• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Janto Simkoputera, MD PhD
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Mau dan tidak mau, serta senang atau tidak, suatu era kehidupan yang baru akan kita jalani setelah masa pandemi COVID-19 ini.

Kita ketahui, baik di Indonesia maupun negara-negara yang melakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan _semi lock down_ ataupun _lock down_ (penutupan total wilayah tertentu) menyebabkan terjadinya PHK besar-besaran, resesi dan kehancuran ekonomi yang dapat menjurus pada krisis sosial.

Karena itu, seberapa kuat pun sebuah negara, cepat atau lambat akan melonggarkan PSBB maupun menghentikan _semi lock down_ dan _lock down_. Dengan begitu, ekonomi akan pulih, namun belum menjamin penurunan penularan virus. Nah, inilah yang kita sebut dengan _The New Normal Life._

EPIDEMIOLOGI COVID-19 :

Menurut www.worldometers.info/coronavirus, per 6 Juni 2020 jumlah korban terinfeksi di seluruh dunia 6.925.583 orang. Jumlah korban meninggal 400.403 dan yang mengalami kesembuhan 3.389.218 orang.

Indonesia sendiri mengalami jumlah total 30.514 orang terinfeksi, dengan jumlah korban meninggal 1.081 orang serta yang sembuh 9.907 orang. Dari statistik, kita lihat Indonesia terbilang cukup kecil jumlahnya, sedangkan Amerika atau negara-negara besar begitu banyak.

Jika kita kembali pada firman Allah, kita mengerti mengapa penyebab COVID-19 sebenarnya akibat ulah manusia sendiri:

_"Berfirmanlah Allah: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.' Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka"_ (Kejadian 1 : 26 – 27).

Tuhan menciptakan manusia untuk serupa dengan gambaran-Nya (karakter) supaya kita memiliki kuasa. Artinya, penyakit dari hewan pun tidak kena manusia. Selain itu, Tuhan hanya ciptakan laki-laki dan perempuan, tidak ada yang di tengah-tengah, tetapi realitasnya ada LGBT _(lesbian, gay, bisexuel, transgender),_ bahkan seks dengan binatang!

Karena kesalahan manusia, maka Tuhan murka dan kita tidak lagi memiliki kuasa sehingga mengalami penyakit dari hewan-hewan. Mungkin ini teguran keras, namun sesuai firman Tuhan.

PENYAKIT DARI HEWAN :

  • ASIA : SARS, CORONA (Babi, Kelelawar)
  • TIMUR TENGAH : MERS (Onta Muda)
  • AFRIKA : EBOLA (Kelelawar & Kera)
  • INDONESIA : Plasmodioum Knowlesi (Parasite, plasmodium seperti di Malaysia, Kalimantan)
  • DUNIA : COVID-19 (Kelelawar, trenggiling)

Apa yang Tuhan harapkan? Yaitu pertobatan kita! Agar menjadi serupa & segambar dengan Dia, berbalik dari jalan yang jahat, berdoa dan mencari wajah-Nya sampai Ia mengampuni kita. Tuhan sanggup menghardik & menghentikan COVID-19 apabila manusia mau bertobat! Takutlah akan Allah supaya rencana dan kehendak-Nya terwujud dalam hidup kita.

_"Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka"_ (2 Tawarikh 7 : 13 – 14).

PERHATIKAN & CAMKAN BAIK-BAIK PENULARAN COVID-19 :

  • _Carrier_ (dengan kontak fisik ataupun tertular dari orang yang mengalami infeksi)
  • _Droplet_ (dari percikan atau cairan tubuh seperti batuk atau bersin) yang menempel pada benda-benda di sekeliling: tombol lift, pegangan eskalator, kiriman barang, microphone, koran, sepatu dan lain-lain
  • OTG (orang tanpa gejala) yang menularkan, meski terlihat sehat & tidak menunjukkan gejala infeksi

CARA PENGOBATAN DI DUNIA:

  • MASIH DIPERBOLEHKAN: Azithromycine 500 mg iv
  • SUDAH DILARANG OLEH WHO per 24 MEI 2020: Hydroxychloroquine 200 mg (approved by FDA)
  • Obat flu:

- Remdesivir injection

- Tamiflu Oseltamivir

- SUDAH DILARANG PENGGUNAANNYA: Avigan (favipavir)

  • Apabila terjadi ADRS _(Acute Respiratory Distress Syndrome)_ atau keadaan yang menyebabkan kematian karena oksigen menurun drastis, bahkan kegagalan pernapasan, pengobatan di Italia bila ARDS (oksigen di bawah 90%) dulu masih dipasang ventilator (alat bantu pernapasan), tetapi SEKARANG DILARANG DIGUNAKAN! Melainkan diberikan/dilakukan:

- Pengencer dahak _(acetylcysteine)_ - Sedot dahak dan _bronchioscopy_

  • Pengobatan di Italia, Jerman dan China: _Mucolytic (flumucyl + bronchioscopy + slime suction)_
  • Vitamin C
  • Daya tahan tubuh yang baik dengan _supportive medicine_ atau pengobatan pendukung:

- Vitamin C 1.000 mg oral

- Vitamin D 2.000 IU

- Vitamin E 400 IU, dan lainnya

VIRUS CORONA SANGAT MENULAR :

  • _80% mild Corona infection_ yang terlihat seperti gejala flu atau demam ringan _(low grade fever),_ batuk dan tenggorokan kering
  • Malaria : panas, menggigil
  • DHF : _fever + Petechiae, demam, rash._ DHF Demam Berdarah : petechiae, demam (trombosit rendah)
  • Banyak OTG di Indonesia, ini berbahaya karena menganggap diri sehat padahal positif. OTG harus diperiksa, sebab bila tidak, maka tidak akan diketahui apakah positif COVID-19 atau tidak!

Penderita Corona yang mengalami gejala flu ringan jika _hang out_ atau berkumpul seperti di restauran, kedai kopi, bioskop, pesta dan lain-lain dapat menularkan, terutama ke orangtua yang daya tahan tubuhnya lemah! Dan apabila meninggal, mesti diperiksa apakah positif COVID-19. Seluruh keluarga maupun siapa yang pernah berkontak, wajib dicek apakah positif COVID-19.

Banyak negara berkembang, kalau usia tua meninggal dinyatakan penyebabnya pneumonia (radang paru-paru) ataupun serangan jantung, padahal karena tidak diperiksa apakah COVID-19. Mengapa? Karena problem negara berkembang adalah tidak ada dana untuk pemeriksaan seperti _rapid test_ sekitar Rp250.000 & _SWAB test_ sekitar Rp4,5 juta.

Amerika banyak positif COVID-19 karena banyak yang diperiksa. Apakah orang-orang Amerika tidak higienis dan tidak tahu? Tidak! Dengan kata lain, statistik bukan jaminan. Artinya, bila di Indonesia juga banyak yang menjalani pemeriksaan, pasti juga akan banyak yang terdeteksi. Sehingga seolah-seolah Indonesia atau negara berkembang lain statistiknya masih rendah.

KAPAN WABAH COVID-19 INI AKAN BERAKHIR?

Tidak ada yang tahu, hanya Tuhan yang tahu. Yang bisa kita lakukan sekarang memasuki era kelonggaran PSBB dan pencabutan _semi lock down_ atapun _lock down_ dalam _the New Normal Life_ adalah:

1. *Mengusahakan rajin dan sering cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik*. Sabun & _hand sanitizer_ menghancurkan permukaan membran virus sehingga mematikan virus.

2. *Memakai masker yang tepat dan standar seperti masker N95*.

3. *Melakukan _physical distancing_ atau jaga jarak fisik antara satu sampai dua meter dengan orang lain*. Sebab jangkauan droplet atau percik cairan dari tubuh dapat sejauh:

- Bicara perlahan = 1 meter - Bicara keras = 2 meter - Bernyanyi di tempat kerumunan seperti gereja = 3 meter

4. *Menjaga kerohanian agar tidak menurun*. Sebab dampak COVID-19 antara lain: banyak sektor mengalami penutupan atau kebangkrutan. Lalu banyak orang yang kembali ke kampung halaman sehingga terjadi penularan ke daerah lain.

Kita pun harus memperhatikan orang-orang yang berkekurangan. _"Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku"_ (Matius 25 : 35 – 36). Gereja kita CK7 pun sangat memperhatikan kerohanian jemaat agar tetap menyala-nyala bagi Tuhan.

5. *Mendoakan segera ada pengembangan dan penemuan vaksin* yang:

- _Good effectiveness_ atau sangat efektif

- _Safe_ / aman

- _Cheap_ atau murah agar terjangkau banyak orang sebab pada umumnya pemberian vaksin lebih dari sekali

Sampai vaksin ditemukan, kemungkinan empat sampai lima tahun lagi. Produksi pabrik pun mungkin membutuhkan waktu satu hingga dua tahun. Sehingga selama masa _new normal life_ ini, kita mesti memperhatikan & melakukan kelima hal tersebut.

Kita pun harus bergantung pada Tuhan yang sanggup menghentikan & menyelesaikan semua masalah ini. Sebab Dia berkuasa, sebab itu layanilah Dia dengan memberi dan melakukan yang terbaik.

Percaya dan berserahlah hanya kepada-Nya. Kiranya Dia memberi kita kekuatan untuk menghadapi era _The New Normal Life._ Amin.

Persembahan

Detail
Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email