• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Gilbert Lumoindong
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 4, Ibadah Raya 5
  • Pdt. Gilbert Lumoindong
  • 11 Juli 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Ada lawatan Allah, yaitu pencurahan Roh Kudus melalui Pentakosta Ketiga. Saat ini kita harus menaati peraturan-peraturan yang ada, terutama di masa pandemi. Karena itu memiliki keseimbangan merupakan ciri anak-anak Allah warga kerajaan surga di akhir zaman ini. Di satu sisi, kita mengikuti bimbingan Roh Kudus, di sisi lain kita tidak bertindak sembarangan, sehingga menjadi berkat di manapun Tuhan menempatkan kita. 

Pentakosta sendiri merupakan momen saat gereja mulai lahir, yaitu ketika Roh Kudus dicurahkan untuk menyertai umat-Nya selama-lamanya. Dan yang menyertai pelayanan gereja mula-mula tersebut ialah kuasa untuk menginjil, kuasa untuk hidup dalam kesucian, untuk jadi berkat, alat pembawa damai, dan yang paling penting adalah kuasa untuk hidup setia. 

Orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak akan menjadi seorang pemberontak ataupun pengkhianat. Karena itu, jangan sampai kita malah miliki roh pengkhianat yang membuat tidak setia dan hidup jahat. Sebab Allah mencari dan merindukan orang-orang yang setia. Karena itulah kita memerlukan kuasa-Nya. Sebab kuasa tanpa kesetiaan adalah sebuah kebodohan. Jika kita setia dalam perkara kecil, Tuhan akan mempercayakan dan memberkati kita dengan perkara-perkara yang besar. 

Mazmur 101 : 4 – 7, "Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu. Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka. Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku." 

Kita diperingatkan sebagai warga kerajaan surga, mata Tuhan sedang tertuju pada orang-orang yang setia. Meski orang yang setia tidaklah sempurna, melainkan masih punya kelemahan dan kekurangan, namun ia mau terus belajar setia, mengasihi Tuhan, taat kepada Roh Kudus, bangkit kembali sewaktu jatuh, dan setia berpegang pada tangan pertolongan Tuhan sehingga dapat berkata bahwa ia lebih daripada pemenang. 

Di zaman penuh guncangan seperti hari ini, banyak orang mengeluh, bersungut-sungut, memberontak hingga menghalalkan segala sesuatu menurut dirinya sendiri. Padahal, perihal setia bukanlah berjalan seturut pandangan sendiri, melainkan bertindak sesuai perintah Tuhan. Maka, orang-orang yang setia adalah yang mau mengikuti hukum dan melakukan segala perintah Tuhan Yesus. 

Tuhan mendidik, melatih, mengarahkan orang-orang yang setia. Karena itu, bersedialah dengar-dengaran dan rela dibentuk atau diproses oleh-Nya. Sebab terkadang kita mengaku mengasihi Dia, tetapi sering tidak mengalami kemajuan karena ketidaksetiaan. Kerap kita kecewa ataupun marah terhadap Tuhan apabila terjadi tidak sesuai keinginan, doa maupun yang kita harapkan. Sering kali motivasi kita kotor dan pikiran kita pun picik. Kesetiaanlah yang akan menentukan arah hidup kita. 

Jika kita mau tetap setia serta lulus dalam proses apa pun yang Tuhan izinkan, itulah namanya hidup yang tak bercela. Faithfulness is not a finish lane, but faithfulness is a start lane, atau kesetiaan bukanlah sekadar pencapaian ataupun garis akhir, melainkan merupakan garis awal atau lebih pada kita mesti memulai apa pun dengan kesetiaan. Sebab banyak hal dalam hidup sebaiknya dimulai dari kesetiaan. Apa pun yang kita mulai dengan kesetiaan, akan menuju akhir dengan mahkota kemuliaan. 

Janganlah miliki jiwa pemberontak atau hanya gemar cari hal-hal yang sejauh menyenangkan diri sendiri. Jika demikian, itu bukanlah kesetiaan, melainkan balas jasa atau timbal balik. Setia bukanlah seperti itu. Orang yang menyukai tipu daya, memikirkan kesenangan, keuntungan dan kepentingan sendiri bukanlah orang yang setia, melainkan hitung-hitungan dan mengandalkan logika semata. Dengan kata lain, ia munafik dan terlihat menyibukkan diri mengerjakan hal-hal rohani atau baik, tetapi sebenarnya bukan untuk menjadi berkat atau memuliakan nama Kristus serta berkarya demi sesuatu yang positif, melainkan semuanya hanyalah bagi dirinya sendiri. 

Seorang yang setiawan tidak akan menyukai dusta. Ia memang bukan tidak pernah salah, tetapi ia tidak akan menyembunyikan kesalahan maupun kegagalan dan kelemahannya. Ia mau mengakui kesalahannya, belajar darinya, serta meminta maaf, lalu bangkit dan tidak mengulang kesalahan. 

DI MANA ADA ROH KUDUS, PASTI ADA KESETIAAN

Menjadi setia adalah sesuatu yang mahal dan berharga. Sebab tidak banyak orang melakukannya. Karena itu, salah satu kunci agar dapat menjadi setia adalah adanya Roh Kudus yang tinggal dan berdiam dalam diri kita. Roh Kudus sanggup mendorong kita supaya tetap kuat. Ia menolong, mengajar, memampukan, menuntun serta mengingatkan dan mengurapi kita. Jadi, standar minimum orang yang setia ialah dipenuhi Roh Kudus. Tanpa-Nya, kita hanya bisa setia sesaat. Sebab bukti penuh dengan Roh Kudus adalah menjadi orang yang setia. Orang yang setia pun akan dimampukan Tuhan untuk tetap bersyukur di masa-masa sukar sekalipun. 

Petrus, sebelum dipenuhi Roh Kudus, ia pernah mengaku rela mati demi Kristus, namun ternyata sempat mengkhianati dan menyangkali Dia. Namun, ketika ia penuh dengan Roh Kudus, kuasa-Nya dahsyat bekerja melaluinya. 

Orang-orang yang menolak Roh Kudus serta penyertaan dan pengurapan-Nya sesungguhnya tidaklah menyadari bahwa kita sedang hidup dalam waktu-waktu yang berbahaya. Padahal, Roh Kudus teramat sanggup mengubahkan dan menguatkan kehidupan kita, terutama untuk menjadi setia. 

KESETIAAN MERUPAKAN BAGIAN DARI BUAH ROH

Buah dari Roh Kudus serta hidup dalam Roh adalah kesetiaan. Karena itu berhati-hatilah, apabila tidak berbuah dalam kehidupan ini, kita akan dipangkas-Nya dan sesungguhnya Roh Kudus tidak tinggal dalam kita. Namun, orang yang berbuah pun akan terus dibersihkan oleh-Nya dari hal-hal yang salah. 

Jadi, tidak mungkin kita makin segambar, serupa Kristus ataupun berkenan kepada-Nya dan menjadi mempelai Kristus tanpa cacat cela bila tidak setia. Karenanya, melalui semua proses yang ada dalam kehidupan saat-saat ini, kesetiaan kita justru sedang diuji. Janganlah memberontak, terus-menerus emosi, mengeluh ataupun kecewa serta meninggalkan Tuhan. Meski kesetiaan terkadang membuat kita menitikkan air mata, gemetar, merasakan tekanan luar biasa berat, namun imani bahwa kita takkan pernah menyesal karena menjadi setia. Sebab orang yang bertahan sampai kesudahannya akan memperoleh kemenangan dari Tuhan. 

Galatia 5 : 22 – 23, "Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." 

Kesetiaan merupakan bagian tak terpisahkan dari tuntunan Roh Allah. Walau orang-orang duniawi bisa terlihat mampu setia, namun sering kali hanya demi tujuan atau motif tertentu dan perhitungan belaka. Tetapi kita umat Tuhan, janganlah demikian, jadilah berbeda sebab Tuhan Yesus teladan kita jadi setia. 

HAL-HAL PENTING MENGENAI KESETIAAN : 

• Setia Berkaitan dengan Iman

Faithfulness (dalam bahasa Inggris adalah kesetiaan) pun berarti penuh iman. Orang benar akan hidup oleh iman. Selama tetap beriman, kita akan setia. Jika hari-hari ini kita tak setia, perbaikilah iman kita yang sedang goyah. Iman yang tangguh akan menolong kita memiliki iman yang setia berjalan dalam kebenaran serta rasa takut akan Tuhan.  

• Setia Tidak Bisa Dibuat-buat

Kita mungkin bisa membuat-buat hal lain seperti senyum, perbuatan baik atau yang lainnya. Tetapi, kesetiaan tidak bisa dibuat-buat, sebab orang yang tidak setia, pada akhirnya akan terlihat juga aslinya. 

• Setia Harus Disertai Kesiapan Bayar Harga

Perasaan apa pun yang kita alami, itu merupakan kesempatan belajar bayar harga untuk kita bisa setia. Belajarlah dari Tuhan Yesus yang meski diejek, dimaki, bahkan diludahi dan disalibkan, Ia justru mengampuni dan setia sampai mati di kayu salib pada kehendak Bapa. Orang yang setia pun tidak akan menganggap mengalah atau memikul salib setiap hari (rela berkorban perasaan, tenaga, uang dan lain-lain) itu menyakitkan, sebab pandangannya ia arahkan pada upah surgawi. Segala perkara dapat kita tanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita, serta penderitaan ringan sekarang ini tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang akan kita terima kelak (Filipi 4 : 13; 2 Korintus 4 : 17). 

• Setia Pasti Menghasilkan Buah-buah yang Luar Biasa 

Orang kaya bisa gagal, orang hebat dapat terjatuh, orang pintar mungkin hancur, tetapi orang yang setia selalu akan melihat berkat, kemenangan serta kedahsyatan dari Tuhan. Walau orang yang setia juga bisa saja mengalami dikhianati, namun tidak akan pernah dapat ditaklukkan dan akhir hidupnya pasti dahsyat serta luar biasa karena tangan Tuhan yang menyertainya. Karena itu, menjadi setia ialah jalan terbaik yang mesti kita pilih. 

ROH KUDUS MENUNTUN PADA KESETIAAN SEBAB IA MENYADARKAN BAHWASANYA :

1. Kesetiaan Itu Tidak Timbul Dalam Sehari

Kesetiaan perlu proses. Roh Kudus pun terkadang akan menyadarkan kita harus bertahan, sabar, taat firman dan mendengarkan suara-Nya, meski batin ataupun logika kita menolak dan meragukan. Karena itu, di masa yang sukar, orang baik sekalipun tapi tanpa tuntunan Roh Kudus, ia akan dapat saja memberontak. Namun orang lemah sekalipun namun dengan tuntunan Roh Kudus, ia akan tetap bertahan dalam kesetiaan. 

2. Kesetiaan Tidak Lewat Jalan yang Mulus

Kesetiaan justru kerap melewati jalan berbatu serta penuh onak duri karena untuk melatih kita menjadi prajurit Kristus yang perkasa serta mempersiapkan kita supaya lebih dewasa. Seperti halnya di tiap jenjang pendidikan sekolah, ujiannya akan makin sulit, demikian juga dalam tantangan hidup. Karena itu, jika menghadapi ujian-ujian yang sulit dan jalan-jalan yang berliku, sesungguhnya Tuhan hendak membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi. Jika kita hanya lega sebab merasa hidup terbebas dan tanpa segala jenis ujian, sesungguhnya level kita masih bawah dan biasa-biasa saja. Karena itu, janganlah berkecil hati mengalami ujian, sebab setia tidak akan pernah merupakan sebuah kesalahan. 

3. Kesetiaan Membuat Kita Memiliki Pegangan yang Kokoh

Kesetiaan kita jangan berpegang hanya pada visi, uang, cita-cita ataupun impian-impian tertentu, sebab jika demikian, kita hanya akan menjadi setia sesaat lamanya. Jadilah anak-anak Allah yang setia, dan di manapun berada kita tidak jadi batu sandungan, melainkan menjadi berkat. 

4. Kesetiaan Harus Dibumbui dengan Pikiran-pikiran yang Tenang dan Positif

Kesetiaan kadang kala tidak terjadi sebab dalam benak pikiran kita masih berkecamuk segala hal yang liar ataupun terjebak intimidasi Iblis. Karena itu, pikirkanlah yang baik saja serta milikilah pikiran Kristus (Filipi 4 : 8; 1 Korintus 2 : 16). Disiplinkan pikiran kita dalam kebenaran. 

Sambutlah lawatan Roh Kudus di akhir zaman ini agar Ia memimpin kita dalam kesetiaan. Walau berat, tetapi setia tidak akan merugikan kita pada akhirnya. Be faithful, tetaplah setia. Jangan menyimpang ke kiri atau kanan, tetapi teruslah melangkah lurus dalam kesetiaan. Berkomitmenlah, apa pun yang terjadi dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan maupun hubungan kita dengan Tuhan, kita mau tetap menjadi orang-orang yang setia. 

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email