• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Johan Lumoindong
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 4, Ibadah Raya 5
  • Pdt. Johan Lumoindong
  • 28 Februari 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Mazmur 1:1-3, "Jalan orang benar dan jalan orang fasik—Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."

Kata 'berhasil' berarti mengalami kemenangan, keselamatan atau keberhasilan dalam banyak hal. Ketika kita berjalan dalam kehidupan di dunia ini, tentu kita menginginkan segala sesuatu yang kita kerjakan dapat berhasil. Dan untuk mengalami keberhasilan tersebut, kita memerlukan Tuhan serta berharap pada pertolongan-Nya.

Tidak satupun dari kita yang hebat, melainkan karena Tuhanlah semata-mata. Meski kita berusaha serta berjuang sedemikian rupa, tetapi tanpa Tuhan kita ibarat perahu atau bahtera yang akan kandas apabila tidak ada penyertaan-Nya di dalam perahu tersebut.

Ada jalan orang benar yang sebaiknya kita tempuh supaya mengalami keberhasilan dan mencapai tujuan tertentu. Sebab hanya dua jenis jalan dalam hidup ini, yaitu jalan orang benar dan jalan orang fasik.

Terutama, di tahun 2021, Tahun Integritas atau The Year of Integrity, integritas adalah sesuatu yang sangat krusial. Jika salah memilih atau bertindak, maka gagal semuanya. Nah, berikut ini cara agar dapat memiliki integritas sebagai orang-orang percaya:

1. "PAKAI MASKER" (TIDAK BERJALAN MENURUT NASIHAT ORANG FASIK)

Nasihat merupakan sesuatu yang harus kita dengarkan, baik berupa kata-kata ataupun aturan. Sebab integritas bisa kita peroleh mulai dari telinga kita. Misalnya, jika diarahkan supaya memakai masker selama masa pandemi ini, taatilah.

Kita mesti menjaga, menyeleksi dan memfilter apa saja yang kita dengar. Jangan jadi orang Kristen yang mudah menerima serta memercayai begitu saja apa yang kita dengar. Sebab dapat merusak pikiran, hati dan hidup kita.

Karena itu, yang terutama, dengarkanlah janji-janji serta perintah Tuhan. Filter terbaik bagi telinga adalah firman-Nya. Cobalah menyaring dengan kebenaran firman Tuhan terhadap apa yang kita dengar, apakah itu benar atau salah. Karena itu, setialah beribadah untuk melatih telinga dan menumbuhkembangkan iman yang akan menguatkan kita. 

Roma 10:17, "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."

2.    "JAGA JARAK" (TIDAK BERDIRI DI JALAN ORANG BERDOSA)

Mungkin banyak orang sekarang sedang berada di titik terendah hidupnya, termasuk orang Kristen, hidup tanpa integritas, jatuh dalam dosa, serta berbuat fasik. 

Orang fasik ialah orang yang menghina dan merendahkan Tuhan. Oleh karenanya, jangan berada atau berdiri di jalan orang-orang yang demikian. Kita harus bergegas berada dalam pertobatan dan bersegera keluar dari jalan yang salah. Jika tidak, kita akan disebut-Nya sebagai orang fasik. 

Tuhan memang bisa dekat dengan manusia, tetapi tentu tidak begitu saja jika terus-menerus mengeraskan hati dan menjadi fasik.  

Amsal 15:29, "TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya."

Sebagai orang-orang yang sudah dibenarkan oleh Tuhan, janganlah kembali menjadi orang fasik dan berbuat jahat. Jadilah teladan yang benar di tengah keluarga serta teman yang baik di komunitas yang ada. Jadikan setiap hari sebagai pertobatan dan perubahan yang baik. Jangan hanya mengaku atau merasa sudah jadi orang benar dan berbuat baik, tetapi kenyataannya dalam perilaku kehidupan sehari-hari masih hidup seperti dalam manusia lama dengan karakter-karakter yang tidak baik.

Jagalah jarak dari jalan kejahatan ataupun orang-orang yang hidup dalam dosa, terutama hal-hal yang mendukakan hati Tuhan, supaya kita menjadi orang-orang yang berhasil dan beruntung dalam banyak hal karena Tuhan. 

3.    "TIDAK BERKERUMUN" (TIDAK DUDUK DALAM KUMPULAN PENCEMOOH)

Janganlah juga jadi pencemooh yang suka menghina, mengabaikan ataupun merendahkan Tuhan. Perhatikanlah pergaulan kita. Ada di komunitas seperti apa kita saat ini akan sangat memengaruhi kehidupan kita. 

Pergaulan atau komunitas yang baik ialah terdiri dari orang-orang percaya, tulus mengasihi Tuhan, serta mau menjadi anak-anak-Nya yang beriman. 

Boleh-boleh saja berteman, namun perhatikanlah bergaul secara karib mesti hati-hati. Sebab cepat atau lambat, dengan siapa kita bergaul akan memengaruhi kita.

4.    "MENCUCI TANGAN" (KESUKAANNYA IALAH FIRMAN TUHAN)

Zaman dahulu, orang Israel saat membaca Taurat, harus menjaga diri mereka dalam keadaan bersih, misalnya mencuci tangan terlebih dulu dan lainnya. Bangsa Israel mesti menyadari, janji firman Tuhan itu kudus dan suci.

Kita sebagai orang benar, jalan kita merupakan jalan yang suci, kudus, lurus serta bersih. Apalagi kita yang sudah dikuduskan dan disucikan oleh darah Anak Domba, mengapa masih suka dan mau lagi kembali pada dosa-dosa lama.

Sebaliknya, kita harus suka merenungkan firman dan mau kembali dekat dengan Tuhan.

Jangan cuma pikirkan perkara-perkara jasmani, apalagi duniawi, melainkan perkara-perkara rohani. Tuhan akan menyediakan jalan keluar bagi kita. Dan jalan yang baik dalam Tuhan adalah hidup kudus, suci dan benar. Sucikanlah hati, pikiran, perbuatan dan hidup kita setiap hari; jangan lakukan hal-hal yang tidak menyenangkan hati-Nya. 

Kolose 3:2, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."

5.    "STAY AT HOME" (MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN SIANG DAN MALAM)

Sebenarnya, sudah tidak banyak waktu lagi bagi kita memikirkan ataupun melakukan hal-hal bersifat duniawi. Kita memang masih berada di dunia, tetapi tidak mesti berbuat hal-hal yang duniawi. Sesungguhnya, sekarang kita ibarat berada dalam sebuah perlombaan untuk memiliki, menyediakan dan memberikan waktu yang banyak bersama dan bagi Tuhan.

2 Korintus 10:3, "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,"

Sadarilah, kalau kita masih dapat hidup hanyalah karena Tuhan yang memberi kesempatan. Terutama, dengan adanya banyak waktu di rumah sementara pandemi ini, yang sebaiknya kita lakukan ialah merenungkan firman Tuhan, memuliakan, memuji dan menyembah Dia, dekat dengan-Nya bersama anggota-anggota keluarga.

Aturlah waktu kita yang ada sekarang dengan baik. Hindari aktivitas yang tidak perlu. Lakukanlah aktivitas-aktivias yang menyenangkan hati-Nya.

Roma 14:8, "Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan."

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email