• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • Ibadah Raya 1, Ibadah Raya 2, Ibadah Raya 3, Ibadah Raya 4, Ibadah Raya 5
  • Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • 18 Juli 2021
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Wahyu 2:1-7 merupakan pesan Tuhan Yesus bagi jemaat Efesus. Ia berkata, "Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, Ada yang menyebut dirinya rasul, tetapi sebenarnya mereka berdusta. Engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah, engkau juga membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci."

"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat."

Sesuai penjelasan Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, yang dimaksud mengambil kaki dian adalah menolak dan mengeluarkan dari kerajaan-Nya, artinya kehilangan keselamatan. Pesan Tuhan Yesus ini juga untuk kita semua, yang dapat disimpulkan bahwa, melihat yang dilakukan jemaat Efesus untuk melayani pekerjaan Tuhan, itu luar biasa. Tetapi meski demikian, tidak didasarkan pada kasih yang semula, maka Tuhan berkata, "Betapa dalamnya engkau telah jatuh. Bertobatlah dan lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan, jika tidak demikian, maka engkau akan kehilangan keselamatan." Tetapi orang yang menang, artinya kembali pada kasih yang semula, akan diberi makan dari pohon kehidupan di taman Firdaus Allah, artinya masuk surga. Ini suatu peringatan yang sangat serius.

Lihat keadaan diri kita masing-masing. Mungkin kita terlihat begitu rajin, tekun, sabar, mau menderita dalam melayani Tuhan. Pertanyaannya, apakah dilakukan dengan dasar kasih yang semula? Sebab banyak yang kelihatan luar biasa dalam melayani bukan karena didasari kasih yang semula, melainkan sekadar kewajiban maupun motivasi lain.

Tuhan mau kita kembali kepada kasih yang mula-mula, yaitu kasih yang kita miliki sewaktu baru bertobat serta mengalami kelahiran baru. Kita begitu haus akan Tuhan dan firman-Nya. Kita harus selalu menjaga agar hidup kudus sesuai firman-Nya. Jagalah sampai hari ini, bahkan kiranya kasih kita kepada Tuhan makin bertambah-tambah. Pahamilah, orang yang miliki kasih semula, pasti akan : 

• hidup seperti Kristus telah hidup

• berintegritas, tulus serta jujur di hadapan Tuhan

• keluar menjadi pemenang

• ikut pengangkatan dan masuk surga

Ketika Tuhan Yesus ditanya murid-murid-Nya tentang tanda kedatangan-Nya kembali dan kesudahan dunia ini, Ia menjawab dalam Lukas 21:11 bahwa salah satunya penyakit sampar. Jadi, COVID-19 pun merupakan salah satu tanda kedatangan-Nya kembali maupun kesudahan dunia. Awal 2009, Tuhan berbicara ke saya dari Wahyu 3:11a, "Aku datang segera !" Saya gemetar dan bertanya, "Tuhan, apa yang akan Tuhan lakukan dan apa yang harus saya kerjakan ?" Sekitar enam bulan kemudian, Ia menjawab, "Aku akan mencurahkan Roh-Ku. Aku akan mencurahkan Roh-Ku. Saat Aku mencurahkan Roh-Ku akan terjadi seperti Yoel 2:28-32." Ada tiga tanda yang terjadi :

1. Anak-anak, pemuda, dan orangtua akan dipakai Tuhan secara luar biasa

2. Mujizat-mujizat terjadi secara luar biasa

3. Guncangan-guncangan juga terjadi secara luar biasa

Melalui ketiganya, maka banyak orang berseru kepada nama Tuhan, dan mereka yang berseru akan diselamatkan. Jadi, terjadi penuaian jiwa yang besar-besaran. 

Pada 2013, Tuhan memberikan nama untuk pencurahan Roh Kudus ini Pentakosta Ketiga. Karena itu, salah satu tanda Pentakosta Ketiga ialah terjadinya guncangan-guncangan. Sejak 2009 pun hampir di tiap khotbah, saya selalu mengingatkan dan kerap mengatakan, "Kalau Saudara percaya akan terjadi guncangan-guncangan, katakan amin!" Tetapi, sering aminnya sekadar amin. Selanjutnya, saya berkata, "Saudara tidak berkata amin pun, guncangan pasti terjadi." Lalu, biasanya kita tertawa setelah saya berkata itu.

Namun, pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan COVID-19 masuk Indonesia. Mulai saat itu, terjadi guncangan akibat pandemi, bahkan belum selesai sampai hari ini. Banyak orang khawatir, takut, jenuh, depresi, sakit dan meninggal. Pandemi ini juga menyebabkan krisis ekonomi, ditambah hari-hari ini makin mengganas dengan adanya varian lain yang penularannya lebih cepat. 

Yang paling penting harus kita lakukan menghadapi pandemi ini adalah makin sungguh-sungguh mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali. Sebab Tuhan Yesus sendiri yang berkata bahwa sampar, dalam hal ini COVID-19, ialah salah satu tanda kedatangan-Nya kembali. Karena itu, seperti pesan Tuhan Yesus kepada jemaat Efesus, kita harus kembali pada kasih yang semula, sebab hanya orang yang memiliki kasih semulalah akan ikut pengangkatan.

Di masa pandemi ini, kita mesti mengerti pencurahan Roh Kudus yang disebut Pentakosta Ketiga sedang terjadi. Inilah masa penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir dalam menyelesaikan Amanat Agung untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan Yesus. Akan terjadi kebangkitan Generasi Yeremia, yakni anak-anak muda yang dipenuhi Roh Kudus, cinta mati-matian kepada Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa, dan akan bergerak untuk memenangkan jiwa.

Mazmur 127:1-2 berkata, "Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah—sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." 

Ayat ini mengingatkan, dalam segala hal, termasuk masa pandemi, kita harus mengandalkan Dia. Termasuk dalam membangun rumah. Termasuk perlindungan, sesuai Mazmur 91, kalau kita menjadikan Tuhan sebagai Tempat Perlindungan dan Kubu Pertahanan, maka tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, panah yang terbang di waktu siang, penyakit sampar yang berjalan dalam gelap ataupun penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Termasuk dalam mencari nafkah di tengah krisis ekonomi hari ini, kita harus tetap andalkan Tuhan.

Mungkin ada di antara Saudara yang kena PHK, kesulitan karena banyak faktor sehingga mengalami kerugian ataupun lainnya. Tetapi sesuai firman-Nya, kita diingatkan, Tuhan justru akan memberikan berkat-Nya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. Berkat yang diberikan pada waktu tidur bisa diartikan berkat yang bukan oleh kehebatan, prestasi, kekuatan atau kepandaian dan usaha mati-matian kita. Berkat semacam itu hanya diberikan ke orang yang dicintai-Nya.

Kalau mengandalkan Tuhan, kita pasti menjadi orang yang dicintai Tuhan. Orang yang mengandalkan Dia adalah orang yang mengikuti segala perintah yang diberikan tanpa ragu-ragu ataupun sungut-sungut, melainkan percaya penuh serta mengucap syukur. Demikian dalam menghadapi pandemi, kalau mengandalkan Dia, berarti kita mau mengikuti perintah dan tuntunan-Nya. Saya mengajak Saudara untuk mengingat kembali tuntunan Tuhan :

• Sesuai 2 Tawarikh 7:13-14, kita harus merendahkan diri, berdoa, mencari wajah-Nya, serta berbalik dari jalan yang jahat. Kalau kita melakukannya, Tuhan akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa kita, serta memulihkan negeri kita.

• Menghardik COVID-19 dan krisis ekonomi dengan mengatakan, "Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, diam, tenanglah !" Apakah Saudara melakukan ini ?

• Memperkatakan Mazmur 91 karena kita percaya janji-janji Tuhan. 

• Melakukan seperti Daud ketika Tuhan menghukum orang Israel dengan 70.000 orang mati karena sampar. Daud, waktu itu, membuat mezbah di pengirikan Arauna dengan membayar harganya. Arauna hendak memberi secara gratis. Namun, Daud tidak mau, ia ingin bayar harga. Setelah Daud membuat mezbah, maka berhentilah tulah sampar itu. Kalau mengharap pandemi berakhir, maka sebagai gereja-gereja Tuhan, kita harus mengadakan mezbah doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity. Minta belas kasihan Tuhan atas Indonesia. Gereja-gereja jangan saling menyalahkan atau menjelekkan, melainkan harus membayar harga dengan unity.

• Sesuai Yesaya 26:20-21, Tuhan meminta kita bersembunyi sesaat lamanya sampai amarah itu berlalu, sebab Tuhan menghukum penduduk bumi karena kesalahannya. Amsal 27:12 berkata, "Kalau orang bijak melihat malapetaka bersembunyilah ia, tetapi yang tidak berpengalaman berjalan terus lalu kena celaka." Biarlah kita menjadi orang yang bijak. Bersembunyi di sini bisa diartikan, kalau tak ada keperluan mendesak, kita diam di rumah dan melakukan 6 M : 

1. Memakai masker

2. Mencuci tangan dengan sabun 

3. Menjaga jarak 

4. Mengurangi mobilitas

5. Menjauhi kerumunan

6. Melakukan vaksinasi

Pada 1918 – 1920, pernah terjadi pandemi yang disebut Flu Spanyol. Dibanding COVID-19 dengan data per 29 Mei 2021, maka didapat hal-hal berikut :

• Jumlah infeksi : Flu Spanyol selama dua tahun mencapai 500 juta orang. COVID-19 setahun tiga bulan mencapai 162 juta orang, jadi relatif kecil.

• Jumlah kematian : Flu Spanyol diperkirakan agak besar, 20 – 100 juta korban dalam waktu dua tahun. Tetapi, COVID-19 dalam setahun tiga bulan 3,52 juta, berarti jauh lebih sedikit.

• Jumlah negara terpapar : Flu Spanyol kurang dari 50%. COVID-19 hampir, atau kalau boleh dikatakan, 100%.

• Dampak ekonomi : Flu Spanyol tidak lebih buruk daripada zaman Depresi Ekonomi Global pada tahun 1930-an. Sedangkan, COVID-19 dikatakan yang terburuk sejak zaman Depresi Ekonomi Global itu, dan tergantung kapan pandemi ini berakhir. Kalau berlarut terus, krisis ekonomi COVID-19 bisa lebih buruk ketimbang zaman Depresi Ekonomi Global tersebut.

Yang paling menonjol dari COVID-19 adalah tingkat depresi, kecemasan, stres—justru yang tertinggi sepanjang sejarah. Angka Depresi Global 2020 sebesar 25%, dibanding pada 2017 hanya 3,44%. Melihat ini semua, saya percaya rencana Tuhan bagi umat manusia adalah supaya mereka bertobat, mencari wajah Tuhan, sehingga terjadi penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali.

Sesuatu yang mengherankan dari Flu Spanyol ialah setelah infeksi gelombang kedua meningkat, tiba-tiba virusnya menghilang, entah ke mana! Berdoalah kepada Tuhan agar ini juga terjadi pada COVID-19 maupun varian-varian lainnya yang tiba-tiba menghilang entah ke mana karena amarah Tuhan sudah berlalu.

Sekali lagi saya mengingatkan, lakukanlah tuntunan Tuhan untuk menghadapi pandemi secara lebih serius serta sungguh-sungguh, supaya Tuhan menuntun kita di tengah masa yang bergejolak ini. Dan saya percaya, jika kita kembali pada kasih yang semula, kita akan berkata, "Tuhan, pakai saya menjadi alat-Mu untuk menyelesaikan Amanat Agung. Maranatha! Datanglah segera Tuhan Yesus."

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email