• Integrity Convention Centre
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact
    021 2605 1888
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB
Pdt. Robertus Purwadi, S.Pd. SE
Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
QRcode

Menyikapi atas rancangan Tuhan atas hidup kita, ada kehendak Tuhan yang harus kita ikuti, taati. Kita belajar dari peristiwa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Kanaan.

Keluaran 14 : 13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Bangsa Israel berada di Mesir selama 430 th, dimana 30 th pertama masa keemasan dimana Yusuf menjadi pemimpin di Mesir. Bangsa ini semakin bertambah banyak sehingga bangsa Mesir merasa terancam maka mereka memperbudak bangsa Israel yang semakin tertindas, lalu mereka berseru kepada Tuhan, dan Tuhan mengutus Musa untuk membebaskan dan membawa keluar dari Mesir.

Ketika umat Israel dilepaskan dari belenggu perbudakan Mesir dan dituntun Tuhan berjalan menuju ke Tanah Perjanjian, Firaun yang adalah gambaran tentang Iblis, tidak pernah rela melepaskan mereka. Karena itu Firaun menggunakan segala cara untuk menahan agar mereka tetap berada di Mesir; dan ketika mendengar bahwa umat Israel telah pergi meninggalkan Mesir ia pun mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengejar mereka.

Pada saat itu umat Israel benar-benar berada pada posisi sulit. Di depan ada Laut Teberau, di belakang ada Firaun. Hal ini membuat kebimbangan pada org Israel.

Segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. Ketika Firaun dan pasukannya telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Keadaan itu menimbulkan ketakutan yang luar biasa! Dati peristiwa diatas merupakan gambaran kehidupan kita.

Setelah kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, lalu bertobat, yaitu keluar dari 'Mesir', Iblis dan bala tentaranya bergerak cepat dan mengacaukan seluruh aspek kehidupan kita dengan berbagai-bagai masalah.Di saat-saat itu kita pun mulai mengeluh, "Ikut Tuhan Yesus keadaan kok tidak bertambah baik, masalah dan cobaan datang bertubi-tubi."

Umat Israel mulai menyalahkan pemimpin rohani (Musa) dan berani menyalahkan Tuhan, "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?" (ay. 11).

Perjalanan dari Mesir ke tanah Kanaan meliwati padang gurun sebetulnya singkat, namun mereka harus berputar ke arah Selatan slama 40 th.

Padang gurun menggambarkan sekolah rohani; bagaimana komitmen iman kita diuji, komitmen kasih kita diuji. Dalam masa penantian masa pandemi covid19.

Apakah Saudara tetap fokus kepada Tuhan, itulah padang gurun kita ?

Bilangaan 11 : 5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih"

Bangsa Israel di padang gurun mengingat keadaan mereka di Mesir. Namun bagi kita yang sudah diselamatkan lewat perngorbanan Yesus di kayu salib, jangan kembali, jangan menoleh kebelakang, jangan berpikir untuk kembali apalagi menginginkan hidup dalam perbudakan dosa. Jangan kembali ke Mesir. Sebab Tuhan sudah merancangkan keselamatan.

Ingatlah janji Tuhan kepada bangsa Israel didalam Keluaran 14 : 13.

Mesir - Padang Gurun - Kanaan (Tanah Perjanjian) :

MESIR :

Lambang "dunia", belenggu dosa – hamba dosa.

Di Mesir inilah bangsa Israel setelah diperbudak selama 400 tahun menerima :

JUSTIFICATION (dibebaskan dari perbudakan)

PADANG GURUN :

Perjalanan panjang (proses) selama 40 tahun bangsa Israel meninggakan Mesir menuju Tanah Perjanjian. Padang gurun adalah Sekolah Iman – "detoksifikasi" racun Mesir (budaya, gaya hidup) dari dalam diri orang Israel. Inilah proses SANTIFICATION (pengudusan – penyucian). Dalam masa proses ini mari ambil sikap fokus kepada Tuhan dan tinggalkan keinginan daging. Ingatlah bahwa Tuhan menyediakan segala yang diperlukan sesuai Mazmur 91.

KANAAN (TANAH PERJANJIAN) :

Tanah penuh susu dan madu yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham dan keturunannya. Negeri dimana Allah memberkati umat-Nya dengan kelimpahan dan perlindungan. Di sinilah bangsa Israel menikmati berkat-berkat Tuhan – lambang GLORIFICATION (pemuliaan). Tempat ini disediakan oleh Tuhan bagi bangsa Israel yang mampu melalui proses padang gurun

Gambaran Tiga Fase Kehidupan kita :

Dari serupa segambar Allah lalu rusak karena dosa, namun Allah berinisiatif :

Justification (Pembenaran)

DIBENARKAN karena ANUGERAH KASIH KARUNIA TUHAN YESUS

Caranya : - IMAN PERCAYA - DIBAPTIS (Markus 16 : 16) --> Lahir Baru

Sanctification (Pengudusan)

PROSES PENGGEMBALAAN di CK7 membuat kita serupa dengan gambaran Allah dan memiliki karakter Allah Caranya : BAYAR HARGA

Anak Allah menjadi murid Yesus (bukan fans)

Glorification (Pemuliaan)

Yohanes 14 : 3c … supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kejadian 1 : 27 Serupa dengan gambaranNya

Segambar dan serupa dengan Allah.

Kesimpulan :

Setelah kita diselamatkan dari perbudakan dosa, dan sedang diproses (dimurnikan) dari dosa, jangan kembali kepada dosa lagi, tetapi kerjakan keselamatan supaya kita menerima mahkota kehidupan.

Rangkuman oleh Gembala CK7 :

Dalam hidup kita jangan sekali-kali teringat untuk kembali ke Mesir.

Bangsa Israel selama 400th hidup di Mesir sebagai budak, mereka harus kerja rodi untuk mendapat makan. Saat mereka tidak tahan lagi dan berseru kepada Allah. Maka Allah mengutus Musa untuk membawa mereka keluar dari Mesir.

Selama perjalanan mereka masih hidup dalam mental meminta-minta, maka perjalanan mereka diputar untuk mengubah mental mereka menjadi mental memberi karena di Tanah Kanaan penuh dengan susu dan madu.Perjalanan ini juga seperti kehidupan kita dalam proses iman dimulai dengan Justification (dibenarkan), lahir baru, lalu dibaptis. Lalu masuk dalam tahap Sanctification (pengudusan = bayar harga). Disini padang gurun kita, siap bayar harga untuk Doa Fajar, Menara Doa Dngan tujuan mnjadi murid Yesus bukan fans. Banyak pengerja/hamba Tuhan jatuh dalam fase ini karena tidak mau bayar harga.

Untuk kita masuk dalam fase Glorification dari Tuhan, maka harus serupa dengan gambaran Tuhan. Doa Fajar adalah karakter Kristus agar kita mau bayar harga menjadi serupa dengan Yesus.

Untuk itu jangan kembali ke Mesir tapi atasi ujian iman kita (di padang gurun). Seperti dalam masa pandemi ini dengan WFH kita punya waktu untuk semakin intim dengan Tuhan. Untuk itu jangan kembali ke Mesir, kita pasti akan masuk tanah Perjanjian.

Persembahan

Detail

Follow

Bagi Bapak / Ibu yang membutuhkan Ringkasan Khotbah Ibadah Raya I s/d V, 2PM Service, Kebaktian Tengah Minggu, Women Of Integrity maupun Doa Fajar via Whatsapp atau Email Whatsapp Email