📌 Ringkasan sebelumnya : Amos 1
Nabi Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa. Ia bernubuat pada masa pemerintahan Uzia-raja Yehuda dan Yerobeam II-raja Israel, yaitu masa ketika kedua kerajaan itu mengalami kejayaan. Pada masa itu terjadi penyembahan berhala, kebejatan moral, korupsi, dan penindasan terhadap rakyat miskin. Amos dipanggil Tuhan untuk menyampaikan kabar penghukuman, namun sekaligus juga kabar keselamatan kepada Kerajaan Israel.
Amos memulai nubuatannya dengan menyatakan Tuhan yang ada dalam kemarahan-Nya yang digambarkan laksana singa yang mengaum. Auman Tuhan ditujukan kepada bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Allah menyatakan penghukuman kepada Damsyik dan Gaza atas empat perbuatan jahatnya. Penyebutan jumlah perbuatan jahat tersebut adalah ungkapan metaforis untuk menunjukkan betapa beratnya kejahatan yang telah mereka lakukan.
Menarik untuk kita melihat alasan yang membuat bangsa-bangsa itu dihukum. Semua alasan tersebut berkaitan dengan ketidakadilan yang mereka lakukan terhadap tetangga kerajaan di sekitar mereka. Tuhan adalah Allah Yang Mahaadil, maka wajarlah bila Tuhan bereaksi amat keras terhadap ketidakadilan.
Tuhan adalah Allah yang menyatakan kasih serta keadilan kepada semua orang dan atas seluruh bangsa di dunia. Tidak ada seorang pun yang dapat bersembunyi dan terluput dari tindakan keadilan-Nya atas dosa ketidakadilan yang telah dilakukan.
📖 Pengantar Amos 2
Tuhan menginginkan agar manusia hidup dalam cinta kasih serta ketaatan terhadap firman-Nya; namun, sering kali kita malah melakukan hal yang sebaliknya. Kita membenci sesama, dan kebencian itu merasuk serta merusak pemikiran dan tingkah laku kita. Kebencian itulah yang tampak dalam perbuatan bangsa Moab sehingga Tuhan menghukum bangsa itu.