📌 Ringkasan sebelumnya : Yohanes 2
Sejak awal Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah sekaligus Allah. Segala sesuatu yang Yesus lakukan menunjukkan kesetaraan-Nya dengan Bapa Surgawi. Sebagai ibu-Nya, Maria tahu bahwa Yesus bukan manusia biasa. Maria yakin, dalam Yesus ada kuasa yang sama besarnya dengan Bapa Surgawi. Hal itu terlihat dalam pesta perkawinan di Kana sebagai tanda pertama dari pelayanan Yesus.
Yesus bersama para murid-Nya menghadiri undangan pesta perkawinan di Kana. Ibu Yesus pun ada di sana. Di tengah suasana pesta, tuan rumah menjadi panik saat mengetahui anggur telah habis. Bagi orang Yahudi, kehabisan anggur dalam sebuah pesta merupakan hal yang memalukan. Di sini Maria berusaha memberikan pertolongan pertama, yaitu datang kepada Yesus. Namun, Yesus mengatakan bahwa saat-Nya belum tiba.
Dalam hal ini, kita melihat betapa teguh iman Maria, ketika ia mengatakan kepada para pelayan untuk mematuhi perintah Yesus. Dan terbukti bahwa air yang dituangkan ke dalam tempayan diubah-Nya menjadi anggur. Ternyata bukan anggur biasa, melainkan anggur berkualitas tinggi.
Kemarahan Yesus di Bait Allah mengekspresikan amarah-Nya, para murid teringat kata-kata dari Perjanjian Lama: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku". Dalam kondisi itu, manusia sulit melihat ekspresi cinta yang muncul karena Yesus mengasihi rumah Bapa-Nya. Mengapa? Pertama, manusia cenderung berpikir negatif jika tindakan itu merugikan mereka. Bisnis timbal-balik yang saling menguntungkan antara para pedagang dengan pemimpin agama menjadi lebih penting daripada ajaran Yesus. Kedua, rasa takut manusia sering kali muncul kalau berhadapan dengan otoritas dan kekuasaan. Hal itu terlihat dari sikap masyarakat Yahudi yang mempertanyakan otoritas Yesus yang melarang mereka berjualan di Bait Allah. Kedua hal ini yang membuat mereka tidak mampu melihat tanda cinta dari Yesus.
Yesus memberi jawaban, "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali". Hal ini menuai protes dari orang-orang Yahudi. Logika mereka tidak nyambung dengan kebenaran yang diutarakan Yesus. Perkataan ini terlalu tinggi maknanya bagi mereka.
Kelak para murid memahami makna perkataan ini, setelah Yesus dibangkitkan Allah dari antara orang mati. Kemudian, Yesus menyatakan beberapa tanda di sana dan banyak orang percaya kepada-Nya. Akan tetapi, Yesus tidak memercayakan diri-Nya kepada mereka. Sebab, Ia tahu apa motif jahat yang ada dalam hati mereka.
📖 Pengantar Yohanes 3
Pelayanan Tuhan Yesus yang begitu menakjubkan, yang disertai tanda-tanda mujizat, kian menjadi perhatian orang-orang Yahudi dari rakyat biasa sampai di kalangan tokoh-tokoh agama. Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi, datang dan menyatakan pengakuannya bahwa Tuhan Yesus sebagai guru yang diutus Allah. Tuhan Yesus mengarahkan percakapan-Nya pada esensi hidup dengan menegaskan syarat untuk masuk dalam persekutuan dengan Allah.