• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Charlie Jeremiah
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Dalam hidup, mungkin seringkali kita bertanya-tanya mengapa mesti berdoa. Apakah sekadar karena kita orang Kristen ? Kita perlu landasan atau dasar mengapa kita berdoa, supaya tidak jenuh ataupun bosan untuk mau tetap berdoa. 

Apakah doa akan selalu mengubah pikiran Tuhan ? Tidak, doa tidak serta-merta mengubah pikiran-Nya (walaupun pada kasus-kasus tertentu Allah merubah keputusan-Nya, misal: pertobatan Niniwe, raja Hizkia yang divonis mati tapi diperpanjang umurnya 15 th karena berdoa), namun pada dasarnya Allah itu berdaulat penuh atas setiap jawaban doa. Hanya pada kejadian yang luar biasa-lah Allah akan merubahnya, karena :

Wahyu 22 : 13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.

Ibrani 13 : 8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Bilangan 23 : 19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya ? 

MUNGKINKAH TUHAN BERUBAH PIKIRAN ?

Di Perjanjian Lama, ditemukan sepertinya Tuhan 'menyesal', dalam bahasa aslinya, kata Ibraninya adalah 'nacham' yang bermakna berbelas kasihan. Konteksnya lebih mengenai kesedihan atas sesuatu yang telah terjadi. Allah tidak menyesali keputusan-Nya, namun sedih karena respons sebagian orang terhadap keputusan-keputusan-Nya. Allah tidak mengubah pikiran-Nya, namun bertindak konsisten sesuai firman-Nya sebagai respons terhadap tindakan kita.

Mengapa berdoa kalau Allah sudah secara sempurna menguasai segala sesuatu, bahkan telah mengetahui apa yang akan kita minta sebelum kita memintanya ?

1. TIDAK BERDOA SAMA SAJA MENYATAKAN TIDAK ADANYA IMAN ATAUPUN KEPERCAYAAN PADA FIRMAN. 

Doa itu sarana utama untuk melihat Allah bekerja dalam hidup ini. Doa merupakan cara kita terkoneksi dengan kuasa Allah dan untuk mengalahkan musuh, Iblis, yang jika mengandalkan diri sendiri, pasti kita tidak akan berdaya.

2. DOA BUKANLAH MEMAKSA ALLAH MELAKUKAN KEMAUAN KITA, TAPI SEBAGAI CARA MENGGENAPI KEHENDAK ALLAH. 

Mari sama-sama jujur, berapa banyak kita yang terkesan memaksa Dia supaya berbuat ini dan itu, alias seperti menyuruh. Ingat baik, Allah bukanlah ibarat "mesin ATM", melainkan seharusnya kitalah yang mesti menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya.

Yakobus 4 : 2 - 3 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 

3. TUHAN MELIHAT PRIBADI YANG MELAKUKAN DOA ITU SENDIRI, KETIMBANG BAGAIMANA CARA BERDOA.

Sering kita memikirkan cara-cara, kata-kata ataupun intonasi berdoa, tetapi melupakan pola hidup kita yang mungkin masih banyak kesalahan serta dosa yang kita lakukan atau sembunyikan. Bertobatlah kembali, sebab Ia lebih mementingkan dan melihat karakter kita.

Yakobus 5 : 16 Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

1 Petrus 3 : 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.

Mazmur 34 : 15 Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong.

Amsal 15 : 8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan , tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

4. MENGIKUTI TELADAN TUHAN YESUS.

Jika Tuhan Yesus saja berdoa, maka berdoalah kita. Lihatlah Dia yang walau melakukan banyak sekali pelayanan dan menyatakan mukjizat, Ia pun menyediakan waktu teduh untuk berdoa dan menyendiri dengan Bapa-Nya, bergantung sepenuhnya kepada Bapa. Berdoalah sebelum memulai maupun sesudah mengakhiri hari ataupun segala aktivitas.

Markus 1 : 35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. 

Lukas 6 : 12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. 

5. MENYATAKAN IMAN KEPADA ALLAH.

Kita percaya bahwa Dia akan melakukan apa yang dijanjikan-Nya dalam firmanNya, dan akan memberkati hidup kita dengan berlimpah, lebih daripada yang dapat kita minta atau harapkan.

Efesus 3 : 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Matius 26 : 39, 42 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." … Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

Rangkuman Pdp. Willy Santoso, BSc :

Kita telah belajar bahwa :

• Doa sebagai tanda iman dan kepercayaan pada firman

• Cara menggenapi kehendak Allah, bukan untuk melakukan kemauan kita sendiri

• Tuhan  melihat pribadi dan karakter kita daripada sekadar cara berdoa

• Mengikut panutan Tuhan Yesus

• Kita menyatakan iman kepada Allah

Semua hal tersebut sangat sesuai dengan tujuan gereja kita, yaitu memiliki kehidupan yang berdoa. Karena itu, gereja kita gencar memperlengkapi serta membekali jemaat untuk mempunyai kehidupan berdoa yang berkenan pada Tuhan. 

Ada perbedaan antara orang-orang yang secara rutin dan konsisten berdoa, dengan orang-orang yang hanya sesekali atau kadang-kadang dan tidak menentu waktunya berdoa. Banyak orang yang datang pada-Nya hanya saat membutuhkan dan guna mencari pertolongan, bukannya konsisten berdoa mencari tuntunan-Nya dan terus berada dalam rancangan-Nya.

Saat kita berdoa, kita juga harus tahu di mana posisi kita saat ini, apakah sedang dalam ujian iman yang diizinkan Tuhan untuk mendewasakan kita, ataukah ada pada pencobaan yang sering kali datangnya dari diri sendiri dan godaan Iblis.

Yakobus 1 : 13 - 15 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Saat kita datang secara konsisten dan punya kehidupan yang berdoa, kita akan menerima tuntunan-Nya dalam melakukan apa pun dan menentukan pilihan. 

Milikilah kehidupan berdoa yang konsisten. Berdoalah setiap hari agar hikmat-Nya tercurah atas hidup kita.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email