📌 Ringkasan sebelumnya : Amos 2
Dosa bangsa Moab adalah mereka telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur. Banyak penafsir mengatakan bahwa tindakan tersebut untuk mengungkapkan kebencian yang amat mendalam bangsa Moab kepada bangsa Edom. Sekalipun raja Edom sudah mati, hal tersebut tidak menghentikan tindakan penghinaan mereka kepada sisa-sisa jenazahnya.
Benci hingga dibawa mati, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi antara Moab dan Edom. Inilah yang tidak disenangi oleh Tuhan sehingga menjatuhkan hukuman kepada Moab.
Dalam Amos 2:4 kita mulai melihat keadilan Tuhan juga dinyatakan kepada bangsa Yehuda. Bangsa ini dihukum atas ketidaksetiaannya kepada Tuhan. Mereka menolak hukum dan ketetapan Tuhan dan memilih menyembah ilah lain. Ketidaksetiaan bahkan terjadi turun-temurun. Yehuda yang seharusnya memberikan teladan akan ketaatan kepada Allah, justru berlaku sebaliknya. Ikatan perjanjian dengan Allah Abraham, Ishak, dan Yakub lagi-lagi diingkari.
Dari peristiwa yang dinubuatkan terhadap kedua bangsa ini kita melihat bahwa hal yang membuat hati Allah berdukacita adalah kebencian serta pengkhianatan kepada-Nya. Kebencian adalah pengingkaran terhadap kasih Allah yang diberikan kepada umat manusia, yang harusnya diekspresikan lewat kasih kepada sesama. Begitu juga dengan ketidaksetiaan, bukan hanya kita mengingkari kasih Allah, lebih lagi kita menolak pribadi-Nya.
📖 Pengantar Amos 3
Bayangkan Israel ketika mendengarkan nubuat Amos. Mula-mula mereka mengiyakan segala berita penghukuman kepada bangsa-bangsa sekeliling mereka, termasuk kepada Yehuda saudara mereka. Namun, ketika tudingan ditujukan kepada mereka, lain lagi ceritanya. "Bukankah kami umat pilihan, masakan kami juga dihukum?", demikian protes Israel.