• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Willy Santoso, BSc.
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

PENDAHULUAN. 

Tahun 2020 yang lalu adalah tahun yang tidak biasa karena adanya pandemi Covid-19, namun kita patut bersyukur bahwa ada penyertaan Tuhan yang selalu bersama kita. Dan memasuki Tahun 2021,  ada visi yang disampaikan oleh Gembala Sidang Pak Niko. Visi ini diberikan bukan hanya sebagai sebuah tuntunan namun juga adalah suatu proses pembentukan agar  kita semakin layak di hadapan Tuhan.

Amsal 29 : 18a Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.

Proverbs 29 : 18a Where there is no vision, the people will perish.

Visi ini sangat penting agar kita tidak liar. 

Ada pesan dan visi Tuhan yang disampaikan oleh Gembala Sidang, dan diantaranya misalnya adalah :

Tahun 2017 Tahun Mujizat Penuaian. Berperan aktif dalam penuaian jiwa bagi Kerajaan Allah. Dalam tahun ini juga kita persiapkan jalan bagi pemulihan keluarga dengan terbentuknya Dad's For Life.

Tahun 2018 Tahun Permulaan Yang Baru. Makna kita ada di dunia ini adalah untuk melayani Tuhan.

Tahun 2019 Tahun Kelahiran Yang Baru. Sama seperti kelahiran secara jasmani akan ada proses yang harus dilalui, namun setelah melalui proses itu akan dihasilkan kemenangan. Dalam tahun ini kita juga diingatkan supaya mengandalkan Tuhan, seperti pasukan Gideon.

Tahun 2020 Tahun Dimensi Yang Baru. The Year of a New Man. Tahun ini berbicara tentang menjadi ciptaan yang baru yang dilahirkan oleh Tuhan sendiri, bukan oleh keinginan manusia saja. 

Tahun 2021 Tahun Integritas. Tahun ini juga adalah merupakan tahun pencobaan. Mengapa ? Karena kita akan diuji sebagai orang percaya, apakah memiliki integritas pada saat ada pencobaan dan ujian.

Mengapa Tahun 2021 menjadi Tahun Integritas? Karena akan ada cobaan dan ujian yang menguji integritas kita sebagai orang percaya.

Bagaimana kita menang menghadapi pencobaan ? Perlu kita sadari bahwa pencobaan itu sudah  ada sejak awal penciptaan manusia. Ketika Adam dan Hawa dicobai, mereka tidak taat dan harus keluar dari Taman Eden. Mereka kalah dan jatuh ke dalam dosa.

Kejadian 3 : 2-6 – Manusia jatuh ke dalam dosa. 

"Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, Tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.  Lalu ia mengambil  dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

Hawa jatuh ke dalam dosa karena dicobai dan dimanipulasi oleh iblis. Ada 3 pencobaan yang dialami Hawa, yaitu :

Kejadian 3: 6a Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian.

Dan, dalam 1 Yohanes 2: 16, Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu dan keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.Ketiga hal ini merupakan titik lemah manusia. 

PENCOBAAN :

a.    Keinginan daging.  

b.    Keinginan mata. 

c.    Keangkuhan hidup.  

Kita harus waspada akan ketiga tersebut.

PEMBAHASAN

Bagaimana caranya agar kita menang atas pencobaan ? Kita akan belajar dari Tuhan Yesus yang telah menang menghadapi pencobaan.

Pencobaan di padang gurun (Lukas 4 : 2 - 12). 

Ada tiga pencobaan yang Yesus alami, yaitu :

1. Pencobaan atas keinginan daging dan hasrat mengambil jalan pintas:

Lukas 4 : 3 - 4 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."  Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."

Iblis tahu saat yang tepat mencobai kita. Iblis tahu bahwa Yesus lapar setelah berpuasa 40 hari. Iblis tahu bahwa Yesus mampu mengubah batu menjadi roti, dan iblis mencobai Yesus untuk mengatasi rasa lapar-Nya itu. Tetapi Yesus menghadapi cobaan itu dengan memperkatakan Firman Allah.

Ulangan 8 : 3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.

Kita tidak bisa lepas dari firman Tuhan. Meskipun sampai saat ini kita belum bisa beribadah secara tatap muka dan masih melalui on-line, tapi kita harus menjalani ibadah kita dengan cara yang benar dan yang berkenan kepada Tuhan. Kita harus hidup dari segala hal yang dikatakan oleh firman Tuhan.

Jangan mengambil jalan pintas dengan maksud supaya semua pekerjaan kita dapat cepat segera selesai. Kita harus fokus kepada Tuhan. Jangan memuaskan keinginan daging dengan mengandalkan segala cara.

2. Pencobaan atas keinginan mata dan kekuasaan.

Lukas 4 : 5 - 8 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.  Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.  Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Segala kuasa di dunia akan diserahkan kepada Yesus asalkan mau menyembah iblis. Tetapi Yesus tahu bahwa Dia tidak akan mengambil kerajaan dunia dengan cara yang tidak benar dan dengan cara iblis tersebut. Ada jalan dan kehendak Allah yang harus dilalui yaitu dengan jalan salib dan pada saat nanti saat kedatangan Yesus yang kedua kalinya.

Dalam tahun 2021 ini mungkin akan ada tawaran-tawaran dunia yang menarik, tapi kalau iitu bukan rencana dan kehendak Tuhan, kita harus berani menolaknya. Hanya kepada Tuhan saja kita berbakti. Saat ada krisis, mungkin akan ada kesempatan dan tawaran yang datang. Tetapi ujilah semua itu: apakah tawaran-tawaran itu akan membuat kita semakin jauh dari Tuhan atau membuat kita semakin dekat pada Tuhan ?

3. Pencobaan atas keangkuhan hidup dan mencobai Tuhan. 

Lukas 4 : 9 - 12 Kemudian  ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tanganya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."  Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Iblis bisa memakai ayat untuk memanipulasi kita, namun sesungguhnya tujuannya adalah agar kita mencobai Tuhan. Yesus tahu bahwa Dia akan ditolong apabila Dia menjatuhkan diri, tetapi Yesus tahu  bahwa itu adalah mencobai Tuhan dan itu tidak sesuai dengan  janji Tuhan.  

Janji Tuhan akan tergenapi kalau kita hidup dalam perkenanan Tuhan. Jangan mencobai Tuhan. Kita harus fokus kepada janji Tuhan, jangan bersandar kepada pengertian kita sendiri. Jangan membuat dan menjalankan rencana menurut keinginan kita, dan ketika ada hambatan dan akan gagal, barulah kita buru-buru mencari Tuhan dan meminta pertolongan. 

Bagaimana menang atas pencobaan ?

1. Responi dengan Firman Tuhan

Baca dan renungkan Firman. Yakinkan diri kita dengan segala janji Tuhan. Akan ada rhema firman Tuhan yang akan menjawab pergumulan kita.

2. Tolak dengan kekuatan Roh Kudus

Bangun keintiman dengan Tuhan. Dalam hadirat Tuhan ada kekuatan dan pengharapan yang baru. Masuk Doa Fjaar dan Menara Doa.

3. Kejar kehendak Tuhan dalam hidup kita

- Menjadi pelaku Firman. 

- Hidup sesuai dengan kehendak-Nya

4. Tertanam dalam komunitas yang membangun kehidupan rohani kita

Tertanam dalam COOL dan komunitas rohani lainnya. Kita akan dikuatkan dan menguatkan sesama kita.

PENUTUP

Yakobus 1: 12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji,  ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mangasihi Dia.

Ketika kita ada di dalam pencobaan dan menang, maka kita akan menerima upah dan mahkota dari Tuhan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email