• Pdm. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
  • 06 Januari 2019
  • Ibadah Raya I - III & V - Pk. 07:00, 09:00, 11:30 & 16:30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Pengampunan

Tahun 2019 adalah tahun kelahiran yang baru ( The Year of A New Birth). Sesuatu akan dilahirkan, karena itu taat saja, seperti Tuhan berbicara kepada Musa. Masuk tahun 2019 harus memiliki hati yang bersih, harus menjaga hati dan hidup dalam pengampunan. Pengampunan dengan penghukuman harus dibedakan.

”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”(Amsal 4: 23). “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Mat.6:14-15)

Hati kita harus bersih, karena hidup ini akan terpancar melalui hati kita. Pengampunan adalah langkah yang harus dilakukan oleh orang percaya untuk terpancar kehidupannya melalui hati yang bersih.

“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." (Mat. 18:21-35)

Ayat diatas menjelaskan sebuah perumpamaan Tuhan Yesus perihal bagaimana memberikan pengampunan kepada orang yang mempunyai hutang atau kesalahan. Kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, jika tidak maka tempatnya adalah Neraka.

Enam (6) Hal Penting mengapa kita harus mengampuni?

1. Mengampuni supaya kita diampuni (Mat.6:12; Roma 3:23; Roma 6:23a; Mikha 7:19)

“dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami (Mat. 6:12) 

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”(Roma 3:23). “Sebab upah dosa ialah maut”(Roma 6:23a). “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.” (Mikha 7:19). John D. Rockefeller (orang terkaya dalam hidupnya, ada 6 kata yang diakui dalam hidupnya, ia sangat rendah hati yaitu “Saya mengaku saya telah melakukan kesalahan.” Kerendahan hati akan memudahkan hidup kita, ampuni orang lain karena kita juga pernah melakukan kesalahan. 

2. Mengampuni supaya doa kita didengar Tuhan (Mark.11:25)

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Mrk.11:25). Doa kita baru akan mempunyai kuasa jika kita mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

3. Mengampuni ibadah kita diterima Tuhan (Mat.5: 23-24; Efs. 4:26)

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”(Mat.5:23-24). Ibadah yang kita lakukan akan berkenan kepada Tuhan ketika kita sudah mengampuni orang yang melakukan kesalahan pada kita.

4. Mengampuni membawa persahabatan ( Amsal 17:9)

“Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib.”(Ams. 17:9)

5. Mengampuni membawa sukacita

6. Mengampuni itu memulihkan dan menyembuhkan (2 Kor 2: 5-7)

“Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya--supaya jangan aku melebih-lebihkan--,hati beberapa orang di antara kamu. Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat.”(2 Kor. 2:5-7)


"TUHAN YESUS MEMBERKATI"