 tahun lalu. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Jangan pernah melalaikan tugas ini. Kehidupan kita harus terus bertumbuh, terus berjalan, dan terus melakukan apa yang Tuhan mau, bukannya apa saja yang kita mau.
Kita persiapkan, arahkan, dan selaraskan kehidupan kita ke depan sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan biarlah seluruh hidup kita mempermuliakan nama Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



