• Ps. Indri Gautama
  • 25 November 2018
  • Ibadah Raya III - Pk. 11.30 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

THE MYSTERY OF THANKSGIVING (KONSEKUENSI NEGATIF TIDAK MENGUCAP SYUKUR)

Biasanya, November di Amerika adalah bulan mengucap syukur, banyak keluarga pun di sana berkumpul untuk makan bersama. Betapa pentingnya ucapan syukur. Kunci bagaimana kita bisa hidup sukses dan berhasil sebagai anak-anak Tuhan, salah satunya adalah terus-menerus mengucap syukur di dalam hidup ini, meskipun tidak ada hal di luar diri yang mendorong ataupun situasi yang mendukung untuk bersyukur. Allah tetap baik.

Dalam hidup mungkin punya banyak keluh-kesah, pergumulan, kekecewaan, atau sakit-penyakit, dan ekonomi yang kurang baik. Tetapi apakah kita masih bisa mengucap syukur? Apa kata firman Tuhan tentang orang-orang yang tidak mengucap syukur kepada Tuhan, Pencipta mereka? Apa saja akar pemberontakan total kepada Allah Pencipta? ? Roma 1:21-32. "Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap" (Rm. 1:21).

Tidak ada orang yang dilahirkan menjadi bodoh, tetapi kita akan menjadi bodoh jika kita tidak memuliakan Allah atau tidak tahu cara mengucap syukur kepada Allah. Bahkan orang-orang yang memuliakan Tuhan seharusnya tahu cara mengucap syukur! Let the redeemed of the Lord say so. Orang-orang yang menerima penebusan dari Tuhan pasti bersyukur. "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan" (Mzm. 107:1-2).

Mengapa ucap syukur berturut-turut? ? Mzm. 136:1-3. Itulah tanda kita menyembah-Nya. SO then, WHY DO WE GIVE THANKS? Apa dasar kita mengucap syukur?

• Keintiman kita dengan Tuhan, karena Dia adalah Tuhan

• Kita menunjukkan rancang bangun kebudayaan kerajaan Allah (Flp. 2:10-11, Rm. 14:11), kontradiksi dengan rancang bangun kebudayaan kerajaan Iblis. Rancang bangun kerajaan Iblis: kesombongan, hawa nafsu, dan keserakahan (1 Yoh. 2:15-17)

• Hidup penuh ucapan syukur pada Tuhan menunjukkan kondisi kita tidak bergantung pada situasi, kondisi, lingkungan kita, materialisme & kenikmatan dunia yang berada di luar kita, tetapi hanya kepada Tuhan. Jangan menempel pada hati dan pikiran yang materialistis, tetapi menempel pada Sumber berkat saja, yaitu Tuhan sendiri

Bagaimana melatih diri kita terus memuji Tuhan dan mengucap syukur pada-Nya? ? Mzm. 34:1-4.

1. Secara intensional atau sadar dan sengaja untuk terus cek pikiran: apakah saya ini reaktif digerakkan otomatis oleh otak kadal (yang defensif) atau otak kiri yang aktif? Otak kita terdiri dari tiga bagian ? rasional, emosi, dan insting (naluri). Dan tanpa melibatkan Roh Kudus, kita akan cenderung mengaktifkan otak kadal

2. Tata pikiran kita dengan pikiran teratur yang menyenangkan Tuhan (Flp. 4:6-8)

KONSEKUENSI NEGATIF dari HIDUP yang TIDAK MENGUCAP SYUKUR:

• Tidak bisa melihat peluang ilahi di hadapan kita (Ef. 1:3, 2 Ptr. 1:3-4)  

• Fokus kita pada perbuatan orang, bukannya pada proses pekerjaannya Tuhan. "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar" (Kej. 50:20)

• Kita akan mendambakan sikon yang nyaman lebih daripada mendambakan hidup yang hanya dipuaskan oleh Tuhan (Kis. 16:19-24)

• Kita akan memberi kesempatan pada Iblis yang beroperasi dalam hawa nafsu, keserakahan, serta kesombongan kita (Yes. 14:12-14)

• Kita membuat orang sekitar menjauh dari kita

• Kita menjadikan hadirat Tuhan menjauh dari kita. "Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel" (Mzm. 22:3)

• Allah tidak bisa percayakan berkat-berkat-Nya yang melimpah-limpah kepada kita

• Kita akan menderita tawar hati, berkecil hati, mudah putus asa, dan akhirnya depresi. "Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran" (Yak. 1:17)

• Kita akan kehilangan tujuan hidup termulia dari Tuhan (Why. 4:10-11)

Janganlah pernah gagal dalam mengucap syukur kepada Tuhan. Pilihlah untuk mengucap syukur lebih daripada memilih untuk khawatir. Orang yang mengucap syukur kepada-Nya akan dibalas dan diberkati oleh Tuhan juga dengan ucapan syukur dari orang-orang kepadanya. Orang yang mau memuji dan mengucap syukur pun akan disertai oleh Allah. Jadilah anak-anak Allah yang selalu mengucap syukur.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"