Live Streaming26 Maret 2023
  • Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Ev. Jim Yost
  • Ibadah Live Streaming 1, Ibadah Live Streaming 2, Ibadah Live Streaming 3, Ibadah Live Streaming 4, Ibadah Live Streaming 5
  • Ev. Jim Yost
  • 29 Januari 2023
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Pemuridan yang sejati hanya bisa terjadi melalui keteladanan. Tanpanya, kita tidak akan tahu mulai melangkah dari mana. Kenapa ? Karena semua manusia belajar melalui sebuah contoh atau teladan. Saat orang lain bisa melakukan sesuatu, kita mungkin merasa bisa juga melakukannya. Saat seseorang dipulihkan, kita juga merasa bisa pulih dari masalah yang sama. Jadi, bukan formula yang dihapal, melainkan teladan yang dilihat serta diikuti, serta campur tangan Tuhan. 

1 Tesalonika 1 : 4 - 8  
Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. 


• ADA KUASA & DAMPAK DALAM KETELADANAN
Seperti yang dialami Paulus yang memiliki keyakinan serta kepastian karena ada sesuatu yang berbeda dalam hidupnya. 

Tesalonika adalah kota besar dengan banyak penduduk waktu itu. Ekonominya maju. Budaya Yunani sangat kuat di sana, dan bukannya budaya Yahudi. Ada beberapa dosa juga di antara mereka, yakni kesombongan, percabulan, seks bebas, kemabukan, dan kemalasan. Mungkin ada juga banyak kota seperti itu sekarang. 

Paulus datang ke Tesalonika karena panggilan Tuhan. Meski ada respons jemaat di sana, namun ada juga penganiayaan. Respons dan aniaya memang selalu berjalan berdampingan, sehingga Paulus mesti angkat kaki, dan hanya tinggal tiga minggu di sana. Walau banyak orang baru percaya, tetapi dengan latar belakang Yunani, tanpa latar belakang Kristen maupun nilai-nilai positif. Namun, dalam waktu singkat tersebut, Paulus mencetak pemimpin serta pemuridan yang mengubahkan dunia bagi Tuhan. 

Bagaimana bisa ? Karena mereka melihat keteladanan Paulus. Mereka juga cepat taat pada firman serta melakukannya. Meski ada penindasan, meski susah, mereka menerimanya dengan sukacita dari Roh Kudus, sehingga mengalami terobosan yang luar biasa dari Tuhan. 

Matius 10 : 8
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 

2 Timotius 2 : 2
Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 

Itulah pemuridan menerima dan memberi. Ibarat dokter magang yang menerima pelatihan langsung dari dokter ahli, sampai dokter baru tersebut dapat melakukan praktik sendiri. Itulah pemuridan, memberi dan menerima teladan. 

1 Tesalonika 2 : 5 - 10 
Karena kami tidak pernah bermulut manis hal itu kamu ketahui dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi. Allah adalah saksi juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 


• TELADAN ADALAH BERBAGI HIDUP
Yang pertama, teladan berkuasa serta berdampak. Kemudian, teladan adalah rela berbagi hidup. Tidak semua mau menjadi teladan, karena harganya cukup tinggi, yaitu waktu. Waktu adalah harga menjadi teladan. Siang malam Paulus menjadi saksi Kristus. Dan semua jemaat melihat hidupnya. Tidak ada yang disembunyikan, ditahan, dibatasi, atau disimpan. Semuanya kelihatan. Tidak ada orang Kristen yang sembunyi-sembunyi. Pelayanan itu bukan jam-jam tertentu, melainkan gaya hidup sepanjang hari. Orang melihat hidup kita dan menjadi teladan yang berkuasa. 

Gereja mula-mula juga sehati dan sejiwa atau sepikiran. Mungkin sepikiran itu mudah, namun sehati itu lebih sulit, kecuali mau berkorban dan membayar harga untuk satu tujuan dan memberkati orang lain. 

Kisah Para Rasul 4 : 32
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. 

Orang lain melihat, bahkan mungkin memeriksa hidup kita. It's okay, tidak apa-apa. Dan kiranya seperti Paulus, hidup kita didapati tidak bercacat oleh mereka. Pasti ada kelemahan, namun ada kekuatan Tuhan yang akan tampak dalam kelemahan kita. 


• TELADAN ITU RELA MENGAMBIL TANGGUNG JAWA

1 Tesalonika 2 : 11 - 12 
Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. 

Ada tiga hal yang Paulus jelaskan dalam ayat tersebut, yaitu menasihati, menguatkan, dan mendorong. Itulah yang dilakukan Paulus di Tesalonika. Apa arti menasihati ? Menasihati ialah sungguh-sungguh mau melihat orang lain maju. Bukan asal menegur, coba mengontrol atau mengarahkan secara ketat. Itu bukanlah menasihati. Menasihati selalu punya tujuan agar orang lain mengalami kemajuan, terutama bersama Tuhan. 

Menguatkan hati itu pembapaan. Ada banyak tantangan hari-hari ini, dan kita harus menjadi orang yang berkembang di tengah tantangan agar dapat menguatkan hati orang lain melalui pembapaan baik oleh pria maupun wanita. Pemuridan yang berhasil perlu banyak pembapaan. Dan ini bukan menyangkut umur, sebab bahkan anak-anak muda juga bisa pembapaan. Artinya, satu langkah di depan orang yang kita muridkan, dan kita ajak bersama-sama. Kita tidak berjalan sendirian, melainkan membawa orang lain bersama kita. 

Perubahan paradigma memerlukan tiga tahap, yakni pikiran, perkataan, serta perbuatan yang diperbarui serta diubahkan setiap hari. Prosesnya tidak diukur berdasar ukuran tahun, melainkan kerinduan akan campur tangan Tuhan. Dengan begitu, perubahan paradigma akan cepat terjadi. 

1 Tesalonika 2 : 19 - 20 
Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu ? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami. 


• TELADAN MENDAPAT SUKACITA MELIHAT MURID-MURID BANGKIT
Ada upah untuk semua pengorbanan yang kita perbuat untuk memuridkan orang lain. Ada upah mahkota kemegahan. Ibarat seperti piala atau medali yang diterima seorang atlet yang melewati garis akhir serta memperoleh kemenangan. 

Semua perjuangan adalah murid-murid. Murid-murid adalah mahkota kita. Jadi, bukan sekadar penerus, sebab kita memuridkan bukan supaya sampai ada penerus saja. Mahkota kemegahan adalah apa yang menjadi sukacita kita. Tentu bukan sekadar penerus, melainkan orang-orang yang akan mengadakan terobosan dan menjadi teladan bagi orang lain untuk memimpin dalam sesuatu yang sangat baru. 

Setiap generasi harus ada teladan. Apalagi di era 'fatherless generation' atau generasi tanpa bapa ini. Jangan sampai tidak ada teladan. Kita harus siap jadi teladan bagi mereka di sekitar kita. Caranya, arahkan, dampingi, terutama bantu mereka dekat lebih lagi dengan Tuhan Yesus. Doakan, bangun hubungan yang baik. Terbukalah tentang hidup kita, yang baik maupun yang kurang baik, supaya mereka melihat iman yang kita jalani dalam pergumulan hidup ini nyata. 

Banyak orang mungkin mempunyai pergumulan dan masalah, lalu tenggelam dalamnya karena hanya melihat problemnya. Kita bisa mengarahkan mereka untuk melihat Yesus, bukannya problem. Supaya hubungan mereka lebih dekat dengan Tuhan Yesus, menjaga kekudusan, serta berpikir benar, sampai akhirnya mereka sendiri dapat memuridkan orang lain. 

Jadi, tujuannya kita adalah membawa mereka dalam rencana Tuhan bagi hidupnya yang mungkin tidak mereka lihat saat ini. Fokus terhadap problem atau permasalahan saja tidak akan menolong, tetapi pembapaan serta keteladanan akan menolong mereka keluar dari masalah yang mencoba menenggelamkan mereka.

 

Tuhan Yesus Memberkati

Persembahan

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email