Hari ini kita akan belajar dari Ayub yang mungkin banyak orang Kristen kurang mengerti.
Ayub 1:6-12
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah Tuhan kepada Iblis: ”Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada Tuhan: ”Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis: ”Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Lalu jawab Iblis kepada Tuhan: ”Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Maka firman Tuhan kepada Iblis: ”Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan Tuhan.
Apa saja yang dapat kita pelajari serta makin mengerti, yaitu:
1. Iblis ada di banyak tempat (Ayub 1:6).
Iblis ada di banyak tempat, sekalipun mungkin di gedung yang tampaknya rohani! Karena itu, doakanlah gereja-gereja.
Matius 26:3-5, 59-60
Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Tetapi mereka berkata: ”Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
Mufakat jahat bukan selalu dari penjahat. Mufakat jahat untuk menyalibkan Yesus waktu itu datang dari orang-orang yang mengaku tahu kebenaran, yang mengaku sebagai imam kepala. Hari-hari ini, jangan sampai kita menjadi “pion” si jahat. Apa pun yang dikatakan Iblis adalah dusta, sayangnya kita mungkin lebih sering dan sangat suka mendengar apa kata si jahat!
Mengapa imam kepala ini menjadi pion si jahat? Karena celah manusia dari hati yang kepahitan, seperti:
* Sakit hati
* Iri hati
* Panas hati
* Tawar hati
* Tinggi hati
* Keras hati
Karena itu, jaga selalu hati kita, jangan memiliki hati yang tidak beres, supaya kita sungguh-sungguh bisa menikmati apa yang Tuhan berikan dan percayakan kepada kita.
Yeremia 17:9-10
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.
Wahyu 8:10-11
Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.
2. Teguran untuk pengikut Yesus (Ayub 1:7).
Iblis sampai hari ini melakukan “amanat neraka” yaitu membinasakan manusia, sedangkan kita tidak melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus! Sudah waktunya sekarang kita mengambil bagian untuk bergerak. Penyertaan Tuhan dalam Amanat Agung adalah modal utama kita. Tanpa penyertaan-Nya, kita akan babak-belur dalam kehidupan.
Teguran untuk kita sebagai para pengikut Yesus:
* Kita mengabaikan Amanat Agung
* Terlena menikmati zona nyaman
* Tidak melakukan Amanat Agung: “Pergi, jadikan semua bangsa murid-Ku!”
3. Tetap tabur benih kebaikan (Ayub 1:8).
Ternyata, Tuhan pantau setiap gerak-gerik Ayub, begitu juga dengan kita! Hari-hari ini, Tuhan berpesan bahwa kalau kita mau mengalami perkara yang besar, maka mulai menabur benih apa yang baik, dan jangan berhenti, ada maupun tidak ada orang lain yang melihat, namun Ia pasti mengamati apa pun yang kita lakukan. Apa saja yang dapat kita tabur, seperti:
* Benih kasih
* Benih berkat
* Benih perhatian
* Benih kebaikan
* Benih pengampunan
* Benih kepedulian
* Benih kekudusan
Galatia 6:9
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
4. Iblis tahu identitas kita adalah anak-anak Allah Bapa, ahli waris kerajaan surga (Ayub 1:9-10)
Iblis tahu identitas kita sebagai anak Bapa di surga, ahli waris kerajaan-Nya. Sementara itu, banyak orang Kristen yang tidak tahu identitas mereka! Jadilah dewasa secara rohani (Lukas 15:25-31). Dengan kita mengetahui siapa identitas kita, kita akan tampil berbeda dengan lebih baik dalam melayani dan mengasihi Tuhan.
5. Banyak pengikut yang transaksional terhadap Tuhan (Ayub 1:11).
Seorang murid Kristus yang sejati sesungguhnya tidak mau hidup tergantung kepada kondisi. Jadilah murid Kristus, bukan sekadar fans atau karena ikut-ikutan, melainkan benar-benar menginginkan untuk mengikut Dia! Orang yang tertanam pasti berakar. Hanya orang-orang yang berakar dalam kasih Yesus yang akan dapat menyalurkan kasih-Nya. Namun, bagaimana caranya tertanam? Dimuridkan melalui KOM (Kehidupan Orientasi Melayani), COOL (Community of Love), dan lainnya.
6. Tuhan pegang kendali kehidupan umat manusia (Ayub 1:12)
Kehidupan kita mungkin boleh saja diobrak-abrik oleh masalah ataupun digoda oleh si jahat, namun Iblis tidak punya kuasa atas kita. Kendali penuh tetap ada di tangan Tuhan, jadi jangan pernah takut. Apa pun yang terjadi, selama kita tetap mau berada dalam kendali serta hadirat Tuhan, pasti aman.
Proses apa pun yang kita alami dalam hidup sampai saay ini yang mungkin diizinkan oleh Tuhan akan menjadikan kita seorang Kristen yang dimurnikan, dan diberkati seperti halnya Ayub. Mengapa perlu ada pemurnian:
• Kita semakin serupa dan segambar dengan Yesus Kristus
• Penginjilan yang sangat efektif bagi orang-orang lain
• Nama Tuhan akan ditinggikan dan dimuliakan
• Anugerah serta berkat-Nya tersedia bagi kita
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



