Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang hidupnya selalu mulus tanpa hambatan. Kegagalan sering kali membuat seseorang merasa rendah diri, kehilangan arah, dan bahkan menganggap dirinya tidak lagi layak untuk menerima kasih sayang dari Tuhan dan sesama.
Lagipula, banyak orang yang hidup dengan beban masa lalu - kegagalan, dosa, rasa bersalah atau malu, dan penyesalan - yang membuat mereka tidak bisa melangkah maju. Berpikir bahwa Tuhan sudah muak dengan mereka, bahwa mereka tidak layak dipanggil lagi.
Namun, berdasarkan Yohanes 21 : 1 - 19, Kristus tidak datang untuk menghakimi manusia atas kegagalan mereka, melainkan untuk menjemput mereka pulang. Artinya, ketika seseorang berada di titik terendah dalam hidupnya, justru di situlah Tuhan hadir untuk memulihkan, bukan untuk menghukum.
Saat kita gagal, Tuhan sanggup datang menjemput, menolong kita untuk bangkit kembali. Jadi, kegagalan bukan akhir cerita kita, melainkan awal dari sebuah babak baru yang lebih indah dan pengalaman iman yang lebih dalam, asalkan kita bersedia datang kepada Tuhan apa adanya, tanpa topeng, tanpa kepura-puraan. Karena itu, dengarkanlah panggilan Tuhan hari ini, dan mengikuti Dia dengan rendah hati.
1. Kasih karunia yang menjemput. Ada inisiatif Tuhan dalam ‘menjemput’ manusia yang gagal.
Yohanes 21 : 4
Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Yesus berdiri di pantai, tetapi murid-murid tidak menyadari itu adalah Yesus. Peristiwa ini terjadi setelah Petrus dan murid-murid lain kembali menangkap ikan, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa sepanjang malam. Jala mereka kosong, tubuh lelah, dan tanpa arah. Di saat seperti itulah Yesus justru muncul. Yesus berinisiatif menjumpai murid-murid-Nya tepat pada saat mereka sedang gagal dan tidak merasa layak.
Tuhan tidak menunggu seseorang menjadi sempurna atau layak terlebih dahulu untuk kembali kepada-Nya. Sebaliknya, Dia hadir di tengah-tengah kegagalan, kekosongan, dan keputusasaan. Ini mengajarkan, kasih karunia Tuhan bersifat menjemput. Tuhan tidak berdiri jauh-jauh sambil menghakimi, tetapi Dia berjalan mendekati kita yang jatuh. Inilah kabar baik: tidak peduli seberapa besar kegagalan yang telah dilakukan, Tuhan tetap memiliki inisiatif untuk memulihkan. Karena itu, tidak perlu berpura-pura kuat atau menyembunyikan kegagalan di hadapan Tuhan. Kasih karunia-Nya dinyatakan paling jelas ketika manusia mengakui kelemahannya.
2. “Teologi Meja Makan”
Yesus menyediakan sarapan terlebih dahulu sebelum memberikan teguran atau nasihat.
Yohanes 21 : 12 - 13
Kata Yesus kepada mereka : Marilah dan sarapanlah. Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya : Siapakah Engkau ? Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
Ini sangat penting untuk dipahami. Dalam banyak budaya, termasuk budaya kita, sering kali orang berpikir bahwa sebelum menerima kasih, seseorang harus terlebih dahulu mengakui kesalahan dan menerima hukuman atau teguran.
Namun, Yesus menunjukkan cara yang berbeda : Dia memulihkan tubuh dan jiwa terlebih dahulu. Dengan memberikan makan kepada murid-murid-Nya yang kelelahan dan lapar, Yesus membuktikan bahwa penerimaan-Nya tanpa syarat. Kasih-Nya lebih besar daripada luka, rasa malu, dan kegagalan yang pernah dilakukan.
Tuhan ingin memulihkan manusia secara utuh - jasmani, jiwani, dan rohani. Dia tidak memulai dengan pertanyaan menghakimi seperti, Mengapa kamu menyangkal Aku ? atau Mengapa kamu gagal ? Sebaliknya, Dia memulai dengan memberi makanan. Ini adalah gambaran yang sangat indah tentang bagaimana Tuhan memperlakukan orang-orang yang gagal. Karena itu, bagi siapa pun yang sedang merasa hancur atau gagal, ingatlah Tuhan ingin memulihkan terlebih dahulu, bukan menghakimi.
3. Panggilan yang diperbarui. Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali. Namun, setelah kebangkitan Yesus, Petrus justru dipulihkan oleh Yesus tiga kali pula melalui pertanyaan, Apakah engkau mengasihi Aku ? Setiap kali Petrus menjawab, Yesus memberi perintah, Gembalakanlah domba-domba-Ku. Tiga kali Petrus menyangkal, tiga kali pula Yesus memulihkannya. Ini menunjukkan bahwa kegagalan tidak membatalkan panggilan Tuhan dalam hidup seseorang. Sebaliknya, kegagalan justru melahirkan kerendahan hati untuk mengikut Tuhan lebih sungguh-sungguh.
Petrus adalah seorang pemimpin yang gagal, tetapi Tuhan tidak membuangnya. Tuhan justru memakai kegagalan Petrus untuk membentuknya menjadi seorang gembala yang penuh kasih, bukan lagi seorang murid yang sombong, dan mengandalkan kekuatannya sendiri.
Panggilan-Nya tidak berubah hanya karena manusia gagal. Apa yang berubah adalah cara manusia merespons panggilan itu. Setelah mengalami kegagalan, Petrus menjadi lebih rendah hati, lebih sadar akan kelemahannya, dan lebih bergantung pada kasih karunia Tuhan. Inilah yang membuat pelayanannya di kemudian hari menjadi efektif.
Jangan biarkan masa lalu kita mengunci masa depan. Kegagalan di masa lalu bukanlah akhir dari cerita hidup seseorang, tetapi bisa menjadi pintu masuk ke dalam tingkat kerendahan hati serta ketergantungan yang lebih besar lagi dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.
Berhentilah berpura-pura kuat; datanglah kepada-Nya apa adanya. Dalam kelemahan, kuasa-Nya dapat bekerja secara sempurna melalui kita.
Dengarlah Dia memanggil nama setiap kita : Ikutlah Aku.
Take Home Message :
1. Kasih karunia Tuhan bersifat menjemput; Dia sanggup hadir bahkan tepat di tengah kegagalan kita.
2. "Teologi meja makan" menunjukkan bahwa Tuhan memulihkan terlebih dahulu sebelum menegur kita.
3. Panggilan Tuhan tidak dibatalkan oleh kegagalan, tetapi justru dapat diperbarui dan dilahirkan dengan kerendahan hati.
Dengan demikian, setiap orang percaya tidak perlu takut terhadap kegagalan. Sebaliknya, kegagalan dapat menjadi sarana untuk mengalami kasih karunia Tuhan secara lebih nyata.
Sebab akhir dari cerita seseorang bukanlah ketika dia gagal, melainkan ketika dia berhenti mendengar panggilan Tuhan, dan menolak untuk bangkit kembali. Karena itu, bangkitlah dan ikutilah Dia kembali.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



