• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Yohanes 14 : 12, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa."

Kalau kita percaya Tuhan Yesus, kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh-Nya, bahkan yang lebih besar. Kita pun akan melayani sampai ke ujung-ujung bumi. Sebab setelah Ia naik ke surga, Ia menyediakan pengurapan & berkat Double Portion bagi kita. Double Portion bukan hanya berarti dua kali lipat, melainkan juga berlipat-lipat kali ganda. Kita pun sedang berada di era Pentakosta Ketiga. Pencurahan Roh Kudus yang terbesar & yang terakhir akan terjadi. Untuk itulah Tuhan Yesus memperlengkapi kita dengan pengurapan Double Portion.

Setelah Roh Kudus dicurahkan pada Pentakosta pertama, salah satu tanda yang terjadi adalah perubahan paradigma dalam pelayanan. Sebelumnya, pengertian para murid-Nya ialah keselamatan itu untuk orang Yahudi saja, tetapi melalui peristiwa pertobatan Kornelius yang bukan orang Yahudi, lalu dipenuhi Roh Kudus, berbahasa roh & menerima baptisan air, maka setelah perdebatan panjang dan lewat kesaksian Petrus, para rasul serta orang-orang percaya di Yudea menerima bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang Yahudi, melainkan juga semua bangsa, termasuk Indonesia.

Demikian pula di era Pentakosta Ketiga. Adanya pandemi COVID-19 membuat terjadi perubahan paradigma dalam pelayanan:

- Kita memasuki New Normal, ibadah secara offline berubah menjadi online. Yeremia 33 : 3, "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." Saya percaya, justru dengan adanya perubahan paradigma dalam pelayanan, pasti akan terjadi penuaian jiwa yang jauh lebih besar dibandingkan waktu kita menggunakan cara yang lama.

- Terjadi kebangkitan generasi muda (Generasi Yeremia). Russell Evans gembala sidang gereja Planetshakers, mendapat penglihatan bahwa Roh Kudus sedang dicurahkan luar biasa di Indonesia. Jutaan anak muda dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian pada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa, dan akan memenangkan jiwa. Ketika saya melayani KKR di Brazil pun untuk generasi muda dan bertemu para pemimpin di sana, kami memperoleh pengertian bahwa kegerakan orang-orang muda dunia akan dimotori oleh dua bangsa, yaitu Indonesia dan Brazil.

Pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi telah mengumumkan bahwa COVID-19 masuk ke Indonesia. Tuhan pun mulai memproses gereja-Nya. Kita dibersihkan, dimurnikan, ditata ulang oleh Tuhan. Kita memasuki Dimensi yang Baru, paradigma yang baru dalam pelayanan. Semua ini untuk mempersiapkan penuaian jiwa yang terbesar & terakhir.

Jika kita membaca 1 Raja-raja 20:13-22, firman Tuhan menceritakan seorang nabi yang datang pada Ahab raja Israel untuk menyampaikan pesan Tuhan bahwa Ia akan menyerahkan musuh mereka, yakni orang-orang Aram yang sedang mengepung Samaria. Nabi tersebut menyatakan bahwa orang-orang muda, pengiring kepala-kepala daerah yang jumlahnya hanya 232 dari 7.000 orang Israel yang akan menyerang lebih dulu & diikuti para prajurit untuk menghancurkan orang-orang Aram.

Generasi Yeremia akan memimpin peperangan rohani untuk penuaian jiwa. Ini merupakan paradigma baru dalam pelayanan. Seiring Menteri Agama RI mengumumkan pembukaan kembali ibadah secara offline, anak-anak, lansia dan orang dengan penyakit bawaan berisiko tinggi terhadap COVID-19, disarankan untuk tidak beribadah di gedung gereja. Saya percaya ini bukan kebetulan, melainkan Tuhan sedang berbicara harus ada pergantian generasi. Tuhan seolah-olah memaksa agar generasi lansia mendelegasikan, menyerahkan tugas mereka ke generasi muda. Kita dapat belajar dari Elisa dan Elia.

Pertama, Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa (1 Raj. 19:19). Ini berbicara tentang memberikan otoritas menjadi seorang nabi. Kedua, Elisa menjadi pelayan Elia. Elia pun menjadi bapa rohani/mentor bagi Elisa. Elisa sangat setia kepada nabi atasannya sehingga dikenal sebagai yang dahulu melayani Elia. Ketiga, Elisa terus Elia mengikutinya ke manapun ia pergi—Gilgal, Betel, Yerikho, dan sungai Yordan.

Ketika menyeberangi sungai Yordan, Elia berkata kepada Elisa (2 Raj. 2:9-10), "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu sebelum aku terangkat daripadamu?" Jawab Elisa, "Biar aku mendapat dua bagian dari rohmu." Elia berkata, "Yang kau minta ini adalah sukar, tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat daripadamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi." Tuhan mengabulkan permintaan Elisa, ia melihat Elia terangkat. Elisa mendapat dua bagian dari roh Elia, Double Portion. Arti dari dua bagian roh Elia atau Double Portion:

• Elisa sebagai anak rohani yang sulung dari Elia menerima warisan 2 kali lebih banyak dibandingkan lainnya. Elisa memohon wibawa seorang nabi yang lebih besar agar bisa melanjutkan pelayanan Elia

• Dalam hal mukjizat, Elia melakukan mukjizat sebanyak tujuh kali, sedangkan Elisa 14 kali

• Peranan Elisa sebagai nabi terhadap raja-raja Israel lebih banyak dibandingkan Elia. Elia sebagai nabi pada zaman raja Ahab saja, sedangkan Elisa sebagai nabi dalam zaman raja Yoram, Yehu, Yoahas, dan Yoas

Untuk mendapatkan pengurapan ataupun berkat Double Portion, Elisa melakukan hal-hal berikut: pertama, Elisa menerima jubah Elia atau otoritas untuk pelayanan sebagai nabi; kedua, Elisa setia pada bapa rohaninya; ketiga, Elisa pergi ke Gilgal di seberang sungai Yordan, yaitu tempat laki-laki yang belum disunat akhirnya disunat di sana. Disunat berbicara tentang lepas dari keinginan daging untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus. "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera" (Roma 8 : 6). "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup" (Roma 8 : 13).

Keempat, Elisa pergi ke Betel tempat perjumpaan Yakub dengan Tuhan secara pribadi. Kita harus menjaga agar setiap waktu hidup kita senantiasa dipenuhi hadirat-Nya sehingga selalu mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan.

Kelima, Elisa pergi ke Yerikho, kota pertama di Tanah Perjanjian yang diberikan Tuhan ke bangsa Israel untuk direbut. Tembok Yerikho pun roboh setelah sangkakala ditiup & orang Israel bersorak-sorai. Ini berbicara tentang kuasa dari pujian, penyembahan. Sebab Tuhan menciptakan manusia agar manusia memuji & menyembah Dia. Dalam masa pandemi COVID-19, kita harus banyak memuji dan menyembah Tuhan meskipun tidak mudah. Lakukanlah seperti Daud dalam Mazmur 103:1 & 2, "Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan jangan lupakan segala kebaikan-Nya!" Memang kadang harus memaksa jiwa kita untuk memuji Tuhan dengan selalu mengingat kebaikan-Nya. Jika kita menghadapi ketakutan, kebingungan, depresi, terdampak krisis ekonomi, sakit karena COVID-19, mari selalu mengingat kebaikan Tuhan.

Apa pun yang terjadi dan masalah dalam hidup kita, ketahuilah bahwa Tuhan Yesus baik dan Dia sangat mengasihi kita. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tes. 5 : 18).

Keenam, Elisa pergi ke sungai Yordan, tempat mukjizat dialami Naaman yang sembuh dari kusta. Kunci kesembuhannya adalah kerendahan hati, yaitu bersedia membenamkan diri tujuh kali ke sungai Yordan. Sungai Yordan pun merupakan tempat Yesus dibaptis (Mat. 3:13-17). Roh Kudus dalam rupa burung merpati turun ke atas Tuhan Yesus, dan terdengar suara dari surga: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Sungai Yordan juga adalah tempat Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, sungai itu menjadi kering ketika kaki para imam yang mengangkat tabut Allah masuk ke dalam air. Kemuliaan Tuhan ini terjadi karena mereka percaya & melakukan kehendak Tuhan meski tidak masuk akal.

ADA DELAPAN HAL YANG HARUS KITA LAKUKAN JIKA RINDU MENERIMA PENGURAPAN ATAU BERKAT DOUBLE PORTION DARI TUHAN:

1. Menerima tugas yang diberikan oleh Tuhan dengan sukacita. 2. Setia kepada atasan kita, pembimbing rohani kita, bapa rohani kita. 3. Melepaskan keinginan daging, dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus. 4. Usahakanlah setiap waktu kita dipenuhi hadirat-nya agar kita senantiasa mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. 5. Dalam segala situasi, kita harus banyak berdoa, memuji dan menyembah Dia. 6. Hidup dalam kerendahan hati. 7. Menjadi orang yang dikasihi & berkenan kepada-Nya. 8. Percaya segala perintah Tuhan meski mungkin tidak masuk akal.

Saya berdoa agar kiranya kita semua mendapatkan pengurapan dan berkat Double Portion dari Tuhan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email