📌 Ringkasan sebelumnya : Yohanes 9
Yesus mengoreksi pandangan murid-murid-Nya bahwa sakit penyakit dan penderitaan terjadi karena dosa. Yesus menjelaskan bahwa Tuhan bisa saja mempunyai rencana indah di balik sakit penyakit dan penderitaan yang dialami manusia. Melalui semua itu, pekerjaan-pekerjaan-Nya yang ajaib akan dinyatakan. Maka selama masih ada kesempatan, kita harus melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Inilah yang Yesus lakukan sebagai Terang dunia dengan menyembuhkan orang buta itu, meskipun hari itu adalah hari Sabat.
Mukjizat penyembuhan orang buta itu kemudian menjadi kesaksian indah bagi para tetangganya. Juga bagi orang-orang Farisi, meskipun mereka semua tidak percaya dan tetap menolak Dia. Orang tuanya juga tidak mau bersaksi bahwa Yesus adalah Penyembuh anaknya. Mereka lepas tangan dan mengalihkan persoalan itu kepada anaknya. Mereka lebih takut kepada manusia yang hanya dapat mengucilkan mereka secara fisik daripada kepada Allah yang dapat membinasakan jiwa mereka.
Menarik sekali melihat perkembangan pengenalan orang buta tentang Tuhan Yesus. Ketika tetangga-tetangganya bertanya bagaimana ia menjadi celik, ia hanya mengenal nama Yesus. Namun, ia sama sekali tidak tahu di mana Yesus berada. Kelihatannya ia tidak begitu mempedulikan Yesus yang menyembuhkannya. Namun, saat ia diperiksa oleh pemimpin-pemimpin agama, ia menjadi sadar bahwa Yesus bukanlah manusia biasa. Orang buta ini menyadari bahwa Yesus adalah seorang nabi. Ketika ia diperiksa untuk kedua kalinya, pengenalannya akan Yesus meningkat tajam. Orang buta ini menyatakan bahwa Yesus bukan orang berdosa. Yesus didengar Allah. Bahkan orang buta ini menegaskan bahwa Yesus datang dari Allah. Pernyataannya ini membuat ia dibuang oleh pemimpin-pemimpin agama.
Namun, Yesus tidak membuangnya. Yesus mencarinya. Yesus menyatakan diri kepadanya dan mengundangnya untuk percaya kepada-Nya. Orang buta ini percaya kepada Yesus dan menerima-Nya sebagai Tuhan. Ia tidak hanya percaya, namun juga menyembah Yesus. Ia tidak mempedulikan para pemimpin agama. Di depan mereka ia menyembah Yesus
📖 Pengantar Yohanes 10
Kita bersyukur memiliki Gembala Agung, Tuhan Yesus. Dia senantiasa memberi perhatian dan mengenal kita para domba-Nya. Pengenalan yang dalam ini membuahkan rasa nyaman dan aman. Sebagai domba, kita harus senantiasa mendengarkan suara-Nya agar kita tidak tersesat. Penyesatan kerap dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai "mesias". Mereka hadir dan memberikan berita sukacita, tetapi ujung-ujungnya akan "menyembelih" demi kepentingan mereka sendiri. Kalau ada yang asli, kenapa harus pilih yang palsu?