Tahun 2026 adalah tahun yang luar biasa untuk terus mengalami kebaikan Tuhan. Meski situasi dunia boleh jadi makin sukar, kita diajak untuk memiliki pengharapan yang teguh. Firman Tuhan dalam kitab Ratapan 3 mengajarkan bahwa untuk menemukan kebaikan-Nya, ada dua hal yang harus kita lakukan, yaitu berharap dan mencari Tuhan.
Ratapan 3 : 21 - 25
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
• Belajar Berharap Kepada Tuhan
Dalam bahasa Ibraninya, kata "berharap" mengandung makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menunggu dengan pasif, melainkan menanti-nantikan dengan penuh kerinduan, menunggu dengan tekun, dan secara aktif mencari. Ini adalah sikap hati yang percaya bahwa Tuhan akan bertindak pada waktu-Nya yang tepat, sesuai dengan kehendak-Nya yang baik. Ibarat seorang anak yang meminta pulsa kepada ayahnya, ia tidak hanya minta lalu lupa, tetapi menunggu dan mengingatkan karena yakin ayahnya akan memberikannya.
Bagaimana cara berharap di tengah penderitaan, seperti nabi Yeremia:
- Percaya bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan.
Yeremia dapat berharap karena ia mengingat dan meyakini bahwa kasih setia dan rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi. Ini adalah kebenaran yang tidak berubah, sekalipun keadaan berubah. Prinsip ini memberikan harapan bagi siapa pun yang merasa gagal atau menyesal, Tuhan selalu siap mengampuni dan memulihkan. Kasih-Nya lebih besar daripada murka-Nya.
Nabi Yeremia menulis kitab Ratapan di tengah situasi yang sangat mustahil untuk berharap, Yerusalem dihancurkan, bangsanya dibuang, dan ia menyaksikan sendiri murka Allah. Namun, di tengah semua itu, ia masih mampu berharap kepada Tuhan.
- Jadikan Tuhan sebagai bagian hidup kita.
Harapan sejati hanya datang ketika Tuhan menjadi bagian utama dan pusat kehidupan kita, bukan sekadar pemberian ataupun berkat-Nya. Jika kita kehilangan kemampuan untuk berharap, itu pertanda bahwa Tuhan, firman, dan janji-Nya mulai hilang dari hidup kita. Kita akan merasa hampa dan mudah kecewa, seperti banyak orang di dunia yang memiliki segalanya, tetapi tetap merasa kosong.
Sementara itu, di tengah kehilangan dan penderitaan, Daud dan Yeremia tetap berpengharapan karena yang mereka pegang adalah Tuhan sendiri, bukan hal-hal fana yang bisa hilang. Karena itu, untuk berharap kepada Tuhan, kita harus percaya pada kasih setia-Nya yang kekal, dan menjadikan Dia sebagai satu-satunya sandaran hidup kita.
• Belajar Mencari Tuhan dengan Sungguh-sungguh
Dalam bahasa Ibraninya, kata “mencari” mengandung makna yang berbeda dari mencari secara biasa, melainkan mencari dengan sungguh-sungguh, teliti, hati-hati, dan dengan segenap keberadaan, seperti seorang yang kehilangan cincin kawin atau handphone yang berisi data vital. Ia akan memeriksa setiap sudut, tidak akan berhenti sebelum menemukannya. Tuhan berjanji, bahwa jika kita mencari Dia dengan segenap hati, kita pasti akan menemukan-Nya. Pencarian yang biasa-biasa saja tidak menghasilkan perjumpaan yang mendalam.
Bagaimana caranya mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh:
- Melalui doa dan saat teduh yang konsisten, bukan sekadar rutinitas, tetapi perjumpaan pribadi yang intim.
- Melalui pembacaan dan perenungan firman dengan taat, membaca untuk mengenal Pribadi-Nya, bukan sekadar menambah pengetahuan. Banyak orang membaca Alkitab, tetapi tidak menangkap apa-apa karena dilakukan tanpa hati yang sungguh-sungguh mencari Tuhan.
- Melalui penyembahan dan pujian, menyatakan kebergantungan dan cinta kita kepada-Nya. Jadikanlah Tuhan sebagai satu-satunya sumber hidup kita.
• Penghalang Terbesar dalam Mencari dan Berharap Kepada Tuhan
Terkadang seseorang merasa Tuhan jauh, firman terasa hambar, dan doa terasa mentok. Satu penyebab yang serius adalah dosa yang tidak dibereskan. Tuhan mengingatkan tentang keadaan hati yang menjadi keras, telinga menjadi berat, dan mata menjadi melekat tertutup sebagai suatu bentuk penghukuman. Ini adalah keadaan paling berbahaya saat kita tidak lagi bisa merasakan, mendengar, atau mengerti Tuhan. Dengan kata lain, dosa yang tidak dibereskan dapat menjadi penghalang sehingga kita tidak dapat mendengar, melihat, atau mengerti Tuhan (Yesaya 6:10).
Dosa-dosa yang dianggap kecil seperti merasa sakit hati, ketidakjujuran, dan lainnya dapat menjadi tembok pemisah antara kita dengan Tuhan. Karena itu, pengakuan dosa, pertobatan, dan pemulihan hubungan kita dengan-Nya adalah langkah yang mutlak sebelum kita dapat sungguh-sungguh mencari, berharap kepada Tuhan, dan menemukan kebaikan-Nya.
Take Home Messages:
Untuk mengalami kelimpahan kebaikan Tuhan di tahun 2026 ini:
1. Berharaplah kepada-Nya
Dengan mempercayai kasih setia-Nya yang tak pernah berakhir, dan menjadikan Dia sebagai bagian yang paling utama dalam hidup kita. Ini akan memberi kita stabilitas internal dalam diri kita di tengah badai eksternal di dunia ini.
2. Carilah Dia dengan sungguh-sungguh
Dengan segenap hati melalui komitmen dan disiplin rohani yang konsisten serta menjaga hati dari dosa. Ini akan membuka saluran rohani bagi kita untuk mengalami perjumpaan dan penyediaan-Nya.
3. Menjauhi dosa
Bukan karena tangan Tuhan terlalu pendek atau telinga-Nya tidak mendengar kita, tetapi dosa kitalah yang sering menghalangi berkat-Nya. Karena itu, marilah kita datang, mengaku dosa, dan memulihkan hubungan dengan Allah Bapa yang kasih setia-Nya selalu baru setiap pagi.
Jika kita setia melakukan firman Tuhan hari ini, kita dapat menyatakan dengan iman bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang lebih baik, kebaikan Tuhan dinyatakan lebih lagi daripada tahun-tahun yang sebelumnya. Karena kebaikan-Nya nyata dalam hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



