• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

"Sebab Allah yang telah berfirman: 'Dari dalam gelap akan terbit terang!', Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus" (2 Kor. 4:6).

Ada cahaya yang bersinar, ada cahaya yang terus bersinar, berarti ada cahaya yang belum tentu bersinar. Melihat konteks 2 Korintus 4:6 dari perikopnya: Harta rohani dalam bejana tanah liat, sebenarnya ada lima belas (15) ayat. Mari coba pelajari sejenak mulai ayat tema utama. Terang-Nya bercahaya di dalam hatimu, apa artinya? Bahwa hidup kita yang tidak baik jadi baik, yang kacau jadi dipulihkan, dan lainnya.

Mengapa terang-Nya bercahaya di hati kita? "Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati" (2 Kor. 4:1). Kita hidup karena belas kasihan Tuhan. Anugerah Tuhan adalah fundamental untuk kita melayani Dia. Kita melayani hanya karena Dia bermurah hati pada kita, jadi bukan karena kuat & gagah, melainkan karena Tuhanlah yang memberikannya pada kita. Kalau kita tidak melihat pelayanan kita karena kemurahan-Nya, kita pasti tawar hati. Bersyukurlah apabila kita menerima kemurahan hati Tuhan. Kita tidak tawar hati, karena Tuhan bermurah hati.

Jadi kenapa cahaya-Nya bersinar dalam hati kita? "Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah" (2 Kor. 4:2). Kita dan gereja ini GBI PRJ masih bisa eksis karena kita tidak membiarkan diri untuk kompromi terhadap hal jahat atau dosa. Jangan gunakan firman Tuhan untuk kepentingan pribadi. Jemaat dibangun berdasar firman Tuhan, bukan sekadar pengalaman-pengalaman tanpa dasar firman, mengapa? Supaya melekat dalam hati jemaat dan siap dibentuk oleh Tuhan.

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah" (2 Kor. 4:3-4). Apa artinya? Dalam melayani Tuhan, jangan paksa orang lain untuk bertobat. Sebab orang lain bisa saja menutup hati karena ilah zaman ini (uang dan lainnya) meski telah mendegar berita Injil. Hati keras seseorang hanya bisa diubah & dilembutkan oleh kuasa Tuhan. Tugas kita dan gereja hanyalah menyampaikan kebenaran, masalah bertobat atau tidak ada dalam kuasa-Nya. Kalau kita memaksa orang lain bertobat, hasilnya akan tidak baik untuk kita maupun mereka dan buang waktu.

"Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus" (2 Kor. 4:5). Cahaya bersinar dalam hati kita sebab fokus bukan diri kita (self-oriented), melainkan Kristus sebagai Pusatnya (Christ-centered). Roh Kudus pun menjadi bagian diri kita, dan dengan roh kita supaya fokusnya adalah Kristus. Demikian juga praise & worship bukan sesaat, melainkan karena kita melihat Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang luar biasa. Kita menujukan pujian & penyembahan kepada Kristus, bukan kita, sehingga nama Tuhan saja yang dipermuliakan. Kita hanya "operator-nya" Tuhan. Jemaat pun tidak boleh bergantung pada manusia, tetapi bergantung kepada Tuhan. Jadi, setiap kali ada masalah, carilah wajah Tuhan.

"Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa" (2 Kor. 4:8-9). Kata namun tersebut memberikan jalan keluar. Bukan berarti hidup dan pelayanan tidak ada pergumulan atau tekanan, melainkan ada, namun pasti ada jalan keluar dari Tuhan. Jika hidup kita dekat dengan Tuhan, masalah apa pun, ada jalan keluar. Tuhan selalu hadir dalam setiap pergumulan kita.

"Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah" (2 Kor. 4:15). Pertumbuhan rohani kita sebagai jemaat juga tidak bisa jalan sendiri, sehingga membutuhkan manusia-manusia Allah atau hamba-hamba-Nya menyampaikan kebenaran supaya kita punya keintiman dengan Tuhan (intimacy with God) dan Dia dipermuliakan. Jika hari ini kita bertumbuh, semua karena kasih karunia Tuhan. Semakin banyak orang bertobat juga tujuannya adalah supaya nama Tuhan dipermuliakan.

Persembahan

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email