• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdm. Grace Suhadi
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Ayub, seorang pria yang dahulu dihormati, tapi kini dia dilupakan oleh karena kemalangan dan penyakit yang dideritanya, dia tidak lagi dianggap oleh lingkungan, tetangga, dan keluarganya. Orang-orang bahkan mengejek dia dan dia merasa Allahnya telah berbalik menjadi lawan dan menyerang dia (Ayub 1 - 42).

Di mata Allah tidak ada orang di zaman itu yang seperti Ayub (Ayub 1 : 8). Ratusan tahun kemudian, Allah masih menganggapnya sebagai salah satu orang benar yang pernah hidup di bumi ini (Yehezkia 14 : 14 & 20).

Ayub tinggal di tanah Us, yang sekarang adalah negeri Arab (ay.1). Letak Us di sebelah Tenggara Palestina dan Laut Mati, atau Utara Arab. Ayub hidup sezaman dengan leluhur Israel, Abraham-Ishak-Yakub. Ayub terkenal orang terkaya di sebelah Timur.

Ayub 1 : 1 - 3 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

1. Integritas Ayub

Beberapa point kebenaran Ayub dimata Allah :

• orang saleh,

• orang jujur,

• orang yang takut akan Allah,

• orang menjauhi kejahatan.

Waktu anak-anak Allah menghadap Tuhan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap Tuhan dan Allah memuji dan menyebutkan point-point integritas Ayub kepada Iblis (Ayub 1 : 6 - 2). Iblis menantang Allah katanya, Ayub 1 : 10 - 11 "Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya ? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."

Apa yang terjadi setelah pertemuan itu ? Ayub kehilangan ternak-ternaknya dan kesepuluh anaknya laki-laki dan perempuan mati semuanya.

2. Respon pertama Ayub

Ketika mengalami kehilangan seluruh ternak (harta) dan anak-anaknya (penderitaan pertama), responnya,

Ayub 1 : 20 : 21 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN !

Ketika anak-anak Allah menghadap Tuhan dan Iblis juga (Ayub 2 : 1 - 8), perkataan yang sama Allah tanyakan kepada Iblis mengenai Ayub bagaimana Ayub tetap menunjukkan integritasnya walau sudah kehilangan ternak dan anak-anaknya. Dan kembali Iblis menantang Allah katanya, Ayub 2 : 5 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.

3. Respon kedua Ayub

Ketika Iblis menyerang kesehatannya dan menghadapi olok-olokan isterinya, Maka berkatalah isterinya kepadanya,

Ayub 2 : 9 - 10 Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?"

Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Apakah iman kita tetap hidup di tengah kondisi seperti yang Ayub alami ? Masihkah kita memuji Tuhan, masihkah roh kita menyala-nyala mengasihi Tuhan ? Apakah integritas kita masih sama ?

4. Ayub dan ketiga sahabatnya (selain Elihu yang termuda di antara mereka).

Tiga orang itu adalah Elifaz, Bildad, dan Zofar.

Dari pasal 4 - 37 adalah percakapan antara Ayub dengan ketiga sahabatnya dan Ayub sangat kecewa dengan mereka. Tidak cukup penderitaan yang dialaminya, para sahabat yang seharusnya menjadi penghiburan baginya justru menambah beban dan sakit di dalam dirinya.

5. Ketika Allah akhirnya turun tangan Ayub mencabut perkataannya dan menyesal

Ayub 42 : 1 - 2 Maka jawab Ayub kepada TUHAN: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Ayub 42 : 5 - 6 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.

Cek integritas diri kita: di masa yang sulit seperti yang sedang kita alami sekarang ini, apakah hormat kepada Allah tetap ada dalam diri kita ? Apakah sikap dan respon kita kepada Allah tetap lurus di mana pun kita berada ?

6. Keadaan Ayub dipulihkan dan pembelaan Allah nyata (Ayub 42 : 7 - 17)

• Allah menyatakan murkanya kepada keempat sahabat Ayub

• Keadaan Ayub dipulihkan setelah dia mendoakan keempat sahabatnya atas perintah Allah

• Ayub mendapatkan kembali ternaknya dua kali lipat

• Mendapatkan kembali 7 anak-anak laki-lakinya dan 3 anak perempuannya.

Ayub dipulihkan dan mendapatkan kembali semuanya bahkan dilipatgandakan oleh Tuhan dengan tetap mempertahankan kualitas integritas dirinya di hadapan Tuhan: orang saleh, orang jujur, orang yang takut akan Allah, orang menjauhi kejahatan. Hanya dengan tetap mempertahankan integritas seperti yang Ayub miliki maka Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita. Integritas orang benar tidak akan berubah di tengah kesulitan hidup, tetapi akan semakin teruji.

Rangkuman Pdt. Robert Purwadi, S.Pd, SE :

Hari ini kita belajar bagaimana caranya kita mempertahankan integritas di hadapan manusia maupun Tuhan ?

Ayub dipuji Tuhan, diberi ujian oleh Tuhan, dicobai Iblis, ditolak oleh isterinya, dan dihakimi oleh sahabat-sahabatnya, namun Ayub tetap memiliki integritas yang luar biasa.

Milikilah karakter seperti Ayub yang terus percaya kepada Allah, bahwa dalam diri Allah yang baik tidak ada sedikit pun maksud dan rencana jahat terhadap orang yang percaya pada-Nya.

Ayub berhasil meruntuhkan anggapan Iblis bahwa kesalehanya hanya semu belaka; sekaligus Ayub menunjukkan bahwa ia bersedia melayani Allahnya tanpa pamrih.

Kisah Ayub ini membuktikan kepada Iblis bahwa manusia dapat mengasihi Allah dan mempertahankan integritasnya untuk tetap hidup benar di hadapan Allah meskipun di tengah penderitaan yang berat.

Ayub mematahkan pandangan dan kepercayaan manusia pada umumnya bahwa penderitaan dan kesesakan hidup adalah buah atau akibat dari perbuatan jahat dan dosa di hadapan Allah.

Ayub menunjukkan kepada kita bahwa kualitas kasih dan imannya kepada Allah tidak diukur dari berkat jasmani yang dimilikinya. Sebaliknya, Ayub melayani Tuhan tanpa pamri, tetap percaya, tetap hidup benar dan memelihara integritasnya di tengah kondisi yang memprihatinkan.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email