• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 4, Ibadah Raya 5
  • Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • 20 Juni 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Sewaktu Yesus ditanya murid-murid-Nya tentang tanda kedatangan-Nya kembali dan kesudahan zaman, Ia menjawab dalam Lukas 21:11, salah satunya adalah penyakit sampar. Sampar dapat diartikan pandemi. COVID-19 adalah salah satu tanda kedatangan Tuhan Yesus kembali dari akhir dunia ini.

Tuhan Yesus juga menjawab dari Matius 24:14, "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Ia pasti datang kembali, karena itu Dia memberikan Amanat Agung agar kita menjadikan semua bangsa murid-Nya. Ini juga berarti agar terjadi penuaian jiwa besar-besaran sebelum Ia datang kembali. Bagaimana proses menyelesaikan Amanat Agung ataupun penuaian jiwa tersebut ?

Untuk penyelesaian Amanat Agung tidak bisa dengan kekuatan sendiri. Karenanya, pesan akhir Tuhan sebelum naik ke surga bagi murid-murid-Nya,maupun kita, dalam Kisah Para Rasul 1:8,"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Untuk menyelesaikan Amanat Agung, harus menerima kuasa Roh Kudus. 

Setelah itu, disaksikan para murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke surga. Kemudian, 120 murid Tuhan berkumpul di kamar loteng Yerusalem. Mereka taat melakukannya sebab Ia memerintahkan agar mereka tidak meninggalkan Yerusalem sebelum diperlengkapi kuasa dari tempat tinggi. Ia berkata, "Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Mereka bertekun sehati dalam doa, bersama memuji dan menyembah Tuhan dengan unity siang malam. Inilah prinsip Restorasi Pondok Daud dan Menara Doa. 

Setelah sepuluh hari, maka pada Hari Raya Pentakosta, turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh tempat mereka duduk, dan tampaklah lidah-lidah bak nyala api bertebaran hinggap pada mereka masing-masing. Penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan Roh itu. Itulah bahasa roh. Jadi, tanda awal orang yang dibaptis Roh Kudus adalah berbahasa roh.

Apa Saja yang Terjadi Setelah Murid-murid Tuhan Dipenuhi Roh Kudus:

1. Petrus berkhotbah sekitar 5 menit, kira-kira 3.000 orang bertobat dan dibaptis. Petrus berkhotbah dengan kuasa Roh Kudus. Zaman itu populasi penduduk dunia sekitar 255 juta orang. Kini penduduk dunia sekitar 7,8 miliar, jadi 3.000 orang yang bertobat dan dibaptis waktu itu setara 91.000 orang saat ini.

2. Mereka dipakai untuk menyatakan tanda-tanda dan mujizat sehingga banyak orang bertobat: Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir; bayangan Petrus menyembuhkan orang sakit; saputangan atau kain yang pernah dipakai Paulus, jika diletakkan pada orang sakit atau dirasuk setan, orang itu akan sembuh. Di Markus 16:15 – 18, Tuhan Yesus berkata, kalau kita memberitakan Injil, maka tanda-tanda dan mujizat akan menyertai. Sejak 2006, saya diperintah Tuhan untuk mengadakan Kebaktian Kesembuhan Ilahi; dan selama 13 tahun, kita sudah mengadakan 318 kali. Tiap kali berkhotbah, pasti saya memberitakan Injil dan tanda-tanda serta mujizat terjadi. Saya diizinkan Tuhan melihat dan mengalami mujizat seperti yang dilakukan Tuhan Yesus 2.000 tahun yang lalu.

3. Cara hidup mereka berubah hingga banyak orang bertobat. Apa saja perubahan cara hidup mereka :

• Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasulserta persekutuan. Ini bisa diartikan suka baca Alkitab. Mazmur 119:105 berkata,"Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."Kalau gemar membaca Alkitab, itu akan menuntun jalan hidup kita, hidup benar sesuai firman, kita akan menjadi orang berintegritas dan membuat orang lain bertobat.

• Mereka selalu berkumpul, membagi roti dan berdoa. Ini bisa dikatakan hidup dalam unity dan suka berdoa. Hari-hari ini saya melihat melalui Menara Doa, ada doa, pujian dan penyembahan dalam unity siang malam. Lewat Third Pentecost Azusa Street Prayer Tower, ada seruan doa demi pencurahan Roh Kudus yang dahsyat melalui Pentakosta Ketiga. Kalau Ia memberi kita beban untuk berdoa seperti ini, maka ini merupakan tanda Pentaskota Ketiga dan akan terjadi penuaian jiwa terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali. Pentakosta Ketiga akan membangkitkan Gererasi Yeremia, yaitu anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian pada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan memenangkan banyak jiwa. 

• Mereka suka memberi sehingga tak ada yang berkekurangan. Dalam kondisi krisis ekonomi akibat pandemi, justru Ia menghendaki agar kita suka memberi. Alkitab berkata, lebih berbahagia memberi daripada menerima. Lukas 6:38, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan kedalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

• Mereka senantiasa bergembira dan dengan tulus hati sambil memuji Allah. Tulus hati artinya hidup sebagai orang berintegritas. Kemudian dikatakan, mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari jumlah orang yang diselamatkan bertambah.

Namun, mereka menganggap pola penuaian jiwa hanya seperti itu. Sebagai orang-orang percaya, mereka hidup dalam zona nyaman, terbiasa berkumpul dalam unity sambil baca Alkitab, berdoa, memuji Tuhan dan tak ada yang berkekurangan.

Ternyata, supaya penuaian jiwa bertambah, Tuhan izinkan proses berikutnya, yaitu aniaya menimpa jemaat di Yerusalem. Selain rasul-rasul, mereka harus lari meninggalkan Yerusalem, pergi ke Yudea dan Samaria sambil memberitakan Injil. Tadinya penuaian jiwa hanya terjadi di Yerusalem, sekarang menyebar ke seluruh Yudea dan Samaria—pola penuaian jiwa seperti inilah yang masih terjadi sampai hari ini. Gus Dur (Abdurrahman Wahid) bahkan pernah berkata,"Orang Kristen itu jangan ditekan-tekan, sebab kalau ditekan, mereka akan meledak. Justru kalau dibiarkan dalam zona nyaman, mereka tidak akan berkembang. "Karena itu, Tuhan izinkan penderitaan atau aniaya terjadi hari-hari ini di antara orang-orang percaya supaya terjadi penuaian jiwa.

Pandemi COVID-19 membuat kita tidak nyaman, banyak tekanan, ada yang mengalami sakit, bahkan meninggal, tetapi justru ini akan mempersiapkan penuaian jiwa terbesar dan terakhir di era Pentakosta Ketiga sebelum Ia datang kembali.

Pola penuaian tersebut belum menyelesaikan rencana Tuhan, karena selain penuaian jiwa harus terjadi di Yerusalem, seluruh Yudea serta Samaria, tetapi juga harus sampai ujung bumi. Tuhan punya cara membuat penuaian jiwa sampai ke ujung bumi, yaitu terjadinya perubahan paradigma dalam pelayanan.

Selama ini, pengertian keselamatan hanya untuk orang-orang Yahudi. Tetapi, melalui peristiwa Kornelius, dimana Petrus diutus Tuhan mendatanginya yang bukan orang Yahudi guna memberitakan jalan keselamatan, akhirnya mereka mengerti ternyata keselamatan bukan bagi orang Yahudi saja, namun semua bangsa. Ini mengakibatkan penuaian jiwa besar-besaran. Jadi, mereka tak hanya mengabarkan Injil di Yerusalem, Yudea atau Samaria, melainkan mereka, termasuk kita sekarang, pergi ke seluruh dunia.

Perubahan paradigma dalam pelayanan tidak mudah. Petrus harus diyakinkan Tuhan, kalau Tuhan berkata halal, janganlah dia berkata haram. Orang-orang bukan Yahudi adalah "haram" di mata orang Yahudi. Proses itu terus berlanjut untuk memberi pengertian kepada orang-orang Yahudi, golongan bersunat dan orang-orang Farisi yang sudah bertobat, dimana mereka berpendapat orang bukan Yahudi yang percaya pada Tuhan Yesus, harus disunat dan wajib mengikuti hukum-hukum Musa. Tetapi, melalui sidang di Yerusalem, akhirnya mereka mengerti serta menerima bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi, tetapi juga untuk semua bangsa.

Pada awal pelayanan pun saya pernah mengalami perubahan paradigma dalam pelayanan. Pengertian orang-orang Kristen waktu itu, kalau beribadah Minggu harus di gedung gereja. Ibadah selain di gedung gereja dianggap "haram".

Pengalaman gereja kita di Bandung merupakan pengalaman unik. Dalam kurun setahun, tiap minggu harus pindah tempat ibadah. Setelah berjalan satu tahun, kita tidak mendapat tempat kebaktian lagi, kecuali sebuah night club bernama Paramount. Ini pasti tempat 'haram', tapi Tuhan hanya sediakan tempat itu, dan Ia berkata kepada saya,"Apa yang Aku katakan halal, jangan kamu berkata haram."

Di tengah banyaknya kecaman, kita justru berbakti di tempat itu sampai tiga tahun. Melalui tempat "haram" tersebut, kita menuai jiwa-jiwa yang juga dianggap 'haram'. Yang tadinya mau ke night club, malah"kesasar" ke gereja dan bertobat! Tak sedikit mereka yang sekarang malah menjadi pelayan Tuhan!

Melalui ini kita mengerti, bagi Tuhan tidak masalah tempat yang kita pakai untuk beribadah, meski bukan gedung gereja dan mungkin tempat yang 'haram'. Kalau tidak peka terhadap kehendak-Nya, tempat kebaktian untuk jiwa-jiwa yang bertobat waktu itu, tidak akan mencukupi kalau hanya di gedung gereja karena sedang terjadi penuaian jiwa di Indonesia. Selain itu, orang-orang yang mau ke gereja untuk pertama kalinya, karena bukan di gedung gereja, jadi lebih mudah.

Hari-hari ini, untuk memasuki penuaian jiwa terbesar dan terakhir, Tuhan mencurahkan Roh Kudus-Nya yang kita sebut Pentakosta Ketiga. Saya percaya, Pentakosta Ketiga sebagai perubahan paradigma dalam pelayanan.Terus terang, sampai hari ini banyak orang mungkin belum mengerti Pentakosta Ketiga. Memang tak mudah menerima perubahan paradigma dalam pelayanan, tetapi pada akhirnya kita semua akan melihat, dengan adanya Pentakosta Ketiga ini, akan terjadi penuaian jiwa yang terbesar serta terakhir sebelum Ia, Tuhan Yesus datang kembali. Amin.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email