• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Mezbah artinya tempat di mana seseorang baik pribadi ataupun kelompok membangun suatu tempat untuk pemujaan kepada pribadi yang lebih tinggi, dalam kekristenan kita menyembah kepada Allah Bapa, Tuhan Yesus, namun di luar kekristenan penyembahan dilakukan kepada ilah-ilah lain. Pagi ini kita akan belajar tentang mezbah persembahan dari seorang tokoh bernama Abraham, orang yang hidupnya menerima janji berkat dari Tuhan, namun dia juga membangun keintiman dengan Tuhan.

Abraham dikenal sebagai bapa orang percaya, namun saat ini kita akan belajar apa yang dilakukan Abraham dalam membangun keintiman dengan Tuhan melalui mezbah. Kita sudah tahu mengenai perjalanan Abraham saat menerima perintah Tuhan untuk pergi menuju tempat yang dijanjikan oleh Tuhan. 

Kejadian 12 : 1 - 4 Berfirmanlah Tuhan  kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan  kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Tuhan berfirman kepada Abram : "Pergilah!" dan Abram melakukannya. Saat itu Abram belum membangun mezbah, namun keadaan Abram sudah sangat diberkati dengan kekayaan. Tuhan memerintahkan Abram untuk keluar dari Haran menuju tempat yang dijanjikan Tuhan. Abram belum tahu tujuan kemana dia diperintahkan pergi tetapi Abram tetap taat melakukan perintah Tuhan. Selama perjalanannya tersebut bahkan Abram sempat menjadi pengungsi di Mesir. Abram melakukannya karena iman, belum ada bukti namun Abram tetap melangkah.

Ibrani 11 : 8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Kita akan melihat selama Abram melakukan perjalanannya, Abraham membangun beberapa mezbah :

a. Mezbah Dekat Sikhem

Kejadian 12 : 6 - 7 Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi Tuhan  yang telah menampakkan diri kepadanya.

• Sikhem: "bahu - pundak"

• Abraham mendirikan mezbah di dekat Sikhem, karena dia tidak lagi memakai sistem dunia. Abram berjalan dengan iman kepada Allah.

• Dia telah mengambil keputusan untuk menaruh segala beban hidupnya di atas bahu Allah dan tidak lagi mengandalkan kekuatan sendiri

b. Mezbah Dekat Betel

Kejadian 12 : 8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi Tuhan dan memanggil nama Tuhan.

• Betel: "rumah Allah"

• Abraham mulai menghormati Allah. Dia mengorbankan kedagingannya untuk dipersembahkan menjadi rumah Allah

• Siapa yang menghormati Allah akan diberkati dengan luar biasa

c. Mezbah Dekat Hebron

Kejadian 13 : 18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi Tuhan.

Di tengah perselisihan antara gembala-gembala Abram dan gembala-gembala Lot memperebutkan tanah penggembalaan, Abram membangun mezbah. Abram merasakan damai sejahtera karena dia tahu bahwa kemanapun dia melangkah pasti Tuhan akan menyertai.

• Hebron: "damai sejahtera"

• Abraham memilih untuk hidup dalam damai sejahtera

• Selanjutnya setiap langkah Abraham disertai dan diberkati Allah

d. Mezbah di Gunung Moria

Kejadian 22 : 2 dan 9 (2) Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."(9) Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Keadaan yang Abraham alami saat di gunung Moria merupakan keadaan paling berat bagi Abraham, saat ujian iman bagi Abraham. Ketika keadaan sedang bersukacita atas penggenapan janji Allah akan hadirnya keturunan, namun Allah kemudian mengujinya untuk menyerahkan anaknya, Ishak, kembali kepada Tuhan.

• Moria: "Allah melihat" – "Allah menyediakan"

• Gunung Moria adalah Gunung Allah

• Di Gunung Moria ini Abraham membuktikan bahwa dia mencintai Allah lebih dari segala-galanya, termasuk yang paling dicintai dalam hidupnya. 

Dalam setiap mezbah yang didirikan, Allah membawa Abraham naik ke level lebih tinggi dan Abraham diberkati Tuhan dalam segala hal. Pagi ini kita belajar untuk mendirikan mezbah dimanapun kita berada, bahkan saat ujian sekalipun, naikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

Kejadian 24 : 1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati Tuhan  dalam segala hal.

Galatia 3 : 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Pesan hari ini :

1. Ketaatan karena iman akan menghasilkan perkenanan dan berkat Tuhan

2. Mendirikan mezbah bagi Tuhan adalah bukti ketergantungan kita kepada-Nya

3. Ujian iman seringkali dinyatakan dalam bentuk pengorbanan

4. Cintailah Tuhan melebihi apapun juga

Rangkuman Pdm. Willy Santoso, BSc :

Pagi ini kita belajar mengenai arti dari penyembahan diambil dari kisah Abraham.

Ada 4 macam mezbah yang dibangun Abraham saat melakukan perjalanan menuju tanah kemana Tuhan menyuruhnya pergi, yaitu :

a. Mezbah Dekat Sikhem

Sikhem: "bahu - pundak". Abraham mempercayakan segenap hidupnya kepada Tuhan. 

Amsal 3 : 5 Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

b. Mezbah Dekat Betel

Betel: "rumah Allah". Abraham menghormati Tuhan dengan memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan dia diberkati Tuhan. Kita ingat bagaimana Obed Edom menerima tabut Tuhan dan ketika melakukannya dia dan seisi keluarganya diberkati Tuhan.

c. Mezbah Dekat Hebron

Abraham memilih untuk hidup dalam damai sejahtera, dan rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bagi setiap kita.

d. Mezbah di Gunung Moria

Allah melihat dan menyediakan. Iman dan ketaatan Abraham diuji, apakah dia mau memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Ketika Abraham tahan uji dan melakukannya dengan ketaatan penuh maka Tuhan menyertai Abraham dan memberkatinya.

Saat Tuhan Yesus berkorban di atas kayu salib maka tirai bait suci dirobek, artinya kita bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan, menaikkan korban syukur, memuji dan menyembah Tuhan.

Ibrani 13 : 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Saat ini kita bisa mengucap syukur dengan fasilitas yang diberikan di mana kita dapat datang kepada Tuhan memuji dan menyembah Tuhan, karena hal itulah yang diinginkan Tuhan.

Hidup ini adalah anugerah Tuhan, oleh karena itu mengucap syukurlah dengan memberikan yang terbaik kepada Tuhan, membangun mezbah pribadi kita, bersama keluarga dan teman-teman seiman. Percayalah bahwa saat kita melakukannya maka sama seperti yang Abraham terima maka kita pun akan menerima berkat dan penyertaan Tuhan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email