• Ps. Ferry Felani
  • 07 Juli 2019
  • 2PM - Pk. 14.00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

HIDUP DALAM TERANG

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan” (Ef. 5:8-10).

Jika kita dulu hidup dalam kegelapan, idealnya kini adalah kita hidup dalam terang Tuhan. Namun, masih banyak orang percaya yang hidupnya dalam gelap (hubungan putus dengan Dia, berbuat banyak hal kurang berkenan, tidak melakukan kehendak-Nya, & lain-lain). Bahkan ketika hidup sungguh-sungguh dalam terang, Iblis berusaha menghancurkan & menarik kita untuk kembali hidup dalam dosa. Tetapi jika si jahat saja tidak mau menyerah, kita pun sebagai anak Tuhan seharusnya jangan pernah mau menyerah.

Banyak anak Tuhan salah memahami arti menjadi terang misalnya di kampus, sekolah, ataupun tempat kerja, yaitu sekadar menjadi berkat. Padahal panggilan menjadi terang bukanlah cuma jadi BERKAT, melainkan panggilan untuk siap menjadi PEMIMPIN di tengah-tengah generasi ini! Sebab esensi dari terang adalah memimpin. Saat terang ada, kegelapan sirna. Apakah gaya hidup terang ada dalam kita? Apakah mengaku anak-anak terang tapi hidup dalam dosa?

Banyak juga anak muda terutama zaman ini yang penampilan luarnya kelihatan rohani serta pelayanan, ternyata memiliki cara-cara untuk berbuat dosa. Tetapi untuk sungguh-sungguh melayani Tuhan, mereka merasa & berpikir tidak punya cara untuk kreatif bagi-Nya. Jangan juga sampai seperti ini: dulu hidup dalam terang, sekarang malah hidup dalam gelap! Hidup dalam terang memang tidak mudah, sebab banyak tantangannya. Ada orang-orang yang seharusnya hidup dalam terang, tetapi memilih hidup dalam dosa. Banyak orang masih bebal, sudah tahu kebenaran, tapi tetap jahat, tidak mau berubah. Orang yang tidak mau berubah akan berada dalam kondisi yang salah lebih lama. Orang yang tidak bebal, akan cepat mengatasi masalahnya & mengalami percepatan dari-Nya.

“Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad” (Mat. 13:21). “Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad” (Luk. 8:13). Jika kita tidak berakar dalam Dia, kita akan bertahan sebentar saja dalam iman.

“Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang” (Ef. 5:11-13). Iblis ingin tarik kita balik dan kompromi dalam dosa, tidak mau kita maju. 3 penyebab stres dalam hidup adalah: Konflik, Kompetisi, dan Kompromi. Jika kita kompromi dengan kegelapan dan dosa, kita pasti cenderung stres. Tegaslah sebagai pria maupun wanita terhadap dosa! Jika kita mengandalkan firman, Roh Kudus akan menuntun dari dalam diri kita.

Bangunlah harga diri, kompetensi, dan hidupmu dengan baik dalam terang. Tinggalkan dosa. Tuhan akan menyediakan berkat, kebahagiaan, dan sukacita bagimu. Percayalah kepada-Nya bukan sebentar saja, melainkan sampai selama-lamanya, dengan cara berakar dalam firman, kebenaran, & Tuhan Yesus Kristus supaya pertahanan iman kita tidak rubuh. Miliki prinsip yang benar supaya kita tidak menyesal dalam hidup.

“Itulah sebabnya dikatakan: ‘Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.’ Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Ef. 5:14-16). Tidak semua orang Kristen mau bangun & bangkit, punya roh yang menyala-nyala. Tetapi Tuhan perintahkan kita memperhatikan cara hidup, hati, dan pikiran. “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan” (Ef. 5:17). Orang yang punya visi, akan bisa atur prioritas dan hidup fokus, tahu mana yang harus ditinggalkan. Mengerti kehendak-Nya harusnya mudah, sebab yang membuat susah adalah diri sendiri. Orang bodoh adalah yang tidak mengerti kehendak-Nya, sebab Dia lebih rindu memberitahu rencana-Nya bagi kita.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"