• Pdt. DR. Leonardo A. Sjiamsuri, MBA, M.Th
  • 30 Juni 2019
  • Ibadah Raya II - Pk. 09:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

HIDUP BUTUH SELA

Dalam sebuah perlombaan balab mobil Formula 1, mobil tersebut tidak mungkin terus menerus memutari sirkuit, tetapi ada saat nya mobil tersebut harus memasuki pit stop, dimana tempat itu yang akan melakukan pergantian bagian-bagian yang rusak dari mobil tersebut. Seperti hidup, kita tidak bisa hidup dengan melakukan rutinitas untuk bekerja secara terus menerus tanpa melakukan istirahat. Dalam hidup kekristenan juga kita harus istirahat yang artinya tidak terus menerus sibuk dalam pelayanan, tetapi harus beristirahat dari palayanan. Dalam alkitab istilah alkitab di sebut dengan SELA. Sela artinya istirahat / berhenti sesaat. Seperti dalam sebuah lagu adalah berhenti sesaat untuk menaikkan tinggi rendahnya nada dari lagu tersebut untuk mempersiapkan nada berikut nya.

Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya. (3-2) Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; (3-3) banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." Sela (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (Maz. 3:1-3). Dari ayat 1-3, Daud sedang memfokuskan dirinya pada masalah yang menimpa dirinya, dan sesaat itu juga daud melakukan SELA (Istirahat) dan beralih fokus kepada Tuhan (ayat ke 4). Dari ayat firman Tuhan di atas, kita belajar dari Daud yang melakukan SELA, dan beralih fokus kepada Tuhan dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan. Dalam menghadapi hidup ini kita sering di hadapi malasah dan rasa takut, kita tidak dapat memaksakan untuk terus berjalan dan berputar-putar dalam masalah tersebut, tetapi kita perlu berhenti sejenak untuk beristirahat mencari Tuhan dan berfokus kembali kepada Tuhan. Dalam menghadapi masalah adakalanya kita tidak dapat melakukan apapun, tetapi kita perlu Sela dan satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah DOA.

Terkadang kita di ijinkan oleh Tuhan untuk mengalami masalah demi masalah, karena Tuhan ingin kita kembali kepada Dia dan melakukan SELA dalam hidup kita. Banyak orang yang tidak dapat melakukan SELA, tidak mau berisitirahat sejenak dan terus berusaha dengan mengandalkan kekuatannya sendiri, karena mereka menganggap dengan terus mengandalkan kekuatannya ia dapat menyelesaikan masalahnya. Namun pada kenyataannya mereka semakin terpuruk dalam masalahnya.

Manusia di ciptakan pada hari ke-tujuh, dan bagi manusia hari ke-tujuh adalah hari pertama. Hari ke-tujuh adalah hari SABAT, dimana pada hari Sabat Manusia di ciptakan dan Tuhan ingin Manusia memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. artinya bagi manusia, hal yang paling utama yang harus di lakukan oleh manusia untuk mengawali segala sesuatu adalah dengan membangun hubungan intim dengan Tuhan.

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. (Luk. 5:12-16). Yesus sendiri melakukan Sela (ayat 16), disitu kita harus belajar dari Yesus, bahwa kita harus sadar apa yang kita lakukan dan apa yang kita miliki saat ini adalah datang nya dari Tuhan. Pekerjaan atau Pelayanan yang kita jalani asalnya dari Tuhan, dan saat Tuhan meminta kita untuk berhenti untuk Sela, kita harus memahami dan mentaati. Dengan Waktu sela yang kita lakukan, disitulah kita mulai memiliki hubungan intim dengan Tuhan.

Tips agar kita dapat melakukan SELA dari kesibukan kita adalah memiliki Kemauan terlebih dahulu. Setelah kita memiliki kemauan, kita bisa menemukan waktu demi waktu diantara kesibukan kita sehari-hari. Baik itu di pagi hari, waktu kita sedang menunggu, dalam perjalanan melewati kemacetan atau waktu-waktu senggang kita.

Saat kita sudah memiliki waktu untuk Sela, yang harus kita lakukan adalah Jangan mengerjakan apapun, Relaks dan Fokus kan diri kepada Tuhan Seperti yang dilakukan Daud. Dengan melakukan Sela, kita sedang melakukan kehendak Tuhan. Kita harus paham bahwa dalam hidup, kita perlu waktu bersama dengan Tuhan. Dengan Sela hidup kita akan lebih memiliki damai sejahtera, lebih intim dengan Tuhan, dan kita akan lebih dapat mengerti kehendak Tuhan dalam kita. Amin.!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"