• Pdp. Marcos Tampubolon, SE
  • 30 Desember 2018
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

JOYFUL CHRISTMAS

“Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:” ( Luk. 2:10). Menurut ayat ini ada kesukaan yang besar bukan yang biasa-biasa yaitu Yesus Kristus.

Alasan kenapa tidak merasakan kesukaan yang besar, yaitu :

1. Tidak ada tempat / ruang

“dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk. 2:7). Menurut ayat ini bahwa tidak ada tempat di rumah penginapan dan untuk melahirkan sehingga terpaksa melahirkan di kandang domba dan bayi Yesus dibaringkan di dalam palungan. Kadang kala bagi kita tidak ada tempat untuk menaruh Yesus di ruang kehidupan kita dan menaruh Yesus di luar kehidupan kita. Kita kadang tidak dapat memisahkan mana yang harus kita buang tetapi karena masih merasa sayang sehingga kita tidak mau membuang akibatnya Yesus tidak dapat bekerja dengan leluasa. Kita harus mensortir hubungan kita dengan orang lain sehingga Yesus dapat bekerja dan suatu saat Tuhan minta kita melepaskannya agar ada tempat buat Tuhan. “Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."(2 Raj. 4:9-10). “Elisa telah berkata kepada Gehazi: "Cobalah katakan kepadanya: Sesungguhnya engkau telah sangat bersusah-susah seperti ini untuk kami. Apakah yang dapat kuperbuat bagimu?..." (2 Raj. 4:13a). Kita harus menyediakan ruang buat Tuhan sehingga ada penggenapan janji-jani Tuhan. “Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.” (Luk. 19:5-6). Seperti Zakheus yang bersegera turun dan menerima Yesus, kita juga harus bersegera menerima Yesus sehingga seperti Zakheus yang menerima pemulihan. Awalnya Zakheus seorang yang sibuk tetapi dia mau memberikan waktunya dan ruang untuk Yesus.

2. Berpengetahuan tetapi tidak tertarik dengan hubungan

 “dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:” (Mat. 2:2-5). Menurut ayat ini mereka tidak mengenal siapa Yesus. Oleh karena itu kualitas rohani seseorang itu tergantung dari pengenalan akan Tuhan jangan hanya sekedar pengetahuan saja tetapi harus ada hubungan. Jangan sok kenal dengan Tuhan tetapi tidak pernah baca alkitab atau tidak pernah menanyakan kepada Tuhan. Jangan hanya tahu pengetahuan tetapi tidak mempunyai hati untuk Tuhan.

Sikap orang-orang Majus :

1. Mereka tidak tahu Firman hanya berdasarkan bintang tetapi mau mencari Yesus

2. Rela berkorban, menempuh jalan yang jauh pergi dan pulang (bertolak belakang dengan iman dan ahli taurat)

3. Mereka menyembah Yesus sekalipun :

a. Bayi yang tidak berdaya

b. Melihat tempat dilahirkan (rumah bukan istana)

4. Mereka memberikan persembahan terbaik (emas, kemenyan, mur)

5. Taat dalam tuntunan Tuhan (bintang, konfirmasi imam, mimpi)

3. Merasa terganggu

Sikap Herodes :

1. Dia bertanya tentang Firman untuk kepentingan pribadi, bukan karena cinta

2. Dia ingin membunuh Yesus karena terganggu kehidupannya dan menganggap sebagai ancaman.

4. Banyak orang mau Kejar Berkat tapi tidak mau Pikul Salib

Marilah kita menyediakan ruang untuk Tuhan, membangun hubungan dan berkomitment dengan Tuhan, jangan merasa terganggu dengan kehadiran Tuhan dan jangan hanya ingin berkat tetapi tidak mau menerima Tuhan dengan sungguh-sungguh. Amin.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"