• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Rhina Victorius
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Ketika seorang pria dan seorang wanita dipersatukan dalam ikatan janji nikah dan Tuhan  mengaruniakan janin, maka dimulailah peranannya sebagai orang tua. Peranan sebagai orang tua sangat menentukan anak kita dikemudian hari.

Mazmur 127 : 3 - 5 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Kita patut bersyukur karena Tuhan sudah memberikan anak-anak yang sangat berharga karena mereka adalah milik pusaka yang dititipkan kepada kita untuk dididik dan dirawat.

Anak panah adalah anak kita, pahlawan adalah orang tua. Jika salah mendidik maka anak tidak akan menjadi runcing.

Seorang pahlawan memerlukan keahlian dalam mendidik anaknya. Semua anak panah bila diluncurkan tidak boleh tumpul, bila tumpul tidak akan kena sasarannya.

3 Tingkat Kebutuhan Anak:

1. Usia 0 - 5 th ---> tolong saya

Mereka sangat membutuhkan oran tuanya, mereka tidak dapat melakukan sendiri, misal memberi makan, saat jatuh perlu pertolongan untuk merawat luka mereka.

2. Usia 5 - 12 th ---> Ajar & Didik Saya

Usia yang paling efektif untuk menanamkan apa yang benar.

Amsal 29 : 17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.

Bagaimana hati kita tentram dan sukacita, bila anak kita salah dididik. Bagaimana kita harus berulang-ulang mendidik firman Tuhan kepada anak-anak seperti dalam Ulangan 6 : 7 "haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun".

Pada usia ini mereka butuh diajarkan etika, sopan santun, cara bersosialisasi diluar, sebab bila tidak kita didik maka mereka akan menjadi pemberontak diluar, nakal, bermalas malasan.

Mereka mencari hal-hal dari luar via film yang bisa mengajarkan tidak patuh kepada orang-tua, bahkan mereka dapat dididik melalui hp mereka.

Mari didik mereka dengan prinsip - prinsip firman TUHAN.

3. Usia 12 thn - pemuda ---> Beri Saya Teladan.

Pada usia ini paling rawan karena mereka sedang mencari jati diri. Misal: melihat dan mencontoh artis ini-itu. Ada seorang tokoh yang menjadi teladan yaitu Timotius yang dididik oleh nenek dan ibunya melalui teladan.

2 Timotius 1 : 5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike.

Pada usia ini emosi tidak stabil, terkadang bisa senang, bisa sedih, suka nyolot, suka mengkritik juga dapat membentak kita, tidak patuh.

Kolose 3 : 21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Bila seorang ibu memarahi anaknya tidak akan terluka dihatinya, tapi bila bapak memarahi anaknya, itu akan membekas dihati mereka. Karena ikatan batin ibu sudah terjalin dengan anaknya sejak masih dikandungan.

Penting sekali memberikan teladan.

Contoh : seorang bapak menasihati jangan merokok sementara ia sedang memegang rokok, juga bagaimana sikap bapak memarahi ibunya dihadapannya. Berikan contoh, teladan bagi anak kita. Pada saat seperti ini mereka juga sudah merasakan tekanan karena melakukan kegiatan (belajar) di rumah. Dahulu mereka dapat bermain dengan teman-teman saat ini merasa kesendirian, juga menjadi terikat dengan teknologi, nonton yang tidak benar, mereka juga merasa ragu tentang masa depan (apakah akan mendapat pekerjaan dll). Mari kita didik anak kita dengan teladan melalui kata, sikap, teladan.

Apa yang harus kita lakukan ?

1. Tanamkan kepada mereka takut akan Tuhan (Ulangan 6 : 7) Haruslah mengajarkannya berulang-ulang. Sebab sejak kecil kita tanamkan firman Tuhan akan tertanam di hati mereka itu akan mereka akan kerjakan dikemudian hari.

2. Bangun keintiman dengan Tuhan melalui mezbah keluarga. 

3. Mengerti tingkat perkembangan, pertumbuhan anak.Sebab usia itu sangat berbeda menangani anak kita. Mengerti tingkat kebutuhan mereka. Contoh anak usia > 12 tahun tidak mau dipukul, tapi mereka perlu nasehat.

4. Posisikan diri kita sebagai sahabat bagi mereka.

Amsal 17 : 17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Penting kita menjadi orang tua, namun juga penting kita menjadi sahabat bagi mereka. Saat kita menjadi sahabat mereka, maka akan menceritakan apapun yang tidak perlu lagi mereka ceritakan kepada orang lain. 

Pada saat usia remaja lakukanlah waktu 'dating' dengan mereka. Bila anak perempuan lakukan 'dating' dengan bapaknya, bila ia pria lakukan 'dating' dengan ibunya.  Agar mereka tidak mudah jatuh cinta dengan laki-laki diluar karena ada ikatan dengan ayahnya atau ibunya.

Penting sekali mengetabui mental dari anak-anak kita. Mari kita berubah untuk mendidik anak sesuai kebutuhan mereka.

Rangkuman Pdp Willy Santoso, BSc :

Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa gereja CK7 sangat memperhatikan pelayanan anak. Namun peran pelayanan anak di gereja tidak dapat menggantikan peran orang tua.

Sesuai Mzm 127 : 3 - 5, Anak anak adalah milik pusaka Tuhan, orang tua harus menjadi pahlawan untuk melepas anak panah.

Sebagai pahlawan maka harus selalu berlatih. Sebab ada pertanggung jawaban yang harus kita berikan kepada-NYA.

Ada 3 tahapan kebutuhan anak dalam perkemabngan :

1. Usia 0 - 5 th

Perlu peranan yg sangat aktif dari orang tua.

2. Usia 5 - 12 th

Kita mulai mengajar. Kita sesungguhnya sedang membangun fondasi atas anak. Perlu fondasi yang kuat agar tidak mudah roboh.

3. 12 th keatas

Harus memberikan teladan kepada mereka, karena pada usia ini mereka sedang mencari jati diri.

Tahap awal dimana orangtua punya tanggungjawab penuh akan dominan dalam hidup mereka, setiap keputusan ada ditangan kita.

Tahap kedua usia diatas 12 tahun. Mereka harus dijadikan sahabat. Kita harus menjadi contoh, kita harus praktekan apa yang kita inginkan dari anak-anak Ingat, apa yang kita tabur akan dituai oleh anak-anak.

Galatia 6 : 7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Saat ini ada seminar Maximum marriage

Pernikahan yang baik adalah sebuah warisan bagi anak-anak kita. Ternyata setelah menikah bukan menjadi suami dan istri saja, namun kita sedang membangun keluarga dengan baik yang akan menjadi warisan bagi anak-anak. Kita sedang menanamkan nilai-nilai ilahi sebagai warisan.

Pagi hari ini sebagai orang tua perhatikan :

1. Tanamkan untuk hidup takut akan Tuhan (Ulangan 6 : 7).

2. Ajarkan melalui teladan dengan baik.

3. Mengerti pertumbuhan anak agar mendidik sesuai masanya.

4. Memiliki hubungan sebagai sahabat agar mereka terbuka. Sebab pengaruh dari luar tidak dapat dibendung. Supaya mereka dapat menceritakan kepada kita.

Quote :

The future of our children is not ahead of them the future is within them(Masa depan anak-anak kita bukan didepan mereka tapi masa depan mereka ada didalam mereka).

Ibaratnya benih pohon besar, untuk menjadi besar Tuhan  sudah merancangkannya supaya menjadi besar, namun bergangung dari nutrisi yang diberikan selama pertumbuhannya.Pastikan mereka menyadari supaya mereka dapat mengembangkannya.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email