• Ev. Gina Dharmawan
  • 25 November 2018
  • Ibadah Raya II - Pk. 09:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Thanksgiving (Mengucap Syukur)

Memasuki November minggu keempat, orang-orang Amerika merayakan Thanksgiving (masa bersyukur) berdasar sejarah pada Musim Gugur tahun 1621 di Massachusetts atas perayaan perdana jamuan syukur masa tuaian (the Colonial Pilgrims 1621 Harvest Meal) yang mana pada tahun 1941 dideklarasikan sebagai hari Libur Nasional di Amerika untuk peringatan berkumpul keluarga & kerabat menjelang Natal. 

Namun, Thanksgiving atau masa mengucap syukur bagi kita orang Indonesia, anak-anak Tuhan, tidak perlu menunggu November saja, tapi harus ada tiap hari. "Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku" (Mzm. 103:22)! Memuji Tuhan dengan jiwa berarti bukan hanya lewat mulut, tapi juga segenap perasaan & pikiran, baik saat susah maupun senang, tetap memuji Tuhan. Kita bisa mensyukuri hidup & memuji Tuhan dengan menuai jiwa. "Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita" (Mzm. 34:2).

Tidak akan ada Thanksgiving tanpa tuaian. Mari lihat makna rohaninya. Kita pun sedang menghadapi masa penuaian. "Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai" (Yoh. 4:35). Itu pun sesuai empat jenis kelahiran berdasar pesan dari Gembala Sidang kita, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo:

• KELAHIRAN PENTAKOSTA KETIGA -> kita harus all out, mengerahkan segalanya menghadapi peperangan dalam hidup.

• KELAHIRAN BARU bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus -> kita harus menuai jiwa-jiwa. Orang-orang belum mengenal Yesus karena belum pernah bertemu orang Kristen & bertobat, ataupun sudah bertemu dengan orang Kristen dan malah kecewa karena teladan yang tidak mencerminkan Kristus.

• KELAHIRAN GENERASI YEREMIA -> sensus Indonesia menunjukkan bonus demografi usia muda produktif besar-besaran. Tuhan pun saat-saat ini sedang berfokus pada generasi anak-anak muda. Kita tidak akan bisa menyelamatkan generasi ini kalau kita tidak mengerti perbedaan-perbedaan yang ada dan tidak mau berbicara dengan bahasa mereka.

• KELAHIRAN PASUKAN GIDEON -> prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa & tidak memandang berkat saja.

Kadang cara kita melihat berbeda dengan cara Tuhan melihat terhadap tuaian jiwa-jiwa di sekitar kita. Kalau kita belum menuai jiwa, mungkin kita terlalu eksklusif, belum menjangkau & bergaul dengan mereka. Atau, kalau kita belum menuai jiwa, mungkin kita masih memiliki & menunjukkan teladan yang salah. Jadi, milikilah sikap hidup yang benar.

Kita tidak akan bisa jadi pemenang dalam kehidupan jika tidak mengandalkan Tuhan. Sebab peperangan kita bukanlah melawan darah & daging, melainkan roh-roh jahat di udara. "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" (Ef. 6:12). Fokuslah pada kemenangan, bukan pada orang-orang lain. Fokuslah juga pada firman Tuhan, bukan hanya pada para pembicara firman. "Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya" (Mzm. 130:5). Anda harus memilih: Mau ada kemajuan atau alasan? Jika mau maju, tidak mau menerima alasan apa pun. Jika mau alasan, tidak akan maju-maju. 

Anda harus masuk peperangan & menuai jiwa dalam hidup ini dengan bersukacita. "Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita" (Yoh. 4:36). Sukacita bukannya tidak ada penderitaan atau hal-hal yang menyedihkan, melainkan adanya kehadiran Tuhan pada saat kita mengalami hal apa pun (Mzm. 126:3-6). Sukacita (JOY) itu berbeda dengan bahagia (HAPPINESS). Sukacita merupakan buah Roh, sedangkan bahagia bukanlah buah Roh. Sukacita pun berarti ucapan syukur (gratitude, thanksgiving), nilainya jauh lebih matang daripada sekadar bahagia. Bahagia itu cuma tersenyum saat matahari bersinar. Bersukacita adalah tetap menari, menyanyi meskipun di tengah badai hidup ataupun hujan yang lebat. "Bersukacitalah senantiasa" (1 Tes. 5:16). Bahagia pemicunya dari luar, tetapi sukacita dilatih terus-menerus dan proses dari dalam diri. "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan" (Rm. 15:13). 

Sudahkah kita menuai jiwa? Mari menuai jiwa dengan bersukacita. Sebab satu orang yang bertobat membuat surga bersukacita & seisi rumah diselamatkan. "Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat" (Luk. 15:10). "Jawab mereka: 'Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu'" (Kis. 16:31). Mari berjuang dengan sekuat tenaga dan sukacita, terutama untuk menuai jiwa-jiwa.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"