• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Indarwanto Tarigan
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

1 Korintus 7 : 1 - 16

Latar belakang

• Jemaat di Korintus bukan hanya jemaat yang terpecah belah, tetapi juga merupakan jemaat yang rusak.

• Dalam jemaat itu terdapat dosa yang semua orang tahu tapi tidak ada orang yang bertindak, dosa dibiarkan.

• Surat 1 Korintus 7 ditulis Rasul Paulus untuk memberikan solusi buat masalah orang-orang di Korintus tentang Pernikahan. Pergumulan pernikahan di Korintus :

1. Untuk orang yang belum/tidak menikah.

1 Korintus 7 : 1 - 2 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

 Kalau belum / tidak menikah tanpa tujuan yang jelas akan menghadapi pergumulan dengan dosa percabulan.

1 Korintus 7 : 7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.

Paulus menjelaskan orang yang tidak menikah baik juga, asalkan punya karunia khusus dari Tuhan.

 2. Untuk orang-orang yang sudah menikah.

Ada 2 kelompok :

Kelompok pertama adalah orang percaya/Kristen yang menikah dengan orang percaya/Kristen.

Kelompok ini pergumulannya adalah karena ada masalah sex dan perceraian, sedangkan ada perintah Tuhan di ayat 10 & 11b Tidak boleh bercerai.

1 Korintus 7 : 10 - 11b Kepada orang-orang yang telah kawin aku tidak, bukan aku, tetapi Tuhan perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya...Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

 Perintah Tuhan :

Istri maupun suami tidak boleh bercerai. Jika perceraian sudah terjadi maka harus bergumul dengan konsekwensinya yaitu tidak boleh menikah lagi atau berdamai dengan mantan suami atau istrinya.

 Pergumulan atas keputusan kita :

• Untuk pilihan berdamai kita perlu bergumul untuk minta kekuatan kasih Allah supaya bisa mengampuni dan menerima mantan suami/istri seperti Kristus mengampuni dan menerima kita tanpa syarat.

 • Untuk pilihan hidup tanpa mantan suami/Istri dan tidak menikah lagi kita perlu kekuatan untuk fokus pada Tuhan (Untuk proses pemulihan hati , belajar taat dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya).

 Kelompok kedua adalah orang percaya/Kristen yang menikah dengan orang yang tidak percaya/non Kristen.

• Konteksnya : Mereka sudah menikah waktu keduanya belum percaya/Kristen tetapi karena  buah penginjilan yang dilakukan rasul Paulus maka salah satu (suami/istri) menjadi percaya / Kristen

• Note : Artinya bukan Orang Percaya (Kristen) boleh menikah dengan orang yang tidak percaya (non Kristen).

 Pergumulan kelompok ini :

• Seorang suami yang telah menjadi percaya/Kristen, jika istrinya belum percaya/Kristen tetapi tetap mau hidup bersama, tidak boleh menceraikan istrinya yang belum percaya/Kristen (Suami harus bergumul untuk memenangkan istrinya yang belum percaya).

1 Korintus 7 : 12 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia.

 • Seorang istri yang telah menjadi percaya / Kristen jika suaminya belum percaya / Kristen tetapi tetap mau hidup bersama, tidak boleh menceraikan suaminya yang belum percaya / Kristen (Istri harus bergumul untuk memenangkan suaminya yang belum percaya).

1 Korintus 7 : 13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.

 Kesimpulan :

1. Tujuan perintah dan nasehat pernikahan dalam firman Tuhan adalah untuk kepentingan kita, supaya kita melakukan apa yang benar dan bisa melayani Tuhan tanpa gangguan.

1 Korintus 7 : 35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

 2. Tujuan perintah dan nasehat pernikahan dalam firman-Nya adalah supaya kita hidup berbahagia.

1 Korintus 7 : 39 - 40 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya. Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

 Rangkuman Pdp. Willy Santoso, BSc :

Hari ini kita diingatkan melalui Firman Tuhan dari 1 Korintus 7 : 1 - 16 tetang pergumulan masalah jemaat di Korintus yang begitu banyak; diantaranya masalah sosial, penyembahan berhala, pengajar sesat dan pernikahan.

 Khusus masalah pernikahan, Paulus menulis surat ini sebagai nasihat dan ketetapan Tuhan untuk diperhatikan dan dilakukan :

1. Ada orang yang terpanggil untuk tidak menikah; ini adalah karunia khusus kepada mereka yang tidak menikah supaya tetap hidup dalam kekudusan. Namun kalau tidak kuat melajang, Paulus menishatkan supaya mereka menikah, mengingat bahaya percabulan.

2. Bagi yang sudah menikah, tidak boleh bercerai dengan alasan apapun, termasuk jika pasangan belum percaya. Kalau ada perceraian, mereka tidak boleh menikah lagi atau berdamai dengan pasanganya.

• Beberapa pasangan menganggap bahwa dalam pemberkatan nikah, Tuhan hanya sebagai saksi saja. Ini tidak benar. Tuhan selalu hadir dalam setiap kehidupan pernikahan orang percaya.

Roma 11 : 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

 • Pernikahan adalah lahan pelayanan kita yang pertama. Ingat perintah Tuhan, kasihilah Tuhan dan sesama! Kata "sesama" yang paling dekat adalah paangan kita. Ini yang harus kita praktikkan dalam hidup kita. Seorang istri harus tunduk kepada suaminya; dan suami harus mengasihi istrinya (Efesus 5 : 22 - 23,25).

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email