• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

• PNIEL adalah nama suatu tempat yang diberikan Yakub setelah ia "bergulat dengan Allah". Nama tersebut artinya "Wajah Allah".

• Lokasi "Pniel" di daerah dekat penyeberangan sungai Yabok (Yabok atinya dikosongkan), waktu Yakub pulang dari Haran dan berjumpa dengan Esau.

• Yakub telah bergulat dengan seorang malaikat sehingga ia telah mengalami pengalaman rohani yang luar biasa melihat Allah "muka dengan muka". Tiga fase perjalanan Yakub sebelum bertemu dengan Esau:

1. FASE PADANG GURUN

Kejadian 32 : 22 - 24 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Setelah Yakub menyeberangkan para istri serta anak-anaknya, maka ia pun tinggal seorang diri. Kesendirian Yakub ini melambangkan suatu fase "kesendirian" yang juga dialami orang percaya, atau yang sering diistilahkan dengan masa "padang gurun", ini suatu waktu untuk intim dengan Tuhan. Ini berbicara mengenai suatu kondisi yang sulit, tetapi Tuhan izinkan untuk kita alami supaya kita menerima pemulihan dari Tuhan.

2. DIHANCURKAN UNTUK DIPERBARUI

Kejadian 32 : 25 & 28 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Saat itu Yakub bergumul semalam-malaman dengan seseorang yang adalah Tuhan sendiri, dan dalam pergumulan tersebut pangkal paha Yakub dibuat menjadi terpelecok, pangkal paha Yakub dihancurkan, lalu setelah itu Tuhan memberkati Yakub. Ini berbicara mengenai dihancurkan (diremukkan) untuk diberkati (dipulihkan).

3. BERGUMUL DENGAN TUHAN

Kejadian 32 : 26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing."  Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." • Bukan kemampuan gulat Yakub yang dihargai Tuhan, tapi sikap bergantungnya yang ulet kepada Tuhan.

• Bagaimana mungkin seseorang yang bergumul dengan Allah bisa memperoleh kemenangan ? Kitab Hosea mengatakan bahwa Yakub dapat menang dalam pergumulan dengan Allah bukan melalui kekuatan yang dimilikinya, tetapi dengan menangis dan memohon belas kasihan (Hosea 12 : 4 - 5).

• Inilah kunci kemenangan Yakub dalam pergumulan dengan Allah. Dari pergumulan sengit untuk memohon berkat dari Tuhanlah Yakub mendapatkan perkenanan-NYa dengan memberi nama baru: ISRAEL (Pangeran Allah). Seperti Tuhan mengubah Yakub menjadi Israel, dari Yabok menjadi Pniel, Dia juga ingin mengubah hidup kita ketika Ia membersihkan hidup kita.  Rangkuman Pdp. Willy Santoso, B.Sc :

Kejadian 32 : 1 - 32 mengkisahkah Yakub bergulat dengan Allah. Dimana dapat dibagi dalam 3 fase, yaitu :

Fase 1 Padang Gurun

Fase 2 Dihancurkan untuk diperbaharui

Fase 3 Bergumul dengan Tuhan

Bila perikop dibaca seluruhnya maka ada perbedaan antara peristiwa sebelum dan sesudah pergumulannya.

Sebelum pergumulan Yakub terjadi ia alami ketakutan untuk bertemu dengan kakaknya, Esau. Dimana Esau begitu marah terhadap Yakub, karena hak kesulungannya diambil oleh Yakub.

Sesudah Yakub bergumul dengan Allah, tejadi perubahan dimana Yakub tidak lagi takut untuk bertemu dengan Esau, justru ia disambut oleh Esau.

Ada perubahan saat kita sudah datang kepada Tuhan.

Intinya adalah kita harus mengalami Tuhan dalam hidup. Kita tidak akan mampu menggenapi rencanaNya tanpa kuasa Tuhan. Kita harus bersedia bayar harga dan mengejar Tuhan. 1 Yohanes 4 : 19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Untuk mengasihi saja kita butuh kuasa. Kalau kuasa itu tidak turun atas kita maka kita takkan dapat melakukan apapun.

Dari 12 murid Yesus, hanya ada satu murid yang dikasihi oleh Yesus, yaitu Yohanes. Ia mengasihi Yesus dan satu-satunya murid yang berada di bawah kayu Salib Tuhan Yesus saat Ia disalib.

Mari alami Tuhan, maka kuasa Tuhan turun agar kita dapat mengalami janji-janji Tuhan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email