• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdp. Charlie Jeremiah
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Banyak kita mungkin pernah mendengar istilah sosialita, baik di dalam maupun luar negeri.

SOSIALITA

Istilah 'sosialita' ini sendiri sesungguhnya muncul sejak abad 18 sampai 19 di Inggris yang dipakai untuk melukiskan kehidupan para istri dari kalangan kerajaan ataupun bangsawan. Sebagai orang-orang yang memiliki derajat tinggi atau terpandang, mereka memiliki jiwa sosial terhadap orang-orang kurang mampu. Namun, akhir-akhir ini istilah tersebut mengalami perubahan, yakni hanya terkait memamerkan kemewahan maupun kekayaan.

Sebenarnya, dalam firman Tuhan pun terdapat seorang tokoh wanita yang berjiwa sosialita secara artian yang baik, yaitu Yohana. 

Lukas 8 : 1 - 3 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

YOHANA

Yohana, atau dalam bahasa Inggris adalah Joanna, merupakan seorang  wanita yang pernah disembuhkan dalam pelayanan Yesus. Dia istri Khuza, seorang pejabat Romawi yang kaya dan bertugas sebagai bendahara yang mengelola istana raja Herodes Antipas. Herodes Antipas ialah raja yang memerintah saat itu, yang juga memancung Yohanes Pembaptis. Di satu sisi, ia mengikut dan melayani Tuhan dengan kekayaan, namun sisi lainnya, suaminya bekerja pada raja yang sungguh-sungguh memikirkan untuk ingin mengakhiri kekristenan.

MELIHAT PENYALIBAN YESUS

Yohana pasti sempat merasa hancur hati melihat Guru Besar, Tuhan Yesus Kristus, yang dia hormati serta percayai mati disalibkan.

Lukas 23 : 49 - 50 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu. Adalah seorang yang bernama Yusuf dari Arimatea. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.

Lukas 23 : 53, 55 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat … Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. 

MELIHAT KEBANGKITAN YESUS

Yohana menyaksikan bahwa kubur Yesus telah kosong karena Ia telah bangkit, pasti hatinya yang sebelumnya kacau serta sedih, dengan mengalami hal ini, menjadi berubah secara luar biasa dan kembali berapi-api serta meyakini sungguh-sungguh bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja.

Lukas 24 : 1 – 3 Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka dan mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 

Lukas 24 : 4 – 6 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan dan berkata kepada mereka : "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati ? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea."

Lukas 24 : 1 – 10 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.

APA YANG BISA DIPELAJARI DARI YOHANA ?

• Perjumpaan dengan Kristus akan membawa kesembuhan, kelepasan, mujizat serta banyak hal yang akan mengubah kehidupan kita. Bagaimana dengan kita sekarang ?

• Setiap orang dipanggil untuk memberitakan karya penebusan dan kasih karunia yang dicurahkan untuk semua orang yang mau percaya pada Yesus. 

• Melayani Tuhan dengan apa pun yang ada pada kita seperti karunia, kemampuan maupun keuangan. Bukannya apa yang tidak ada. Apa yang sudah kita berikan dan lakukan untuk membawa jiwa-jiwa datang kepada-Nya ?

• Berani menanggalkan zona nyaman demi melayani Tuhan, mendukung pelayanan, dan setia mengasihi serta mengikuti Dia.

Markus 8 : 34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka : "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."

Matius 5 : 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Rangkuman Pdt. Indarwanto Tarigan, BA :

Kita diingatkan beberapa hal melalui kehidupan Yohana, seorang tokoh wanita sosialita yang berjiwa baik untuk mau menolong dan melayani orang lain.

1. Ketika kita mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, akan ada perubahan ke arah yang baik. Seperti halnya Yohana, hidupnya berubah dan berdampak karena telah diubahkan dan dipulihkan oleh Tuhan. Ada kuasa ilahi yang masuk dan mengubahkan dia. Demikian pula dengan kita, kehidupan kita pasti diubah lebih baik dan berbuah banyak apabila mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus. 

2. Merespons terhadap panggilan Allah dalam hidup kita, seperti halnya Yohana yang rela hati mendukung pelayanan Tuhan Yesus beserta rombongannya, apa pun risikonya. Oleh sebab dia sendiri telah dilawat Tuhan, maka dia pun mempersembahkan hidupnya guna melayani Tuhan.

3. Melayani Tuhan dengan potensi yang ada, sebab Ia pasti setidaknya menaruh satu talenta untuk melayani Dia dengan sebaik-baiknya, seperti halnya Yohana yang mau melayani dengan harta kekayaannya.

4. Berani meninggalkan kenyamanan duniawi demi mengikut Tuhan, seperti halnya Yohana yang turut berkeliling melayani oleh karena telah mengalami lawatan-Nya. Dahulu, sebelum mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya, mungkin dia hanya berfoya-foya dan lainnya, namun setelah mengalaminya, dia mempunyai tujuan hidup yang lain, banyak perubahan baik terjadi, dan siap melayani Tuhan melalui wadah-wadah pelayanan yang ada.

Kiranya kita pun sungguh mengalami lawatan serta kuasa ilahi-Nya sehingga kita bersedia mempersembahkan hidup ini untuk rela melayani Tuhan serta demi kemuliaan nama-Nya.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email