• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Lily Sulistyo
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Hari-hari ini keadaan sedang tidak menentu, jadi apa yang harus kita lakukan. What's next ? Jika kita renungkan ternyata saat-saat ini merupakan masa anugerah di mana Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang besar ke depan. Oleh karena itu, kita harus peka akan apa yang menjadi kehendak-Nya yaitu agar setiap kita masuk ke level yang lebih tinggi. 

Beberapa hal yang harus dilakukan antara lain : 

1. Berdoalah Senantiasa

Doa adalah nafas kehidupan orang percaya. Saat Tuhan menciptakan manusia, Dia menghembuskan roh-Nya, sehingga walaupun tubuh dan jiwa kita mati namun sesungguhnya roh kita akan terus hidup. 

Tanpa doa kita tidak bisa berjalan dalam tuntunan Tuhan. Seperti perumpamaan yang sering kita dengar berkata Ora et Labora yang artinya Berdoa dan Bekerja, berdoa dulu kemudian bekerja dan bukan sebaliknya. 

Yesus menjadi teladan bagi kita, dalam segala hal Tuhan Yesus senantiasa berdoa.

Di taman Getsemani Yesus berdoa atau saat akan memilih murid-murid-Nya pun Yesus berdoa. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus melibatkan Bapa dalam segala hal, agar segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Bapa dan bukan kehendak-Nya sendiri, juga agar rencana dan tujuan kedatangan-Nya ke dunia tergenapi.

Markus 1 : 35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Lukas 6 : 12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

2. Konsisten dan Taat

Manusia sering kali membuat rencana namun sesungguhnya kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Tidak ada satu orang pun yang tahu selain Tuhan.

Yakobus 4 : 13 - 17 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Manusia dapat membuat rencana, tetapi Allah yang menentukan jalan hidupnya.

Amsal 16 : 9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

Terkadang kita tidak mengerti rencana Tuhan, tetapi rencana-Nya yang terbaik pasti terjadi.

Saat ini kita memasuki masa Pentakosta ketiga, dimulai dari Indonesia ke bangsa-bangsa, apakah kita mau ambil bagian didalamnya, dan memberi diri untuk dapat dipakai Tuhan memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan dan konsisten ketika melakukannya, tidak mudah goyah ataupun mundur.

Yakobus 4 : 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Ada siklus kehidupan yang dialami oleh manusia. Ada masa anak-anak, remaja, pemuda, orang tua, kakek nenek. Saat kita berada di masa muda adalah saat kita bisa melakukan banyak hal. Oleh karena itu, di masa muda kita mau terus melayani Tuhan dengan maksimal, memakai kesempatan-kesempatan untuk bekerja bagi Tuhan dan memuliakan-Nya,

3. Libatkan Tuhan dalam Segala Hal

Ada warning/alert/peringatan agar kita tidak menjadi orang yang congkak, merasa diri hebat karena dipakai Tuhan secara luar biasa, menjadi sombong karena merasa lebih dari orang lain. Hati-hati dengan sikap hati seperti ini.

Yakobus 4 : 15 - 16 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah."

Oleh karena itu, mari renungkan siapa yang duduk dalam hati kita masing-masing. Apakah ada Tuhan di hati kita, yang berkuasa atas hidup kita dan membiarkan-Nya terlibat penuh sehingga orang lain bisa melihat secara nyata bahwa Tuhan Yesus ada dalam kehidupan kita lewat apa yang kita lakukan dan kerjakan.

4. Miliki Hubungan yang Intim dengan Tuhan

Saat bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat Tabernakel, sebagai kemah pertemuan yaitu tempat bertemu Tuhan. 

Keluaran 33 : 7a "Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. …."

Tent of Meeting (Kemah Pertemuan). Ada saat kita menyembah Tuhan secara pribadi dan ada saat kita menyembah secara corporate atau bersama-sama. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa diperlukan kekudusan saat Musa dan para imam hendak bertemu dengan Tuhan.

Keluaran 33 : 9 - 11 Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana. Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu."

Musa memiliki seorang abdi yaitu Joshua bin Nun. Dia belajar banyak hal dari kehidupan Musa dan menjadikan dirinya mendapatkan promosi memimpin generasi berikutnya masuk ke dalam tanah perjanjian. Dalam hal ini kita melihat bahwa Tuhan mencari orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan.

Rangkuman Pdt. Robertus Purwadi, SE SPd :

Saat ini kita belajar tentang What's Next ? Bagaimana kelanjutan kehidupan kita di tengah situasi saat-saat ini. Apa lagi yang harus kita lakukan ?

Ada 4 hal yang bisa dilakukan, antara lain :

1.    Berdoalah Senantiasa

2.    Konsisten dan Taat

3.    Libatkan Tuhan dalam Segala Hal

4.    Miliki Hubungan yang Intim dengan Tuhan

Ada 3 tokoh yang diberikan sebagai acuan untuk dapat kita teladani, yang melakukan ke-4 hal tersebut di atas, yaitu : Tuhan Yesus, Musa, dan Yosua.

Belajar untuk meneladani Tuhan Yesus yang senantiasa berdoa, baik saat akan memulai pelayanan, memilih murid, bahkan saat menggenapi tujuan kedatangan-Nya ke dunia yaitu berkorban di atas kayu salib. Dalam segala hal bahkan saat memutuskan banyak hal-hal penting Yesus senantiasa melibatkan Bapa dan itu dilakukan secara konsisten.

Apabila Tuhan Yesus saja yang sempurna senantiasa melibatkan Bapa apalagi kita sebagai manusia yang tidak sempurna. Kita sangat memerlukan Tuhan.

Mari mulai melakukan ke-4 hal tersebut di atas, maka segala perkara dapat kita tanggung sebab Tuhan yang akan senantiasa menyertai.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email