• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. DR. Rubin Adi Abraham, PhD
  • Ibadah Live Streaming 1, Ibadah Live Streaming 2, Ibadah Live Streaming 3, Ibadah Live Streaming 4, Ibadah Live Streaming 5
  • Pdt. DR. Rubin Adi Abraham, PhD
  • 28 Agustus 2022
  • Pk. 07:00, 09:00, 11:30, 14:00, 16:30 WIB
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.

Kita akan mengetahui seperti apa menjadi keluarga yang diurapi oleh Roh Kudus, dari kitab Lukas 1, yaitu tentang kehidupan rumah tangga imam Zakharia beserta istri terkasih, yakni Elisabet. Keduanya dipenuhi Roh Kudus, bahkan juga anak mereka sejak dalam rahim ibunya. Dialah Yohanes Pembaptis yang akan memberitakan kedatangan Mesias, Tuhan Yesus Kristus, Anak Domba Allah. 

Tentu apabila anak dalam kandungan saja sudah penuh oleh Roh Kudus, apalagi ibundanya pasti juga penuh dengan Roh-Nya. 

Lukas 1 : 41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus. 

Bagaimana dengan kita, apakah rindu menjadi pribadi dan keluarga yang berkenan kepada Allah, diurapi Roh Kudus, dan dapat senantiasa hidup selaras dengan kehendak Tuhan ? 

Apa saja ciri-ciri keluarga yang diurapi Roh Kudus ? Ada empat hal :
1. Hidup Saleh dan Menjadi Berkat
Bukan tanpa pernah berbuat dosa, dan berbuat salah, namun pasti mau berupaya untuk hidup saleh dan mengandalkan Tuhan. Saleh berarti taat serta sungguh-sungguh menjalankan ibadah; suci serta beriman. Dan semua itu harusnya tampak melalui perilaku sehari-hari, bukan hanya di gereja. Bukan hanya di dalam berdoa, tapi di luar berdosa; di dalam terlihat saleh, di luar ternyata salah; di dalam gemar Alkitab, di luar gemar alkohol; di dalam sepertinya penuh perasaan, di luar tidak punya pengertian. Bukan juga terlalu membeda-bedakan antara kehidupan rohani dengan 'sekuler', sebab sesungguhnya di manapun dan apa pun yang kita kerjakan dapat kita persembahkan bagi Allah. 

Cerminkan ibadah kita melalui tindakan sehari-hari, tidak sekadar agamawi yang palsu dan semu, hanya secara lahiriah, serta tidak sungguh-sungguh takut akan Dia. Ingat, mata-Nya selalu mengawasi setiap kita. Orang yang saleh akan senantiasa bersyukur karena karya, kebaikan, serta kasih setia Tuhan. Ketika Ia memberkati, tetaplah rendah hati, bersukacita, dan dalam damai sejahtera. 

Lukas 1 : 6
Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.

Lukas 1 : 25
Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang. 

Lukas 1 : 43 - 44 
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku ? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 

2. Melayani Tuhan
Imam Zakharia serta istrinya, Elisabet, ialah dari suku Lewi, yang dikhususkan untuk melayani Allah. Ketika tiba giliran Zakharia untuk melayani di Bait Suci, tentu Elisabet mendukung dan berdoa bagi suaminya. Bagaimana dengan kita sebagai pasangan suami-istri, masihkah setia mau melayani Tuhan dengan cara melayani sesama serta umat-Nya ? Saling mendukungnya,  bukan malah sama-sama jadi batu sandungan serta menghalangi potensi suami atau istri. 

Pelayanan, selain bicara tentang jaga hati yang tulus secara motivasi, juga menjaga kebersamaan dalam kesatuan hati secara tim. Bukan saling menonjolkan diri, menang sendiri, atau 'menonjok' (ribut satu sama lain). Bersungguh-sungguhlah juga saat melayani serta beribadah, tidak sekadar formalitas maupun rutinitas, sebab hadirat Allah, mujizat, jawaban doa, malaikat-Nya, dan pesan Tuhan dapat dinyatakan-Nya bagi kita. Kiranya roh kita tidak "kendor" atau padam dalam beribadah dan melayani Dia di manapun kita berada. Berikan dan abdikanlah diri ini untuk melayani Tuhan sampai akhir hidup kita. Jadilah juga pelopor iman Kristen di dalam keluarga masing-masing, dan saling melayani sesama anggota keluarga. 

Lukas 1 : 8 - 9 
Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. 

Lukas 1 : 10 - 11 
Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. 

3. Berdoa
Keluarga yang diurapi Roh Kudus tentu suka berdoa, mengandalkan Allah, serta percaya pada rancangan dan waktu-Nya yang terbaik. Arti nama 'Zakharia' adalah "Tuhan telah mengingat." Walau mungkin jawaban doa yang kita terima itu lama, tetapi Allah tidak akan pernah lupa dan Ia tidak lalai akan janji-Nya. Jangan meremehkan kuasa Tuhan, melainkan taatlah senantiasa kepada-Nya. Pegang janji firman-Nya, meski tampak mustahil. 

Seorang hamba Tuhan, T. L. Osborn pernah berkata terkait doa, "Saat Anda sakit, ada tiga hal yang mesti Anda perhatikan, yaitu kata sakit-penyakit itu apakah panas, demam dan lain-lain; lalu apa kata firman-Nya, yaitu oleh bilur-bilur-Nya engkau telah sembuh; serta apa kata Anda sendiri, yakni apakah Anda benar-benar percaya pada gejala sakit-penyakit itu saja, ataukah mau mengamini janji dan fiman Tuhan." Sesungguhnya, tiada yang mustahil bagi Dia. 

Lukas 1 : 13 
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya : Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.

Lukas 1 : 58 - 63 
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata : Jangan, ia harus dinamai Yohanes. Kata mereka kepadanya : Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian. Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini : Namanya adalah Yohanes. Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 

4. Melahirkan dan membesarkan keturunan serta generasi Ilahi
Yohanes dinubuatkan akan menjadi besar di dalam Tuhan. Sebagai orangtua, kita juga sebaiknya jangan hanya menyekolahkan anak-anak kita di sekolah terbaik, memberi mereka asupan makanan terlezat, menyiapkan berbagai fasilitas terlengkap, melainkan lebih daripada itu, mendoakan mereka setiap hari agar menjadi pribadi-pribadi yang ilahi, saleh, dan besar di pandangan-Nya maupun manusia, terutama menjadi saksi-saksi Tuhan Yesus. 

Peran papa-mama sangat penting bagi pembentukan karakter, moral, serta nilai prinsip kehidupan anak-anaknya. Kiranya anak-anak kita juga bukan hanya sukses di mata dunia, melainkan menjadi anak-anak yang sungguh-sungguh takut akan Dia. 

Lukas 1 : 15 - 17 
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. 

Amsal 22 : 6
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. 

Tuhan akan membuat perbedaan yang sungguh-sungguh nyata antara orang-orang dan keluarga yang tidak takut akan Allah, dengan mereka-mereka yang takut akan Dia, saleh, melayani serta mengasihi Tuhan. 

Pilihlah kehidupan dan menjadi orang yang takut akan Allah, mengikuti, menaati, mengasihi, melayani, memuliakan dan menyembah Dia, menjadi berkat, serta diurapi dan dipenuhi oleh Roh Kudus, amin. 

Tuhan Yesus Memberkati

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email