• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Bp. Sudy Tandi
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

PENDAHULUAN

Peace of Mind = Pikiran yg tenang.

Saat ini kita hidup di masa yang penuh ketegangan, zaman kecemasan. Ada situasi yang dapat membuat kita mudah tersinggung, yang merampas ketenangan pikiran. Semua itu dapat membahayakan kesehatan, muncullah ketegangan yang akan berdampak naiknya tekanan darah tinggi, hypertensi bahkan serangan jantung.

Segala ketegangan itu berasal dari konflik di dalam pikiran yang belum terselesaikan, misalnya masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah pribadi, dan lain-lain. Ketegangan pikiran itu dapat menyebabkan stress dan depresi. Namun ada kabar baik : bahwa di dalam Yesus Kristus ada ketenangan pikiran, peace of mind.

Saat ini kita akan belajar dari kehidupan Musa: sejak dia lahir, diangkat menjadi anak putri Firaun dan yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir untuk memasuki Tanah Kanaan. Tugas itu merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah, namun Musa mampu menyelesaikannya karena dia memiliki ketenangan pikiran.

Dalam Ibrani 11, ada sekitar 7 ayat yang berbicara tentang Musa. Musa itu dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, namun orang Israel itu bukannya bersukacita. Israel bersungut-sungut, menyalahkan Musa dan melanggar perintah Tuhan. Hal itu membuat orang Israel itu harus berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun. Sepanjang hidupnya, Musa harus menghadapi orang Israel yang keras kepala itu.

Namun, hal itu membuat Musa menjadi seorang pribadi yang lemah lembut. Di dalam Alkitab, ada dua pribadi yang disebut lemah lembut, yaitu Tuhan Yesus dan Musa. Lemah lembut itu adalah sikap percaya diri bahwa sesuatu yang baik itu pasti terjadi.

PEMBAHASAN

Mengapa Musa dapat memiliki pikiran yang tenang selama ia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Kanaan yaitu :

1. Recognize (Mengenali Diri).

Ibrani 11: 24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun.

Musa lahir dari suku Lewi orang Israel, yang kemudian diambil dan diangkat menjadi anak oleh putri Firaun. Musa hidup menjadi pengeran Mesir dan hidup berlimpah harta di istana putri Firaun. Namun, dalam pelariannya, Musa mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Ketika ia bertemu dengan Tuhan, Musa mengenali siapa identitas dirinya yang sebenarnya.

Pertemuan dengan Tuan, ini akan dapat merubah segalanya.

Dalam kehidupan ini, kita harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhqn, sebab Tuhan-- iany-lah yang menciptakan kita dan yang mengenal kita dengan baik.

2.Responsible (Bertanggung Jawab).

Ibrani 11: 25 - 26, "karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia lmenganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah."

Semakin kita mengenal Tuhan

maka akan semakin membuat kita ingin mengenalnya semakin lebih baik lagi.

Musa mulai mengambil tanggungjawab yang Tuhan berikan, yaitu memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Kenapa Musa mau menderita sebagai umat Allah dan mau bersama-sama orang Israel? Karena ia sudah mengenal siapa dirinya.

Seringkali kita ingin berjumpa dengan Tuhan hanya untuk BEROBAT bukan BERTOBAT.

Berobat tidak sama dengan Bertobat.

Berobat : setelah sembuh maka tidak pergi ke dokter lagi (setelah masalah lewat maka tidak lagi ke gereja). Bertobat : Melihat kepada Tujuan Kehidupan bukan MASALAH KEHIDUPAN, yaitu menuju SURGA yang MULIA3.Resilience (Ketahanan Diri).

Ibrani 11: 27, "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

Membawa bangsa Israel keluar dari Mesir tidak mudah, karena orang Israel yang suka bersungut-sungut. Namun hal itu justeru membuat Musa menjadi semakin dekat dengan TUHAN dan membuat Musa menjadi semakin lemah lembut.

Amsal 24 - 16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.!

Resilience adalah ibarat seperti per, semakin ditekan akan semakin tinggi. Jadikan masalah (pandemi) membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Mau lebih mendengar suara TUHAN daripada suara orang-orang lain.

Rangkuman Pdp. Willy Santoso, BSc (Plt. Gembala GBI PRJ) :

Untuk memiliki ketenangan pikiran, Musa mengenal jatidirinya sebagai orang Israel. Musa melakukan pengorbanan dan bayar harga untuk menjadi bagian dari umat Allah.

Ada 3 hal yang dilakukan Musa, yaitu:

1. Mengenali Diri.

Caranya adalah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, yaitu dengan membangun keintiman dengan Tuhan di Doa Fajar dan Menara Doa.

Tanpa mengenali siapa diri kita di dalam Kristus maka akan sulit menang di dalam proses kehidupan ini.

2. Bertanggung Jawab.

Bukan karena paksaan, tetapi karena sukarela dan sadar menerima tanggung jawab yang Tuhan berikan, yaitu mau memikul salib, menjadi pribadi yang hidupnya berkenan kepada Allah.

3. Bertahan.

Bertahan dan berjaga-jaga dalam Kristus, supaya tidak jatuh, caranya adalah pegang janji Tuhan. Bersandar kepada kekuatan Tuhan.

Mazmur 121 : 2 Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Tambahan Gembala CK7 :

Untuk mengurus dan menggembalakan gereja perlu ketenangan pikiran. Perlu bantuan dari Tuhan supaya ada ketenangan.

Jangan datang kepada Tuhan hanya mau BEROBAT saja! Banyak janji disampaikan karena butuh dan karena mau baik. Setelah dijawab Tuhan, justeru meninggalkan Tuhan dan pelayanan. Jangan hanya BEROBAT tapi BERTOBAT sungguh-sungguh.

Kalau kita jatuh tidak akan tergeletak karena ada Tuhan yang menopang, sebab itu kita harus berserah, surender, kepada Tuhan saja. Caranya, pertama adalah dengan masuk di Doa Fajar, supaya kita semakin serupa dengan gambaran Tuhan (Kejadian 1 : 26 - 27), seperti Tuhan Yesus yang bangun pagi-pagi benar dan berdoa kepada Bapa (Markus 1 : 35). Kedua adalah dengan masuk di Menara Doa, supaya bangun keintiman dengan TUhan. Tujuan semua fasilitas itu adalah supaya kerohanian jemaat bertumbuh dan naik.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email