• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 4, Ibadah Raya 5
  • Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • 21 Februari 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

'Integritas', menurut Westminster Dictionary of Theological Terms, sebuah istilah teologis menunjukkan kemurnian dan kejujuran sebagaimana manusia diciptakan dalam rupa dan gambar Allah.

Dosa mengakibatkan manusia, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, rusak. Saat menjadi orang percaya melalui proses pengudusan (Sanctification), gambar dan rupa Allah dikembalikan, yaitu dijadikan serupa gambar Yesus. Karena itu, kita harus mau diproses Allah.

Integritas, dalam etika, merupakan ketaatan pada prinsip dan karakter moral yang dibentuk dalam hati nurani. Pun panutan kita menjadi orang yang berintegritas adalah Tuhan Yesus sendiri, sebab Ialah The Man of Integrity. Tuhan memberi tema Tahun Integritas untuk 2021 karena Ia mau agar kita serupa gambar-Nya, yaitu menjadi murid Yesus. Sesuai perintah Tuhan Yesus, yang kita kenal sebagai Amanat Agung dalam Matius 28:19&20, kita diperintahkan pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Karena itu, haruslah kita jadi murid-Nya, dan murid-Nya pasti menginjil.

Sewaktu Yesus naik ke surga, setelah Ia hilang dari pandangan murid-murid-Nya yang terheran-heran melihat ke langit, dua orang berpakaian putih, yaitu malaikat Tuhan berkata, "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 

Kalau yang melihat Yesus naik ke surga adalah murid-murid-Nya, maka yang akan melihat Ia turun dari surga ke awan-awan mengangkat gereja-Nya pasti murid-murid-Nya juga. Hanya murid Yesus yang akan ikut pengangkatan. Karena itu, jadilah murid-Nya. Murid-Nyalah, mereka yang serupa gambar-Nya, yaitu yang berintegritas.

Sesuai ayat emas Mazmur 24:3-5 dan Mazmur 41:13&14, yang menyatakan orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, tidak menyerahkan diri pada penipuan, tidak bersumpah palsu dan tulus, sebagai orang berintegritaslah yang akan masuk surga. Memasuki Tahun Integritas, Tuhan menuntun kita pada hal-hal yang harus dilakukan:

1. Tuntunan pertama : Kita harus membangun manusia rohani.

Perikop Hagai 1:1 sampai 2:1a adalah ajakan membangun kembali bait suci. Tuhan berfirman melalui nabi Hagai ke Zerubabel bin Sealtiel bupati Yehuda, dan Yosua bin Yozadak imam besar, untuk mengajak bangsa Israel membangun kembali bait suci. Tuhan menegur orang Israel karena hanya sibuk membangun rumahnya sendiri, tetapi rumah Tuhan tidak dibangun dan tetap menjadi reruntuhan. Tuhan berkata ke orang Israel, karena itu lihatlah keadaan dirimu :

•    Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit

•    Kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang

•    Kamu minum, tetapi tidak sampai puas

•    Kamu mendapat upah, tetapi tidak pernah cukup, karena seperti ditaruh dalam pundi-pundi berlubang. Banyak pengeluaran tidak terduga, seperti sakit, dicuri, ditipu dirampok, dan lain-lain.

Teguran sama yang Tuhan beri ke kita hari-hari ini karena banyak kita sibuk membangun keperluan-keperluan jasmani, namun manusia rohani tidak dibangun, tidak diperhatikan. Bagaimana keadaan Saudara ? Apakah seperti Israel waktu itu ?

Tuhan berkata pada Israel, kalau mereka membangun rumah Tuhan, maka mereka akan diberkati. Tuhan akan menggoncang langit, bumi, laut, darat, bahkan bangsa-bangsa, sehingga barang-barang indah-indah di bangsa-bangsa datang mengalir memberkati mereka. Tuhan berkata, kepunyaan-Kulah perak, kepunyaan-Kulah emas. Tuhan juga berjanji, kemegahan rumah Tuhan yang dibangun akan melebihi kemegahan semula. Tuhan juga akan memberi damai sejahtera.

Hari-hari ini, Tuhan berbicara juga ke kita, kalau membangun manusia rohani sehingga serupa gambar Yesus, maka Ia akan mencurahkan berkat rohani maupun jasmani.

Tuhan memberkati Israel dengan menggoncangkan langit dan bumi, serta bangsa-bangsa, maka seperti itu pula yang terjadi hari-hari ini. Pandemi COVID-19 membuat bangsa-bangsa tergoncang. Keadaan hari-hari ini justru akan memberkati secara rohani maupun jasmani, yaitu kita yang membangun manusia rohani untuk serupa gambar-Nya, yaitu menjadi orang yang berintegritas.

Kalau Tuhan janji pada bangsa Israel kemegahan rumah-Nya yang dibangun akan melebihi kemegahan semula, maka Ia juga berjanji ke kita : Kalau kita sungguh-sungguh membangun manusia rohani, maka kita akan makin serupa gambar Yesus melebihi yang dulu pernah kita alami. Tuhan pun akan memberi damai sejahtera. 

Sesuai 1 Yohanes 2:6, kalau kita mengatakan ada dalam Dia, maka wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Dengan kuasa firman dan pertolongan Roh Kudus, serta proses Allah, kita yang sungguh-sungguh membangun manusia rohani, yaitu hidup seperti Kristus telah hidup, akan jadi serupa gambar-Nya.

Adanya pandemi COVID-19, Tuhan Yesus berbicara pada kita melalui Yesaya 26:20-21, yaitu agar bersembunyi sesaat sampai amarah-Nya berlalu, sebab Ia sedang menghukum bumi karena kesalahannya. Disembunyikan atau disuruh bersembunyi oleh Tuhan juga dialami tokoh-tokoh Alkitab sebelum dipakai oleh-Nya secara luar biasa. Karena itu, melalui COVID-19, Tuhan memberi waktu untuk kita mengoreksi diri guna membangun manusia rohani. 

Hari-hari ini, muncul varian-varian baru virus Corona yang penularannya jauh lebih cepat. Tuhan memperingatkan, seperti tertulis di Amsal 22:3 dan 27:12, "Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka." Peringatan ini ditulis dua kali, berarti sesuatu penting yang harus diperhatikan dan dilakukan. Jangan anggap enteng mengabaikannya. Jadilah bijak mau bersembunyi sesaat sampai amarah-Nya berlalu sebab Ia menghukum penduduk bumi karena kesalahannya.

Kita yang bijak, bersembunyi waktu melihat malapetaka, bukan karena tidak beriman, melainkan firman Tuhan yang menyatakan. Jangan campuradukkan iman dengan kenekatan. Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan firman Tuhan, tetapi kenekatan timbul dari kata hati.

2. Tuntunan kedua : Kita harus memberi yang terbaik untuk Tuhan. 

Roma 12:1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Mengapa mempersembahkan yang terbaik dengan cara mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada-Nya ? Karena kemurahan Allah, yaitu Bapa mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita dari dosa, Tuhan Yesus harus mati melalui penderitaan dahsyat, mati, dikuburkan, tetapi pada hari ketiga Ia dibangkitkan.

Ini merupakan pemberian terbaik Allah bagi manusia. Jadi, Allah memberi yang terbaik bagi kita, maka kita diminta mempersembahkan yang terbaik untuk Dia, di mana sebenarnya kita takkan pernah sepadan mengembalikan yang Tuhan telah beri ke kita.

Persembahan pada Tuhan bisa berupa ucapan syukur, pujian, penyembahan, taati firman, melayani, serta persembahan materi berupa persembahan khusus, persepuluhan, persembahan sulung yang merupakan bukti ketaatan kita pada firman melalui gereja lokal. Respons orang percaya terhadap persembahan yang terbaik secara materi biasanya ada tiga, yaitu :

• Respons pertama : Mereka yang intim dengan Tuhan akan memberi dengan standar tinggi, senantiasa berupaya memberikan yang terbaik. Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal dan menyeka kaki-Nya dengan rambutnya. Harga minyak itu seharga 300 dinar, yaitu upah setahun seorang pekerja. Jadi, sangat besar. Itu persembahan terbaik.

• Respons kedua : Mereka yang tidak intim dengan Tuhan hanya memberi persembahan sebagai hukum tertulis. Saat orang lain tekun, setia persepuluhan, persembahan sulung, ia sibuk menggali persepuluhan dan persembahan sulung itu alkitabiah atau tidak.

• Respons ketiga : Mereka yang cinta uang seperti Yudas Iskariot akan mengkritik orang yang memberi persembahan terbaik. Demikian juga, orang-orang seperti itu akan menyamaratakan semua pendeta yang mengajar persembahan sebagai cari keuntungan dari jemaat. Sehingga banyak pendeta takut mengabarkan kebenaran tentang persembahan terbaik untuk Tuhan. Akibatnya, pendeta maupun jemaat gagal menerima berkat terbaik yang Tuhan telah sediakan.

Kesimpulannya, memberi persembahan yang terbaik untuk Tuhan pasti dilakukan orang-orang yang hidup intim dengan Tuhan. Semoga Saudara termasuk yang intim dengan Tuhan sehingga berkat yang terbaik pun dari Tuhan diterima di tahun 2021 ini.

Amsal 3:9-10, "Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya." 

Persembahan sulung untuk tahun 2021 adalah seluruh penghasilan yang didapat Januari 2021 dan diberikan Februari 2021 sebagai persembahan terbaik. Mengenai persembahan dari seluruh penghasilan, Yesus pernah menyinggung tentang persembahan seorang janda miskin dalam Markus 12:41-44. Suatu kali, Yesus duduk menghadap peti persembahan dan memerhatikan orang banyak memasukkan uang. Banyak orang kaya memberi jumlah besar. Lalu, datanglah janda miskin dan memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.  Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Yesus tidak memandang besarnya jumlah persembahan, tetapi berapa persen dari penghasilan yang dipersembahkan. Meski persembahan janda miskin jumlahnya relatif kecil dibanding persembahan orang-orang kaya, tetapi Yesus berkata, janda miskin itu memberi lebih banyak dibandingkan semua orang kaya itu, karena yang diberikan ialah seluruh nafkahnya, yaitu semua yang dia punya. Inilah persembahan terbaik. 

Sebagai orang yang berintegritas, kita harus hidup seperti Kristus telah hidup. Kalau Yesus memberi yang terbaik bagi kita, maka selayaknya pun kita memberikan yang terbaik bagi Dia.

1 Yohanes 3:16, "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawanya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." 

Wahyu 12:11, "Dan mereka mengalahkan dia --yaitu iblis-- oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." 

Kita akan mengalahkan Iblis oleh darah Anak Domba dan perkataan kesaksian kita karena kita tidak mengasihi nyawa kita sampai dalam maut. Ini berarti kita yang sudah dibebaskan dari dosa, telah diselamatkan oleh darah Anak Domba, harus sungguh-sungguh setia pada Tuhan Yesus dengan menunjukkan kerelaan melayani Dia tanpa pamrih. Artinya, setia sampai mati dan menyerahkan seluruh tubuh serta hidup kita bagi Tuhan.

Di tengah pandemi COVID-19 yang mengganas pun, saya mengimbau kita untuk melakukan 6 M :

1.    Membatasi mobilitas

2.    Menjauhi kerumunan atau keramaian

3.    Mencuci tangan dengan sabun

4.    Memakai masker

5.    Menjaga jarak 

6.    Mempersiapkan diri divaksinasi

Kemudian, di era Pentakosta Ketiga ini, untuk menyelesaikan Amanat Agung, kita ada dalam peperangan rohani yang dahsyat melawan Iblis. Tuhan mau agar kita menjadi pemenang. 

Wahyu 17:14, "Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."  

Setialah sampai mati. Karena Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, maka kita pun harus melayani Tuhan untuk memenangkan jiwa, setia sampai mati. Sebagai orang yang berintegritas, kita akan menyenangkan hati-Nya dan berkata, "Tuhan Yesus, firman-Mu adalah ya dan amin. Aku siap melakukannya."

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email