• Pdt. Petra Fanggidae, M.Div. M. Th
  • 02 Desember 2018
  • Ibadah Raya I - III & V - Pk. 07.00, 09.00, 11.30 & 16.30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

BERSYUKUR DALAM SEGALA KEADAAN

Dalam hidup ini, ada 2 hal yang tidak dapat dipisahkan, yaitu kebaikan dan keburukan. Semua hal baik yang kita alami dalam hidup ini, kita akan berkata Tuhan itu baik, dan orang yang tidak mengenal Tuhan sekalipun jika mengalami hal yang baik, akan berkata Tuhan itu baik. Tetapi sebaliknya, apakah kita masih bisa berkata Tuhan itu baik jika kita mengalami hal yang buruk/tidak kita senangi?

Kualitas rohani kita baru akan terlihat di saat hal yang tidak baik terjadi dalam hidup kita, tetapi masih dapat bersyukur dan berkata TUHAN itu baik. Kualitas rohani seperti inilah yang membuat Iblis tidak akan mampu menyerang. Sikap seperti apa yang harus ada pada kita agar kita mampu memiliki hati yang bersyukur dan tetap dapat berkata Tuhan itu baik dalam segala keadaan:

1. Jangan Terus Melihat Masa Lalu

 "Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih" (Bil. 11:4-5). Keadaan orang Israel yang suka membandingkan keadaan masa lalu dan tidak bersyukur dengan keadaan sekarang. Apa pun keadaan masa sekarang, kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan dan tidak membandingkan hal-hal yang sudah lampau. Jangan ingat masa lalu! Hidup kita harus move on, artinya dalam hidup kita, tidak perlu mengingat apa yang pernah kita lewati di masa lampau, tetapi kita harus dapat bersyukur dan menikmati kebaikan Tuhan di masa sekarang ini.

2. Sadar Bahwa Pertolongan Tuhan Tepat Pada Waktunya

 "'Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.' Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah. Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng. Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ" (Bil. 11:6-9). Ayat ini membuktikan bahwa ada pemeliharaan Tuhan, sekalipun keadaan sulit. Berkat dan anugrah Tuhan bukan hanya berkat yang kelihatan, tetapi ada berkat yang tidak terlihat yang Tuhan berikan. Dalam keadaan apa pun, kita harus sadar bahwa Tuhan mampu memelihara dan menolong tepat pada waktunya sesuai dengan kebutuhan kita.

3. Jangan Mengeluh. Tetaplah Berpikir Positif dan Berkata Positif

" Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan. Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku" (Bil. 11:13-15). Dalam keadaan apa pun, janganlah kita mengeluh dan memperkatakan hal yang buruk, tetapi kita harus tetap berpikir positif dan memperkatakan hal yang positif. Dalam keadaan apa pun tetaplah bersyukur.

4. Jangan Ragukan Kuasa Tuhan

"'Tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak--karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?' Tetapi kata Musa: 'Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya! Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?' Tetapi TUHAN menjawab Musa: 'Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak'" (Bil. 11:20-23)! Terkadang kita meragukan kemampuan Tuhan untuk menolong kita karena kita terlalu banyak menggunakan logika kita, tetapi Tuhan ingin kita tetap berharap kepada-Nya.

5. Tuhan Mampu Memenuhi Kebutuhan Kita

 "Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi. Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu--setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer--,kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan" (Bil. 11:31-32). Tuhan ingin kita taati perintah-Nya dan tetap bersyukur atas kondisi apa pun, janganlah kita menjadi orang rakus dan mengeluh kepada Tuhan.

Kita harus memiliki hati yang tetap mengucap syukur dalam segala hal dan keadaan. Tuhan mengajarkan kita untuk dapat tetap bersyukur dengan cara tidak melihat masa lalu dan move on. Kita tetap percaya bahwa Tuhan akan terus memelihara hidup kita. Jangan mengeluh pada keadaan, tetapi tetaplah berpikir dan memperkatakan hal yang positif, dan jangan kita meragukan pertolongan Tuhan karena Dia akan selalu mampu memenuhi kebutuhan kita. Amin.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"