📌 Ringkasan sebelumnya : Matius 19
Perceraian adalah masalah klasik yang telah berlangsung sejak dahulu sampai sekarang. Pada masa lampau, alasan perceraian adalah seorang suami atau istri selingkuh atau melakukan perzinaan. Sedangkan di masa kini, alasan perceraian selalu dikaitkan dengan ketidakcocokan satu dengan lainnya.
Kemana pun Yesus mengajar dan melakukan penyembuhan, Ia selalu diganggu oleh rohaniwan Yahudi. Salah satunya adalah kelompok Farisi. Kaum Farisi yang datang mencobai Yesus berasal dari aliran yang berbeda, yakni: aliran Shammai dan Hillel. Mereka mengajukan pertanyaan yang menjebak tentang perceraian dengan menambah kata "dengan alasan apa saja".
Dengan kata tersebut seolah-olah perceraian mudah mendapat dasar hukumnya.
Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka, melainkan mengembalikan fungsi utama sebuah perkawinan dalam konteks penciptaan. Di sini, Yesus mengingatkan kaum Farisi bahwa perkawinan bukan kontrak sosial, melainkan memiliki unsur kerohanian yang diikat dalam kekudusan nama Allah. Karena kedegilan hati manusia, perceraian seolah-olah "diizinkan" Allah, padahal tidak sama sekali.
Menanggapi kerumitan dalam perkawinan, para murid Yesus menyarankan lebih baik selibat saja. Persoalan seseorang memilih tidak menikah bukan perkara mudah. Banyak faktor lain yang menjadi sebab musababnya. Jadi, tidak bisa serta-merta melihat satu persoalan yang rumit dengan menarik kesimpulan yang dangkal. Di sini harus ada hikmat Allah untuk dapat memahami hal itu.
Tujuan Allah menciptakan manusia sepasang bukan untuk memiliki keturunan saja, tetapi juga menemukan belahan jiwanya. Dengan pasangannya, mereka dapat bertumbuh dalam kasih, keadilan, dan kebenaran Allah menjadi keluarga yang kudus dan diperkenan Allah. Jika prinsip ini diterapkan sepenuh hati, mustahil terjadi perceraian.
📖 Pengantar Matius 20
Melanjutkan pengajaran-Nya tentang perbuatan baik, Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang pekerja kebun anggur untuk menjelaskan prinsip yang berlaku di dalam Kerajaan Allah. Yesus menunjukkan keutamaan atau mutu hidup yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menjadi bagian dari Kerajaan Allah. Ini bukan perkara mudah, sebab sangat terkait dengan sifat dasar setiap orang, yakni ego atau keakuan. Dalam hal ini benarlah apa yang dikatakan oleh orang-orang bijak: musuh utama dari setiap orang adalah dirinya sendiri.
Jangan lupa subscribe, like & share channel ini agar menjadi berkat bagi semua. Amin
#biblestudy #gbiprj #gbiprjck7