• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, 2PM, Ibadah Raya 5
  • Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th
  • 08 November 2020
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Mungkin banyak orang saat ini mengalami kekhawatiran dan kegalauan dalam benak dan hati menghadapi berbagai situasi hari-hari ini maupun keadaan yang cepat berubah, sehingga merasa lelah ataupun bertanya-tanya kapankah pandemi berakhir, bahkan memikirkan ketidakpastian masa depan.

Ingatlah, tidak ada peristiwa dalam hidup ini yang tidak ada jalan keluarnya. Jangan pesimis dan apatis atau acuh tak acuh, melainkan optimislah, miliki pemikiran positif menghadapi apa pun yang sedang terjadi.

Ulangan 8 : 2 – 5 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.

Pasal bacaan di atas berbicara tentang suatu peristiwa bangsa Israel di padang gurun, yang cocok menggambarkan situasi kita hari-hari ini. Bangsa Israel berada di padang gurun atas kehendak Tuhan selama 40 tahun, yang berarti ada limit atau batas waktunya, dengan maksud untuk merendahkan hati mereka maupun kita saat-saat ini. Ada sesuatu yang baru juga, yaitu makanan manna yang diberi bagi umat Israel oleh Tuhan, yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Ulangan 8 : 7 – 10 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.

Ada sesuatu yang baik akan kita terima setelah melewati fase "padang gurun" ini seperti halnya yang dialami bangsa Israel pada bacaan di atas. Maka itu, jangan kita sampai putus asa atau hilang pengharapan, sebab kita punya kekuatan rohani serta mental kuat dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi secara global, lokal, maupun personal dalam hidup kita.

PERGUMULAN MENGHASILKAN PENGHARAPAN

PADANG GURUN :

  • Penderitaan. Bagi bangsa Israel, yang mereka alami mungkin mereka rasa sebagai penderitaan, namun sesungguhnya tidaklah demikian bagi Tuhan. Tuhan melihatnya sebagai sebuah ujian supaya mereka belajar untuk bergantung pada Tuhan serta rendah hati.
  • Kehendak Tuhan. Allah izinkan peristiwa yang dialami bangsa Israel terjadi, bahkan seolah mendorong memaksa mereka masuk padang gurun. Namun, sebenarnya Allah memiliki rancangan yang baik bagi umat pilihan-Nya itu. Sadarilah, hari ini pun Tuhan memasukkan kita ke situasi yang ada, justru karena Ia ingin melihat kesungguhan hati kita. Jika kita menganggap penderitaan hanya sebagai sebuah penderitaan, maka akan menjatuhkan kita & tidak bisa memandang janji-janji Tuhan. Maka itu, jangan terlalu "lebay" atau berlebihan dan menganggap berat pergumulan hidup kita. Jangan menyerah ataupun membiarkan beban itu menguasai sehingga terintimidasi. Lihatlah penderitaan ataupun pergumulan sebagai suatu pembentukan bagi hidup kita.
  • Ada Batasnya. Yakinlah, ada ujungnya dan pasti selesai. Karena itu, jangan hanya menunggu masalah selesai, melainkan lebih baik kini milikilah ketahanan rohani serta bersandarlah pada Tuhan. Konsisten untuk taat serta percaya bahwa Ia akan melakukan perkara yang besar. Jadi, jangan berpikir negatif dalam melihat segala sesuatu. Milikilah penundukan diri kepada Tuhan, mulai mengintrospeksi diri, dan berhentilah mempersalahkan orang lain maupun keadaan.

PEMELIHARAAN :

  • Manna diberikan sesuai kapasitas & kebutuhan umat Israel waktu itu. Demikian juga kita. Walau dalam situasi sesulit apa pun, prinsip yang perlu kita pegang ialah jangan jadi orang yang rakus atau serakah. Jangan ambil apa yang bukan hak kita. Meski sedang mengalami kesulitan, janganlah "menghalalkan" segala cara. Seperti halnya manna tercurah pada waktunya, demikian pula berkat-Nya bagi kita akan datang tepat pada waktunya. Cara Tuhan itu unik, dan kita tidak bisa menjengkal atau mengukur pikiran-Nya, tetapi Tuhan sanggup melakukannya terhadap kita. Karena itu, nikmati saja apa yang masih kita miliki hari ini dari Tuhan. 
  • Burung Puyuh. Burung puyuh pun diberi Tuhan karena umat Israel mengeluh tidak pernah makan daging. Hati yang rakus (greedy) adalah hati yang tidak pernah tahu mengucap syukur kepada Tuhan, sedangkan orang yang mengerti cara bersyukur kepada-Nya akan menikmati berkat sekecil apa pun yang ada hari ini. Yakinlah, Tuhan punya banyak cara serta takkan kehabisan jalan untuk menolong dan memelihara. Pintu yang tertutup pun, apabila Tuhan berkehendak membukanya, maka bagi Dia tidak ada yang mustahil. Siapa pun dan apa pun yang kita kerjakan, janganlah sampai salah berpikir tentang Dia, sebab apabila sampai begitu, kita sebenarnya mengalami masalah yang lebih serius, yaitu kehidupan rohani yang salah dan tidak berkualitas.

PERLINDUNGAN :

  • Tiang Awan dan Tiang Api. Ada tiang awan di siang hari bagi umat Israel supaya tidak terkena panas ketika matahari terik, kaki mereka pun tidak bengkak, serta pakaian mereka tidak rusak. Tiang api diberikan oleh Tuhan bagi mereka supaya tidak kedinginan saat malam di padang gurun. Jika Dia mengizinkan sebuah penderitaan atas kehendak-Nya yang pasti ada batas waktunya, maka Ia pun pasti akan bertanggung jawab untuk memberi pemeliharaan serta perlindungan.

PENGHARAPAN MENGHASILKAN DAMPAK POSITIF :

  • Ada Pertobatan (ay. 5). Tujuan umat Israel mengalami penderitaan serta pergumulan ialah supaya mereka insaf serta bertobat. Tuhan melatih mereka seperti seseorang sedang mengajari anaknya. Cara Tuhan membentuk setiap kita pun mungkin berbeda-beda, bisa saja lewat masalah ekonomi, sakit-penyakit, masalah keluarga atau lainnya, namun tujuan akhirnya selalu sama, yakni pertobatan serta menyadari bahwa kita ini lemah, tidak mampu, & perlu terus dikoreksi oleh-Nya sehingga mengalami perubahan hidup yang lebih baik. Bukalah hati serta diri kita untuk mau dibentuk dan diproses oleh Tuhan.
  • Ada Janji Kehidupan yang Lebih Baik (ay. 7 – 9). Apa pun masalah yang kita alami dan hadapi bukanlah tanpa batas waktu atau unlimited, melainkan ada batasnya. Ada janji dan pengharapan positif dari Tuhan yang akan kita tuai di depan apabila hari ini kita mau berubah, melakukan yang baik, serta tetap mengucap syukur. Jadi, tetaplah optimis. Tanpa pengharapan ataupun semangat menghadapi hari depan, dan tanpa perkataan baik yang kita ucapkan, maka biasanya akan terjadi seperti yang kita percayai.
  • Ada Ucapan Syukur (ay. 10). Dalam keadaan sulit maupun senang, tetaplah memuji Tuhan dan mengucap syukur supaya Ia memberkati. Janganlah lelah menghadapi pergumulan apa pun, tetapi tetaplah semangat, hadapi dengan senyum serta sukacita agar hati kita lebih ringan kendati hidup terasa berat, dan yakinlah Tuhan akan mengambil alih beban itu.

KESIMPULAN :

  1. Tuhan izinkan anak-anak-Nya masuk dalam pergumulan dengan maksud untuk lebih baik lagi.
  2. Tuhan tidak akan pernah lepas tangan jika Dia izinkan kita masuk pergumulan.
  3. Pertolongan Tuhan selalu datang tepat waktu dan tidak pernah terlambat.
  4. Janji-Nya tidak akan pernah diingkari, tetapi selalu ditepati.
  5. Belajarlah untuk bersyukur dan jangan mengeluh.

Selalu ingat, tidak ada peristiwa dalam hidup ini yang tidak ada jalan keluarnya. Tuhan akan membentuk kita sesuai yang kehendak-Nya, dan bukan seperti yang kita mau. Tidak ada yang mustahil bagi Dia. Amin.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email