• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Yesus disalib & mati untuk menebus dosa-doa kita. Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit! Kemudian, selama 40 hari Tuhan Yesus menampakkan diri kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa Dia hidup!

Dengan disaksikan murid-murid-Nya, Ia terangkat ke surga dan berpesan kepada murid-murid-Nya seperti yang tertulis di Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kalau kita adalah murid Tuhan Yesus, maka pesan itu juga untuk kita semua.

Ketika Dia terangkat ke surga, 120 murid-murid berkumpul di kamar loteng karena Tuhan Yesus memerintahkan agar jangan pergi dari Yerusalem sebelum diperlengkapi dengan kuasa dari surga. Mereka dengan sehati bertekun dalam doa, memuji dan menyembah Allah dalam unity (kesatuan hati) siang dan malam. Itulah prinsip Restorasi Pondok Daun.

Setelah 10 hari, pada hari raya Pentakosta, tiba-tiba terdengar seperti tiupan angin keras di ruang itu. Lalu tampaklah lidah-lidah seperti nyala api bertebaran & hinggap pada mereka. Mereka dipenuhi Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh. Setelah itu, mereka dipakai Tuhan menjadi saksi-Nya dan melakukan Amanat Agung. Peristiwa pencurahan Roh Kudus tersebut adalah PENTAKOSTA PERTAMA.

Ketika Tuhan Yesus ditanya oleh murid-murid-Nya mengenai tanda kedatangan-Nya kembali & tanda kesudahan dunia ini, salah satunya Ia menjawab seperti di Matius 24:14, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Jadi, Tuhan Yesus akan datang kembali setelah Injil diberitakan di seluruh dunia & menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa. Tuhan Yesus pasti datang kembali!

Karena itu, Tuhan Yesus memberikan tugas kepada kita murid-murid-Nya untuk menjadi saksi, yaitu pergi & menjadikan semua bangsa itu murid Tuhan Yesus. Inilah Amanat Agung Tuhan Yesus. Untuk melakukannya, tidak bisa dengan kekuatan diri sendiri, tetapi dengan kuasa yang diberikan Roh Kudus. Kalau kita merindukan kedatangan Tuhan Yesus, seharusnya kita pun melakukan Amanat Agung dengan sungguh-sungguh.

Sebelum Roh Kudus dalam Pentakosta Pertama dicurahkan, semua murid-Nya sehati bertekun dalam doa. Hal itu jugalah yang dilakukan pada waktu menantikan pencurahan Roh Kudus di Azusa Street, Los Angeles, AS yang kita sebut sebagai PENTAKOSTA KEDUA.

Saya percaya, itu juga berlaku untuk PENTAKOSTA KETIGA. Sebelum pencurahan Roh Kudus yang dahsyat dari Pentakosta Ketiga, maka umat Tuhan harus sehati bertekun dalam doa.

Bagaimana membuat semua umat Tuhan bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama? Hari-hari ini kita melihat dengan adanya pandemi COVID-19, Tuhan memaksa umat-Nya agar sehati bertekun dalam doa bersama-sama! Ini adalah tanda bahwa pencurahan Roh Kudus dalam Pentakosta Ketiga akan segera terjadi.

Hal itu juga dinubuatkan oleh nabi-nabi-Nya seperti Cindy Jacobs, Chuck Pierce, & James Goll. Cindy Jacobs bahkan bernubuat bahwa akan makin banyak gereja yang ditanam & akan banyak muncul murid-murid Tuhan Yesus, kemuliaan Tuhan tercurah di gereja-gereja ini, dan bahkan kita diutus sampai ke ujung-ujung bumi! James Goll melihat, orang-orang di Indonesia sedang catching the fire (menangkap api kebangunan rohani)!

Pada saat murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi Roh Kudus, tanda awalnya mereka berbahasa roh. Saya rindu kita semua dibaptis Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh karena banyak manfaatnya. 1 Korintus 14:2 berkata, "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia."

  • Pada waktu kita berkata-kata dalam bahasa roh, kita merasakan hadirat Tuhan. Ada sukacita yang memenuhi kita seperti dikatakan di Mazmur 16:11, "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa." Di tengah-tengah pandemi ini, kita perlu mengalami sukacita berlimpah-limpah untuk melawan ketakutan, kekhawatiran, kepanikan.
  • 1 Korintus 14:4 berkata, "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat." Artinya, manusia roh kita yang dibangun.
  • 1 Korintus 14:14-15 berkata, "Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku."

Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Semuanya itu harus bisa memuji Tuhan. Kita memuji dengan tubuh kita dengan cara mengangkat atau bertepuk tangan, menari dan lain-lain. Kita memuji dengan akal budi & jiwa kalau menggunakan bahasa yang kita mengerti, misalnya bahasa Indonesia, Inggris atau Mandarin. Roh kita akan berdoa, memuji dan menyembah kalau kita berbahasa roh. Kalau kita berkata-kata dalam bahasa roh, kita akan bisa berdoa, memuji dan menyembah lebih lama dibandingkan menggunakan bahasa yang kita mengerti.

APA YANG TERJADI SETELAH MURID-MURID DIPENUHI ROH KUDUS sehingga membuat banyak orang bertobat?

  • Hal pertama, PETRUS BERKHOTBAH HANYA SEKITAR 5 MENIT, DAN SEKITAR 3.000 ORANG BERTOBAT & DIBAPTIS. PETRUS BERKHOTBAH DENGAN KUASA ROH KUDUS. Menurut data dari PBB, pada zaman itu populasi dunia sekitar 300 juta orang. Sekarang penduduk dunia sekitar 7,8 miliar sehingga 3.000 orang waktu itu setara sekitar 78.000 orang saat ini. Kita harus percaya bahwa sekali berkhotbah, 78.000 orang bertobat & dibaptis! Dengan berkotbah secara online, hal ini lebih mungkin terjadi!
  • Hal kedua, TERJADINYA TANDA-TANDA DAN MUKJIZAT (signs and wonders). Para rasul dipakai Tuhan untuk mengadakan tanda-tanda & mukjizat. Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir. Bayangan Petrus saja bisa menyembuhkan orang. Sapu tangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus, jika diletakkan pada orang sakit atau dirasuk setan, maka orang itu akan sembuh.

Tuhan Yesus berkata dalam Markus 16:15-18, "Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.'" Jika kita memberitakan Injil, maka tanda-tanda & mukjizat (signs and wonders) akan menyertai.

Sejak 2006, saya diperintahkan Tuhan mengadakan kebaktian kesembuhan ilahi. Selama 14 tahun, kami sudah mengadakan 318 kali kebaktian kesembuhan ilahi. Setiap kali berkhotbah, saya pasti memberitakan Injil, maka tanda-tanda & mukjizat terjadi. Saya diperkenan oleh Tuhan untuk melihat dan mengalami mukjizat seperti yang dilakukan Tuhan Yesus 2.000 tahun yang lalu.

Pada acara Lawatan Roh Kudus Pulihkan Indonesiaku, 29 Mei 2020, Cindy Jacobs bernubuat Indonesia akan menjadi sangat penting dalam sejarah kekristenan. Mukjizat-mukjizat seperti orang buta melihat, orang tuli mendengar akan merupakan hal biasa yang akan terjadi di gereja-gereja lokal. Orang-orang muda akan mendapat 'jubah mukjizat'. Inilah Pentakosta Ketiga!

  • Hal ketiga, CARA HIDUP JEMAAT BERUBAH:

1. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul & persekutuan. Ini bisa diartikan mereka suka membaca Alkitab. Judul Mazmur 119, yang merupakan pasal dengan jumlah ayat terbanyak di Alkitab, adalah Bahagianya Orang yang Hidup Menurut Firman Tuhan. Jadi, orang yang hidup sesuai firman Tuhan akan berbahagia. Dalam pandemi COVID-19, kita perlu banyak membaca, merenungkan & melakukan firman Tuhan supaya berbahagia sehingga bisa mengatasi segala dampak buruk akibat pandemi ini. Mazmur 119:105 berkata, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."

Dengan goncangan ekonomi global yang terjadi saat ini, banyak generasi milenial & generasi Z (yang lahir di atas tahun 1996) harus menghadapi kenyataan betapa rapuhnya budaya atau kultur mereka dan kehidupan yang dibangun di atasnya. Jika sebelumnya mereka begitu percaya diri, sombong, merasa tidak perlu melibatkan Tuhan, tidak perlu bertanya kepada Tuhan, dan itu menjadi sebuah resep kesuksesan, tetapi sekarang mereka tergoncang.

Karena itu, saya percaya melalui pandemi COVID-19 banyak anak muda yang bertobat dari cara-cara yang lama. Kalau mereka mau diberkati dalam seluruh yang mereka kerjakan, harus menjadi murid sehingga peka terhadap tuntunan Tuhan. Akan terjadi kebangkitan GENERASI YEREMIA, yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa, dan akan memenangkan banyak jiwa.

2. Mereka selalu berkumpul memecahkan roti & berdoa. Ini bisa dikatakan mereka hidup dalam unity dan suka berdoa.

3. Mereka suka memberi sehingga tidak ada yang berkekurangan. Dalam keadaan krisis ekonomi saat ini, kita diperintahkan Tuhan untuk memberi dan menabur. Kisah Para Rasul 20:35 (b) berkata, "Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Kita harus saling memperhatikan sesama anggota di COOL-COOL yang ada.

4. Mereka selalu bergembira & dengan tulus hati sambil memuji Allah. Jadi, mereka suka membaca Alkitab, suka berdoa, unity, suka memberi, suka memuji Allah dengan gembira & tulus hati, sehingga mereka disukai semua orang serta tiap-tiap hari jumlah orang yang diselamatkan bertambah.

APA YANG TERJADI SETELAH ITU? GONCANGAN! Aniaya besar terjadi kepada orang-orang percaya di Yerusalem. Selain rasul-rasul, mereka semua harus lari ke seluruh daerah Yudea & Samaria, hingga pada akhirnya sampai ke ujung bumi. Mereka sebelumnya berada di zona nyaman. Mereka biasa berkumpul dalam unity, membaca Alkitab, berdoa dan memuji bersama-sama dengan sukacita, suka memberi sehingga tidak ada yang berkekurangan. Mereka pikir menjadi orang Kristen hanya seperti itu. Mereka lupa harus pergi menginjil. Bagaimana caranya? Aniaya diizinkan oleh Tuhan terjadi.

Saya percaya melalui goncangan pandemi COVID-19, kita umat Tuhan yang selama ini ada di zona nyaman juga akan dipaksa untuk melakukan Amanat Agung, yaitu pergi menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus.

Selain itu, juga terjadi PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PELAYANAN. Selama ini, murid-murid Yesus mempunyai pengertian bahwa yang memperoleh keselamatan hanya orang-orang Yahudi. Tetapi dengan adanya pertobatan dari Kornelius yang bukan orang Yahudi, dan Roh Kudus turun ke atas mereka & mereka berbahasa roh, dengan perdebatan cukup panjang, akhirnya lewat kesaksian Petrus, para rasul dan seluruh orang percaya di Yudea, dapat menerima bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang Yahudi, tetapi untuk semua bangsa—termasuk Indonesia!

Dengan adanya pandemi ini, kita juga mengalami perubahan paradigma dalam pelayanan. Kita sebelumnya beribadah di gedung gereja, berkumpul bersama-sama, bisa berjabat tangan, saling berpelukan menyatakan kasih, penumpangan tangan, sekarang berubah total menjadi ibadah online. Bahkan ada yang tidak bisa melakukan secara online sehingga tidak bisa beribadah. Kita memasuki New Normal & tidak bisa melakukan seperti hal-hal sebelumnya.

Kita tidak tahu pasti bentuk ibadah selanjutnya, tetapi yang Tuhan mau kita bisa menerima perubahan paradigma dalam pelayanan ini. Karena seperti halnya yang terjadi pada waktu itu, dengan adanya perubahan paradigma, justru terjadi penuaian jiwa besar-besaran! Itu jugalah yang akan terjadi pada kita hari-hari ini.

Persembahan

Detail
Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email