• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Manusia pada awalnya diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, namun oleh karena Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa, akhirnya manusia kehilangan kemuliaan Allah dan membutuhkan keselamatan. Untuk mendapatkan keselamatan, manusia harus melalui tiga fase keselamatan. 

TIGA FASE KESELAMATAN :

JUSTIFICATION (PEMBENARAN). Kita dibenarkan hanya karena anugerah dan kasih karunia Tuhan Yesus. Bila Saudara memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus, serta memberi diri dibaptis maka akan diselamatkan dan mengalami kelahiran baru. 

SANTIFICATION (PENGUDUSAN). Ini merupakan proses penggembalaan di gereja yang membuat kita semakin serupa dan segambar dengan Allah serta memiliki karakter Kristus. Kita terus-menerus diubahkan menjadi anak-anak Allah, murid Tuhan Yesus Kristus dan bukan fans, sebab hanya para murid yang akan bertemu Dia di surga. Kita pun mau 'membayar harga' dengan sungguh-sungguh taat dalam proses pengembalaan yang sangat penting serta memiliki keintiman dengan Tuhan Yesus. 

GLORIFICATION (PEMULIAAN). Kita menjadi segambar dan serupa dengan Allah setelah melewati proses pengudusan yang ada dalam hidup ini bersama Tuhan. 

Markus 16:16, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 

Kejadian 1:26a-27, "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita … Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." 

Kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kali sudah dekat, karena itu kita seharusnya semakin serupa dan segambar dengan Dia. Dengan demikian, tujuan The Year of Integrity atau Tahun Integritas mengingatkan kita supaya serupa dan segambar dengan Tuhan Yesus agar layak masuk surga mulia. 

Wahyu 3:11, "Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu."

Yohanes 14:3c, "Supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." 

Wahyu 4:10-11, "Maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

Artinya, di surga kelak Saudara harus mempersembahkan mahkota yang sekarang sedang Saudara kejar. Mahkota atau pahala apa saja yang kita kejar ataupun dapatkan kelak: 

1. Mahkota Kehidupan (setia sampai mati, Wahyu 2 : 10). Apakah kita akan setia sampai mati kepada Tuhan Yesus? 

2. Mahkota Kebenaran (rindu kedatangan-Nya, 2 Timotius 4 : 8). Apakah kita sungguh-sungguh merindukan kedatangan-Nya yang kedua kali? 

3. Mahkota Abadi (menguasai diri, 1 Korintus 9 : 25). Apakah kita mampu menguasai diri? 

4. Mahkota Kemegahan (memenangkan jiwa, 1 Tesalonika 2 : 19). Apakah kita telah memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan Yesus Kristus serta melakukan Amanat Agung? 

5. Mahkota Kemuliaan (menggembalakan domba-domba, 1 Petrus 5 : 4). Apakah kita menggembalakan jemaat Tuhan, baik melalui gereja maupun komunitas COOL-COOL yang ada? 

THE YEAR OF INTEGRITY (TAHUN INTEGRITAS)

Menurut kamus bahasa Indonesia, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran ataupun kemurnian. Nah, apakah kita memiliki kualitas kewibawaan, kejujuran ataupun kemurnian hati tersebut? 

1 Yohanes 2:6, "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." 

Jika kita ingin bertatap muka dengan muka dengan Tuhan Yesus di surga mulia, kita harus hidup seperti Dia telah hidup. Dua ayat emas untuk The Year of Integrity adalah dari MAZMUR 24:3-5 serta MAZMUR 41:13-14. 

Mazmur 24:3-5, "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia." 

• Bersih tangan. Tangan berarti sesuatu yang eksternal. Apakah perbuatan kita suci? Apakah kita masih sering mencuri? 

• Murni hati. Apa motivasi hati kita dalam melayani Tuhan ? Motivasi hati kita mesti murni. Jika mash ada niat jahat sekecil apa pun, maka hati kita belum murni hati. 

• Tidak menyerahkan diri kepada penipuan. Ini berbicara tentang hawa nafsu. Apakah kita selalu menyerahkan diri pada hawa nafsu jahat? 

• Tidak bersumpah palsu. Orang yang bersumpah palsu akan dihukum Tuhan. 

Jika memiliki keempat karakter di atas, kita disebut sebagai orang-orang yang berintegritas. Kalau benar-benar melakukan semua itu, akan ada berkat yang mengalir dari Tuhan dalam hidup kita. Mungkin terlihat dan terdengar mudah untuk dilakukan ataupun dimiliki, tetapi tidaklah mudah. 

Mazmur 41:13-14, "Tetapi aku, Engkau menopang aku karena ketulusanku, Engkau membuat aku tegak di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Amin, ya amin." 

Kata 'tulus' berasal dari kata dasar Ibrani 'tom' yang berarti tanpa cela, polos, atau tidak ada pikiran untuk mencelakakan orang lain. Sempurna seperti Tuhan Yesus. Tentu tidak mudah, tetapi apakah kita mau terus berjuang menjadi semakin sempurna sama seperti Dia? 

Taburlah benih kejujuran, karena dengan menaburnya, kita akan menuai kepercayaan dari orang lain, terutama dari Tuhan. Tunjukkan itikad baik. Jangan takut jujur, tetapi justru takutlah jika kita tidak jujur. Sebab itu percayalah akan selalu ada tempat bagi orang-orang yang jujur. 

UNDANGAN KHUSUS KE SURGA

Ada undangan khusus bagi banyak orang dan kita semua agar masuk ke surga dan bertemu Tuhan Yesus Kristus. Sudah sepatutnya kita bersukacita, apalagi bila nama kita tercatat atau terdaftar di surga. Namun pertanyaannya, apakah kita berhak masuk kerajaan surga yang mulia? 

Lukas 10:20b, "Tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 

Wahyu 19:7-9 , "Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah." 

Berbahagialah apabila menerima undangan perjamuan kawin Anak Domba. Yakinlah, sebagai orang-orang yang percaya Tuhan Yesus Kristus kita menerima undangan tersebut. Pertanyaannya, layakkah kita masuk surga ? 

Karena itu, dibutuhkan proses fase keselamatan JUSTIFICATION (PEMBENARAN), SANCTIFICATION (PENGUDUSAN), dan GLORIFICATION (PEMULIAAN) agar kita layak masuk surga. 

Sebab banyak orang menerima undangan, namun menolak dan pada akhirnya tidak dapat masuk kerajaan surga, seperti halnya yang tertulis di LUKAS 14:15-24. Bagaimana dengan kita? Maukah kita 'membayar harga' dalam proses Sanctification (Pengudusan) seperti mengikuti Doa Fajar, menara doa ata ibadah-ibadah lainya ? Apakah kita memiliki banyak alasan? Apakah kita memprioritaskan Tuhan Yesus melebihi hal-hal lain di hidup ini? Jika kita memiliki banyak dalih atau alasan untuk tidak mengerjakan hal-hal yang seharusnya kita lakukan, kita akan dimurkai oleh Tuhan. Jangan sampai penyesalan datang terlambat dan sia-sia. 

Lukas 14:15-24, "Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih -- Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." 

UNDANGAN KE SURGA (BERBAHAGIALAH) :

1. Pergilah. Jangan kita punya alasan-alasan sehingga tidak masuk surga.

2. Bawalah. Jangan kiranya Tuhan sampai murka dan menghukum kita. 

3. Paksalah. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang dipaksa oleh Tuhan. 

Kiranya di The Year of Integrity ini, kita sungguh-sungguh memiliki integritas sehingga layak masuk surga dan berada di hadapan Tuhan Yesus. Pilihlah untuk hidup dalam integritas. Selalulah menjaga integritas di manapun Saudara berada dan apa pun yang Saudara kerjakan. Amin. 

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email