π Ringkasan sebelumnya : Yohanes 15
Dalam perumpamaan ini, ada dua hal penting yang berkaitan dengan sudut pandang Perjanjian Lama yang perlu kita ketahui. Pertama, sekali lagi Tuhan menyebut diri-Nya dengan βAkulahβ, suatu ungkapan yang menegaskan ke-Allah-an-Nya sebab itulah kata-kata Yahwe sendiri tentang diri-Nya. Kedua, Yesus menyebut diri-Nya sebagai Pokok Anggur yang benar. Dalam Perjanjian Lama, Israel disebut sebagai kebun anggur Allah dan juga pokok anggur milik Allah. Tetapi, Israel gagal menjadi pohon anggur yang mengeluarkan buah yang baik sehingga Allah membuangnya.
Ketika di pasal 8 Yesus meninggalkan bait Allah, di pasal-pasal berikutnya Yesus jelas mencurahkan perhatian untuk membentuk sekelompok umat yang sungguh mengenal Allah. Kini Dia menyebut diri-Nyalah Pokok Anggur yang benar. Semua yang seharusnya ada pada Israel, namun gagal, kini digenapi sempurna di dalam kehidupan taat, kudus, dan hubungan akrab Yesus dengan Allah. Jadi, semua pengikut-Nya di dalam dia dan bersama Dia adalah Israel baru.
Umat yang baru telah Tuhan ciptakan, dan kini adalah panggilan Allah untuk mereka agar berbuah lebat. Inilah yang Yesus kehendaki: para murid tinggal di dalam Yesus sebagaimana Ia di dalam para murid; firman-Nya tinggal di dalam para murid; para murid tinggal di dalam kasih-Nya, sebagaimana Ia tinggal di dalam kasih Bapa; dan, sukacita-Nya tinggal di dalam para murid. Dengan demikian, para murid β termasuk kita β dapat berbuah banyak dan menunjukkan bahwa kita adalah benar murid-murid Yesus. Selain janji tersebut, bagian ini juga mengandung peringatan keras. Seperti halnya Bapa yang menanamkan carang pada pokok anggur itu dan yang membersihkannya agar berbuah lebat, Bapa juga yang akan mengerat dan membuang carang yang tidak berbuah. Buah di sini bisa diartikan sebagai buah moral, kasih dan pelayanan yang melaluinya terungkap adanya kesatuan dengan Yesus. Karena itu, janji "mintalah apa yang kamu kehendaki" harus dimengerti dalam pengertian bahwa janji itu ditawarkan kepada para murid yang tinggal di dalam Sang Pokok Anggur demi menghasilkan buah.
π Pengantar Yohanes 16
Setiap orang yang mengikut Yesus akan menghadapi perlawanan dari dunia. Ini merupakan konsekuensi yang harus dihadapi oleh orang yang berpaut dengan Kristus. Mengapa Yesus merasa perlu memberitahu murid-murid-Nya mengenai perlawanan yang akan mereka hadapi? Sebab Yesus akan segera pergi kepada Bapa. Oleh karena itu, Yesus harus mempersiapkan para murid untuk menghadapi segala sesuatu sepeninggal Dia