📌 Ringkasan sebelumnya : Matius 14
Sebenarnya Herodes ingin membunuh Yohanes, tetapi ia takut terhadap pengagum Yohanes. Namun, tidak demikian dengan Herodias yang terus memendam kebencian terhadap Yohanes, sehingga ia memikirkan berbagai cara untuk menyingkirkan Yohanes. Maka hari ulang tahun Herodes pun menjadi saat yang tepat untuk melaksanakan niatnya. Putrinya yang menari saat perayaan ulang tahun Herodes dan Herodes yang berjanji akan mengabulkan permintaan putrinya itu seolah menjadi jembatan bagi sampainya segala maksud yang terkandung di dalam hati Herodias.
Herodes yang mau tidak mau harus berpegang teguh pada janjinya, terpaksa memenuhi permintaan putri Herodias, yang merupakan hasutan dari ibunya. Apa yang dia minta? Kepala Yohanes Pembaptis! Herodes kemudian memerintahkan agar kepala Yohanes dipenggal.
Kisah Herodes dan Herodias merupakan peringatan bagi kita bahwa orang yang menolak kebenaran akan terjerat terus dalam dosa. Selanjutnya, dosa yang satu akan melahirkan dosa yang lain bila orang mengeraskan hati untuk bertobat. Di sisi lain, dosa itu sendiri akan menimbulkan perasaan bersalah dan ketidakbahagiaan di dalam hidup kita selama kita belum membereskannya di hadapan Tuhan dan mengalami pembaruan oleh Roh Kudus.
📖 Pengantar Matius 15
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat mempermasalahkan perilaku murid-murid Yesus yang tidak membasuh tangan sebelum makan. Menurut tradisi orang Yahudi, tidak membasuh tangan sebelum makan adalah suatu kenajisan. Secara tidak langsung, mereka sesungguhnya sedang menyindir Yesus yang tidak mengajarkan kepada murid-murid apa yang menjadi tradisi nenek moyang mereka, khususnya tentang kekudusan. Mengapa Yesus membiarkan mereka berbuat demikian?
Mengapa Yesus memakai contoh anak kecil untuk mengajarkan sikap rendah hati seorang murid? Karena anak kecil memiliki sikap yang terbuka untuk diajar, dibentuk, dan diatur. Sikap demikianlah yang sesuai dengan sifat Kerajaan Surga.