📌 Ringkasan sebelumnya : Kisah Para Rasul 1
Kisah Para Rasul adalah kitab kedua yang ditulis Lukas untuk Teofilus yang merupakan tokoh terkemuka berkebangsaan Romawi. Keterangan awal ini memberikan petunjuk ringkas tentang kitab pertama yang ditulis oleh Lukas mengenai Injil Yesus.
Mengapa Lukas memulai pasal pertama dalam buku keduanya dengan menyinggung nama Teofilus? Lukas bermaksud memberikan penjelasan lanjutan dan kesaksiannya yang bertujuan untuk menuntun dan menguatkan Teofilus. Selain Teofilus, Lukas juga ingin memperlihatkan kepada semua orang percaya bahwa Roh Kudus adalah kuasa Allah yang dicurahkan dalam hidup manusia.
Melalui kuasa Roh-Nya, Allah terus-menerus berkarya melalui kehidupan orang percaya untuk melanjutkan karya keselamatan dalam Yesus. Karya keselamatan-Nya sungguh mahaagung dan mahabesar. Bahkan melampaui ruang, waktu, dan batas dalam kehidupan manusia. Cara kerja Allah ini mungkin tidak dimengerti oleh pengetahuan dan akal budi manusia. Sebab manusia memiliki keterbatasan dalam memahami keajaiban karya Allah. Karena itu, Allah mencurahkan Roh Kudus untuk membimbing dalam kebenaran, memberdayakan potensi manusia, dan menguatkan orang percaya untuk bersaksi tentang Kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya.
Kesaksian seperti apa yang diwartakan oleh orang percaya? Mereka memberitakan kelahiran, penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke surga. Untuk karya penyelamatan itulah, Allah memberikan kuasa-Nya kepada orang percaya untuk menjadi saksi Kristus di dunia, mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.
📖 Pengantar Kisah Para Rasul 1
Pentakosta adalah satu dari tiga hari raya utama yang dirayakan umat Allah di dalam Perjanjian Lama. Umat berkumpul dan beribadah pada hari pertemuan kudus ini, sehingga tidak ada yang melakukan pekerjaan berat. Pentakosta dirayakan pada hari kelima puluh setelah Paskah.
Karena itulah, kita menemukan dalam teks ini bahwa orang-orang saleh berkumpul untuk turut serta dalam perayaan Pentakosta. Mereka adalah orang saleh Yahudi yang berasal dari berbagai bangsa. Artinya, Yerusalem sedang dipenuhi oleh banyak orang dari beragam negeri.