• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Charlie Jeremiah
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Pernah merasakan kekosongan dalam hidup ini ? Malas berdoa, malas baca Alkitab, malas ibadah ? Seringkali kita melihat banyak orang putus asa, menutup diri dengan kemunafikan, hidup dalam kepuasan duniawi. Biasanya, semua ini terjadi karena ada dosa yang belum dibereskan ataupun diakui di hadapan Tuhan. Apakah kekosongan rohani ini berbahaya bagi kita ?

Matius 12 : 43 - 45
Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata : Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.

PERTOBATAN
Setelah bertobat, maka Tuhan membersihkan diri kita dari segala macam dosa, kutuk maupun sakit-penyakit. Kita memulai ‘lembaran baru’ (tabula rasa) dalam hidup ini yang masih kosong, siap terisi oleh kehidupan yang baru bersama Kristus.

1 Yohanes 1 : 9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

ROH JAHAT
Roh jahat gemar tinggal dalam tubuh manusia serta suka mencengkeram dan menyiksa jiwa sehingga seseorang melakukan perbuatan sesuai kehendak roh jahat, bahkan mengakhiri hidup karena jiwanya amat sangat tertekan. Tak mungkin seorang yang penuh sukacita dan damai sejahtera akan bunuh diri. Roh jahat yang sudah diusir keluar dari seseorang akan mencoba kembali dengan mencari celah melalui :

• Keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup (1 Yohanes 2 : 16)

• Keinginan diri sendiri (Yakobus 1 : 14 - 15)

• Hawa nafsu yang menyesatkan (Efesus 4 : 22)

KOSONG DAN RAPI
Kehidupan orang Kristen bisa saja terlihat rapi, tekun beragama, menghadiri banyak acara gereja, tetapi sebenarnya hidupnya kosong karena tak pernah dipenuhi oleh Pribadi Roh Kudus. Mengisi kekosongan hidup dengan segala kesibukan agamawi, tetapi tanpa keintiman atau keakraban yang sejati dengan Tuhan, akan menambah beban berat dalam hidup. Sama halnya, kehidupan orang Farisi tampak luar sebagai taat beragama, namun justru memusuhi Tuhan Yesus, segala kesibukan agamawi yang dilakukan hanya demi keuntungan pribadi, pencitraan, dan kemunafikan.

LEBIH JAHAT DARIPADA SEBELUMNYA
Kalau seorang yang belum bertobat melakukan sesuatu yang jahat, menyakitkan dan merugikan, maka bisa dikatakan memang mereka belum tobat atau tak mengenal Kristus, tetapi seandainya orang yang sudah bertobat, ke gereja, melayani, jadi hamba Tuhan, memimpin gereja bahkan panutan, namun berbuat suatu yang jahat, menyakiti dan merugikan, pasti membuat kita bertanya-tanya.

Seseorang bisa saja jatuh dalam dosa karena khilaf, seharusnya cepat bertobat, berhenti berdosa, lalu berbalik pada Tuhan dan mau bertanggung jawab. 

Tetapi, bagaimana seandainya seorang sudah merancang, menutupi kejahatan dalam waktu cukup lama dengan alasan terdengar seolah-olah bisa dimaklumi, bahkan menganjurkan orang lain supaya berbuat dosa ? Tanpa merasa bersalah, berpura-pura melayani di gereja, sambil tetap menjalankan kejahatan ? Bagaimana andainya dosanya tidak terbongkar, namun berjalan dalam waktu lama, bahkan bertahun-tahun ? Menjadikan orang lain sebagai korban dan menutupinya dengan pelayanan ?

Kejahatan, pelecehan, penipuan, dan segala sesuatu yang merugikan atau menyakiti orang lain yang dilakukan oleh pelayan Tuhan, bahkan pemimpin yang seharusnya membina untuk sungguh-sungguh mengenal-Nya, akan membuat orang lain meninggalkan ataupun tidak mau datang ke Tuhan Yesus. Bukankah ini jahat di mata Tuhan dan sesama kita ?

BAGAIMANA AGAR TIDAK DIPENUHI KEMBALI OLEH ROH JAHAT ?

• Mengisi hati kita setiap waktu dengan firman Tuhan

• Mengakui dosa serta bersyukur untuk pengampunan yang Tuhan berikan

• Menaikkan doa, pujian dan penyembahan yang tulus dari hati 

• Menundukkan diri dalam ketaatan pada Roh Kudus

• Mau kembali pada kasih mula-mula, meninggalkan suam-suam kuku

Saat Roh Kudus memenuhi hati serta pikiran kita, maka roh jahat tak bisa menguasai hidup kita, oleh karena Roh Kudus yang ada dalam kita jauh lebih besar daripada roh atau apa pun lainnya yang ada di dunia ini. Supaya kita tetap bersemangat dalam melayani Tuhan dan senantiasa bertumbuh untuk kehidupan rohani kita.

1 Yohanes 4 : 4
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Rangkuman Pdt. Indarwanto Tarigan, BA :

Kita diingatkan, berbahaya sekali seseorang yang merasa rohani, tetapi hati serta pikirannya kosong (Matius 12 : 43 - 45). Karena itu, kita mesti hati-hati. Sebab roh jahat dapat kembali, bahkan membawa tujuh roh yang lebih jahat dan membuat keadaan seseorang lebih buruk daripada sebelumnya karena orang-orang membuka celah terhadap dosa. Jadi, jangan “main-main” lagi dalam hubungan kita dengan Tuhan hari-hari ini.

Malas doa, baca firman, ataupun ibadah online, itu pun sering terjadi karena masih ada “ganjalan” berupa dosa yang belum kita akui maupun bereskan di hadapan Tuhan. Pertobatan itu penting, sebab melaluinya, kita mengakui dan meminta ampun kepada Bapa di surga serta supaya Ia menyuickan dan memulihkan kita kembali, agar si jahat tidak berkuasa atas hidup kita. Sebab roh jahat berusaha mengikat dan menyiksa jiwa manusia.

Ingat, seseorang yang sudah bertobat tapi menjadi lebih jahat dari sebelumnya, yakni karena ada roh yang lebih jahat mengusasi hidupnya. Ia bukan melakukan hal-hal yang baik, melainkan menutupi hal-hal jahat serta dosa-dosanya, bahkan berlama-lama. Itu sungguh berbahaya ! Karena itu, jangan sampai kerohanian atau hati dan pikiran kita kosong, melainkan penuhilah dengan firman Tuhan, terutama Roh Kudus-Nya.

Kita harus tahu bahwa salah satu sumber dosa ialah keinginan daging, maka salibkanlah hawa nafsu yang menyesatkan serta kedagingan kita. Dan proses pertobatan mestilah sampai sempurna, yaitu setiap dosa harus diakui dan diselesaikan secara tuntas di hadapan-Nya, baik dosa kecil maupun besar yang dapat menjadi “celah” bagi Iblis untuk masuk kembali dan menghancurkan hidup kita. Karena itu, kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, merenungkan dan melakukan firman, supaya kita terhindar dari kekosongan rohani.

Galatia 5 : 24
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Efesus 6 : 11
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.

Tuhan Yesus Memberkati

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email